Penghasilan Penulis

[Studi Kasus] 20+ Ide Penghasilan Penulis: Dari Mana Saja Berasal?

Penghasilan penulis itu dari mana saja sih? Pertanyaan itu terus saja berdatangan kepada saya. Mau saya jawab ‘nggak ngerti’, kok ya aneh, wong saya dipandang orang-orang sebagai penulis. Mau saya jawabin satu-satu, kok ya panjang banget jawabannya nanti.

Kok bisa panjang? Ya karena saya memang memiliki strategi tersendiri dalam membuat stream of incomes. Di postingan ini, saya mau curhat sedikit lah, biar pada tahu bagaimana-bagaimananya tentang saya yang sudah bergelut di dunia penulisan dan melakukan diversify untuk stream of incomes-nya.

Kita mulai saja, ya.

 

Tentang Saya

Dulu, hidup saya berat banget. Saya masuk MTs dan MA di Kudus saja, itu karena biaya sekolahnya murah banget. Tapi, walaupun murah, bukan kemudian jadi enteng dalam urusan biaya sekolah. Beruntung, karena kebetulan Om saya adalah kepala sekolah MTs-nya, saya diusulkan mendapatkan beasiswa.

Apakah saya mendapatkan beasiswa karena saya pintar?

Tidak.

Tapi karena itu adalah beasiswa untuk anak kurang mampu.

Yoi, m-i-s-k-i-n. 😆

Ketika MTs itu juga, saya beberapa kali membantu Pak Bon-nya, bersihin sekolahan, biar dapat beberapa lembar rupiah. Buat apa? Ya buat tambahan pemasukan uang dong.

Jadi, kalau ada anak-anak lain yang masa remajanya sudah kental dengan main PS, jalan-jalan asyik sama pacarnya, nongkrong sambil ngerokok, saya enggak.

Saya belajar. Agar agak pintar, karena saya sadar, satu-satunya jalan agar saya keluar dari lembah kemiskinan adalah dengan pendidikan.

Gokil abis kan pemikiran saya waktu itu. Heuheuheu. Makanya, saya banyak menghabiskan waktu membaca. Mengunjungi perpustakaan, dan bercengkerama dengan karya-karya.

Setelah lulus MA, keadaan juga masih istiqomah miskin. Pengennya saya sih kuliah di Mesir, tapi kata Ibu saya, “Nanti di sana biayanya gimana? Kita nggak ada duit blas.”

Saya sadar diri. Cari yang ada beasiswanya saja lah. Berjalannya waktu, kuliah di Ma’had Abu Bakar, Solo, jurusan Bahasa Arab dan Studi Islam. Langsung masuk kelas 2, karena mungkin terlalu pintar. Belajar di sana normalnya dua setengah tahun, saya selesaikan satu setengah tahun. Karena saya melewati kelas persiapan dan kelas 1.

Lalu mencari gelar S1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sambil kerja. Waktu itu kerja di rental komputer. Itulah yang membuat skill berkomputer saya lumayan oke dan kemampuan mengetik cepat jadi meningkat drastis. Lha iya, wong kegiatan setiap harinya adalah mengetik. Hahaha.

Lulus, dapat kerja di sebuah sekolahan. Mengajar. Mengalahkan ratusan pelamar yang masuk. Saya juara satunya. Ada pengumumannya. Beberapa waktu kemudian, bapak meninggal. Dan masih ada dua adik saya yang harus kuliah. Gaji dari mengajar? Mengenaskan. Hanya cukup untuk beli bensin. Jadi, saya waktu itu benar-benar berpikir keras, bagaimana caranya bisa menguliahkan dua adik saya. Saya putuskan keluar dari mengajar, dan bekerja menjadi editor di sebuah penerbitan.

Apakah karena saya memiliki skill editing yang oke? Tidak. Karena passion saja. Dalam perjalanannya, saya belajar tentang dunia editing, dan kemudian berguru kepada Pak Bambang Trim, yang menjadi bos saya, hingga sekarang.

Singkat cerita, saya berhasil menguliahkan kedua adik saya hingga lulus. Saya juga sudah terbiasa hidup mandiri, berpikir strategis untuk mencari celah dan peluang, serta terbangun mindset untuk terus bertumbuh dan dan berdikari. Jadi, saya sering bersyukur karena keadaan mengenaskan di masa lalu, bukan berarti kemudian membawa trauma dalam diri, tapi justru bisa menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik asalkan kita bisa menyikapinya dengan bijak.

Ya … sepeti kasus cerita saya di atas, lah.

Terus, ngapain cerita tentang masa lalu saya ini harus saya sampaikan? Apa pentingnya?

Saya ingin menjukkan, bahwa saya datang dari keadaan yang tidak baik-baik saja. Untuk menjadi penulis profesional, saya datang dalam keadaan minus. Tapi saya berjuang keras untuk berada di posisi saya sekarang. Dan semuanya tidak instan.

Nah, karena tidak instan itu pula, kamu juga memiliki kesempatan yang sama. Artinya, kalau keadaan kamu sekarang mengenaskan seperti saya dulu, ya kamu memiliki peluang yang sama. Kalau kamu keadaannya lebih baik dari saya, ya justru kamu harus memiliki episode karier yang lebih baik dari saya, dong.

 

Mindset Penting untuk Penulis Era Digital

Beberapa hari terakhir, banyak banget berseliweran di timeline Facebook, para penulis yang mulai kelelahan atau mulai nggak betah dengan profesinya sendiri sebagai penulis.

Semua mengeluh karena kondisi penerbitan sedang suram akibat pandemi, harus bertarung dengan platform penulisan digital yang tak memberikan dampak signifikan terhadap income dan berjibaku dengan talenta-talenta muda yang lebih segar dan kreatif.

Di situlah saya merasa miris. Karena saya kok merasa saya baik-baik saja, ya.

Saat kondisi pandemi menerpa penerbit dan berakibat beberapa penerbit harus mengurangi jatah terbit, saya tidak terkena imbasnya, karena ya …. sudah lama saya tidak mengandalkan income dari menulis di penerbit.

Inilah salah satu alasan kenapa tulisan ini saya turunkan. Mungkin bisa dijadikan inspirasi. Karena saya akan mengungkapkan beberapa strategi yang saya lakukan.

Beberapa mindset penting yang saya miliki adalah:

1. Berdamai dengan Era Digital

Saya sadar sepenuhnya bahwa untuk bertahan di kehidupan yang cepat berubah ini, saya harus adaptif dengan perkembangan zaman. Seperti sekarang ini, saya berada di era digital. Jadi, saya harus memahami gimana-gimananya dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Jadi, strategi saya adalah mencari tahu, bagaimana memanfaatkan skill menulis ini untuk memperbesar kapasitas diri era digital. Setelah ke sana kemari mencari informasi, akhirnya ketemulah dua hal penting:

a. Cara Menulis Konten yang Ramah Mesin Pencari

Dengan kata lain, saya harus menguasai teknik menulis konten yang ramah Google. Atau, biasa disebut dengan search engine optimzation atau SEO.

Fungsinya apa?

Agar saya bisa menembus halaman pertama Google, dan menawarkan jasa di sana. Agar saya bisa menulis banyak konten yang berhubungan dengan passion dan industri di mana saya berkarier, sehingga personal branding bisa naik kelas dan dikenal banyak orang.

Tanpa memiliki kemampuan ini, mau sejago apa pun saya, tidak akan dikenal. Itulah mengapa, saya sangat serius belajar tentang hal ini.

Mengenai ini, saya belajar banyak dari guru saya Mas Vatih, pendiri Sintesa. Dan alhamdulillah, belajar dari beliau turut berperan banyak dalam perkembangan kemampuan saya dalam hal SEO. Beberapa keyword yang saya bidik di website ini, berhasil nangkring di halaman satu Google. Kemampuan ini juga saya gunakan untuk merangking beberapa website lain milik bisnis saya, yang akan saya jelaskan nanti.

Jadi, jelas, ya. Saya belajar teknik SEO ini untuk menguasai ranah Google mengenai jasa apa yang saya tawarkan. Mengapa harus menguasai mesin pencari? Karena ketika seseorang membutuhkan jasa tertentu, ia akan mengetikkannya di Google. Untuk iseng, kecil sekali kemungkinannya.

Nah, itulah mengapa saya serius di jalan ini. Lagi pula, saya juga membutuhkan skill ini untuk makin memaksimalkan konten-konten saya, yang saya tempatkan sebagai instrumen aset. Karena saya sadar sepenuhnya, bahwa content is the new currency.

b. Menguasai Copywriting

Kalau konten ramah SEO memiliki tujuan agar saya dikenal, mengusai copywriting adalah cara saya menjual kemampuan. Tanpa memiliki kemampuan copywriting yang baik, teknik berjualan kita akan rata-rata, tak beraturan, dan ‘murahan’. Itulah mengapa, saya sangat menyarankan kamu untuk menguasai teknik copywriting.

2. Di Mana Uang Besar Itu Berada?

Setelah bertahun-tahun berguru, berdiskusi, mencari tahu, dan sebagainya, uang besar dunia penulisan itu hanya ada pada lima tempat:

a. Royalti Buku

Untuk mendapatkan uang yang sangat besar dari royalti buku, harus terjual puluhan ribu eksemplar. Dan fase ini cenderung tidak mudah untuk dilewati oleh banyak orang.

Saya sendiri, salah satu prestasinya pernah mencapai 40-an ribu eksemplar terjual. Tapi, bila hanya mengandalkan ini, menurut saya terlalu gambling, karena tidak pasti. Selain itu, harus menunggu tiga bulan atau enam bulan untuk pencairan royalti.

b. Biografi Tokoh atau Profil

Misalkan adalah kisah hidup pengusaha, profil perusahaan, yayasan, lembaga, sejarah kota, dan yang semisalnya.

Saya misalkan, memutuskan untuk masuk ke ranah menulis biografi dan profil, karena dulu pernah ikut bersama Mbak Alberthiene Endah, penulis biografi kondang tanah air, untuk membantunya menyusun beberapa buku biografi. Mas Zulfikar Fuad, penulis biografi kondang juga, rutin meminta saya untuk membantunya menyusun nnaskah buku biografi. Begitu juga saya beberapa kali membantu guru saya, Pak Bambang Trim, menyusun beberapa profil perusahaan.

Nah, pengalaman-pengalaman itulah yang kemudian saya kristalisasi dan jadikan juga pegangan ketika melakukan pekerjaan ini secara mandiri. Jadi, saya terjun dalam dunia penulisan biografi bukan asal masuk saja, tetapi memang ada mentornya, ada aksesnya, dan juga memahami medannya seperti apa.

Jadi, sebenarnya untuk masuk ke ranah ini, cenderung tidak gampang, memang. Saran saya, carilah mentor terlebih dahulu, bantu dia mengerjakan pekerjaannya, dan perlahan bergabunglah dengan akses-akses yang dimilikinya. Suatu saat, kamu akan menjadi bagian dari pekerjaannya, dan kemudian kamu bisa berdiri sendiri, atas izinnya juga. Jadilah murid yang beradab dan tidak menyebalkan.

c. Ghost Writer

Untuk menjadi ghost writer, saya juga berguru kepada beberapa mentor mengenai hal ini sebelum akhirnya memang kemudian keterusan hingga sekarang. Beberapa mentor saya misalkan adalah Mas Anang YB, ghost writer kondang tanah air, dan juga Pak Bambang Trim.

Saya menyimak dan menelaah bagaimana mereka bekerja, mendapatkan klien, berapa fee yang didapat, dan sebagainya. Pengalaman saya di penerbit secara profesional sebagai editor juga memiliki peran besar, karena sudah terbiasa mengurusi naskah dan segala hal yang berhubungan dengannya.

Itulah mengapa, saya berani menawarkan jasa ini ke publik. Dan prestasi terbesarnya ya tahun lalu, menjadi ghost writer untuk bukunya Om Deddy Corbuzier dan Erik Ten Have dari MillenialPower.id.

d. Skenario

Misalnya adalah skenario film, sinetron, dan sebagainya. Untuk menulis skenario film, saya belum ada akses ke sana. Memang sih sudah ada beberapa kenalan yang pekerjaannya memang menulis naskah film, seperti Mas Agung Purwandono. Suatu saat ingin belajar juga. Tapi nanti, setelah bisnis saya berjalan stabil dan bisa saya tinggalin.

e. Annual Report

Untuk menulis annual report, saya sudah memiliki akses ke sana, tetapi saya belum menerima tawaran tersebut karena masih disibukkan dengan beberapa hal. Mungkin tahun depan saya akan menerimanya. Karena mengerjaka naskah annual report ini tergolong rumit dan waktunya super ketat. Jadi, beberapa kali saya menolaknya, walaupun uangnya sangat besar.

Nah, apakah kamu memiliki pandangan lain selain dari kelima hal di atas? Menurut saya sih hanya itu, ya. Saya belum menemukan peluang lain. Sekarang, tugas kamu untuk menentukan. Mana yang cocok untuk dirimu bisa gapai dari kelima peluang di atas. Cari yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas dirimu, ya. Apakah skill-mu memadai, apakah networking-mu sudah pas, apakah kapasitas dirimu sudah oke ataukah belum untuk mengambil salah satu atau semua peluang itu.

3. Bangun Aset Digital

“The rich invest their money and spend what is left. The poor spend their money and invest what is left.” kata Robert T. Kiyosaki, penulis Rich Dad Poor Dad

Inilah hal penting yang harus kamu perhatikan. Otakmu harus kamu setup sedemikian rupa agar tak melulu menghabiskan segala uang yang kamu pegang. Kamu harus bisa mengubahnya menjadi aset.

Ada dua hal fundamental di sini yang harus kamu perhatikan:

Aset, baik fisik maupun digital, adalah yang secara langsung dan tak langsung berkontribusi untuk mengalirkan cuan ke rekeningmu.

Liabilitas, adalah sesuatu yang tidak berkontribusi apa pun untuk menambah cuan di rekeningmu dan justru menguras cuan di rekeningmu.

Misalkan, rumah itu akan menjadi aset, kalau disewakan, karena mengalirkan cuan ke rekeningmu. Akan tetapi, ia berubah menjadi liabilitas kalau kamu tempati karena kamu harus mengeluarkan cuan untuk merawatnya: bayar listrik, air, renovasi, dan lain sebagainya.

Untuk memiliki aset tapi formatnya nondigital, saya tidak tertarik. Saya justru tertarik untuk membuat beberapa aset digital sebagai sebuah aliran cuan yang bisa membebaskan saya berkarya suatu saat nanti. Untuk memiliki mindset penting ini, coba kamu baca artikel ini.

Intinya sih, saya terus memutar cuan yang masuk untuk menjadi divisi bisnis baru agar bisa menjadi aset ke depannya. Memang nggak gampang, tetapi semuanya memang harus kita ikhtiarkan agar bisa berjalan dengan maksimal, kan?

4. Tak Mudah Silau

Jangan mudah silau, gampang terpukau dengan apa yang diraih oleh orang lain, tanpa menganalisis terlebih dahulu, gimana-gimananya. Ada teman yang baru bangun rumah, silau. Screenshoot earning-nya, silau. Padahal kamu nggak terlalu passionate dengan apa yang dia lakukan. Itu namanya shiny object syndrome.

Kita tak akan meraih keberhasilan apa pun ketika mudah berganti. Saya sendiri, sering menggunakan prinsip 3 bulanan.

Saya akan mendalami sesuatu secara konsisten selama 3 bulan. Bila ternyata dalam 3 bulan itu saya menemukan keasyikan, saya akan melanjutkan. Jika tidak, saya stop. Berarti saya tak memiliki kesempatan untuk berkembang di sana. Dengan begitu, kita akan memiliki banyak skill baru yang menunjang skill utama.

Tapi itu saya, kamu jangan membandingkan dirimu dengan kemampuan belajar saya yang besar dan cepat. Sesuaikan saja. Intinya, konsisten dan fokus dalam belajar satu hal, hingga merasa ada perubahan di sana. Jangan cepat berpindah. Kamu nggak akan mencapai level apa pun.

Misalkan, nih. Kamu sudah putuskan untuk menjadi penulis biografi. Ya, fokus saja dulu di situ sampai menghasilkan. Atau, kalau saya, belajar sampai tiga bulan. Kalau dirasa bulan keempat tidak menandakan hasil belajar yang memuaskan saya, saya baru pindah karena saya merasa tidak ada peluang di sana.

Intinya, kamu harus fokus kepada satu hal dulu. Jangan mudah silau dengan pencapaian orang lain. Nanti kamu jadinya cepat ingin berganti profesi, dan akhirnya nggak ada yang matang satu pun skill-mu.

Kan sayang ….

5. Optimasi Waktu

Orang miskin, mengganti sebagian besar waktunya yang berharga untuk uang. Lalu menghabiskan waktu berharganya yang lain untuk menghemat sedikit uang. Sibuk mengikuti tren. Sibuk untuk terlihat kaya. Dan terlihat sibuk untuk membuktikan bahwa dirinya kepada orang-orang yang sebenarnya tak peduli dengannya. Sibuk juga menutupi beragam kelemahannya. Sibuk menghabiksan waktu untuk hal yang tak perlu. Lalu mengeluh, betapa sibuknya dia …. Betapa capeknya dia …. Dan itulah yang terus ia lakukan seumur hidupnya.

Berputar, begitu terus.

Orang miskin itu tidak sadar, bahwa ketika ia kehilangan uang, ia hanya kehilangan uang saja. Akan tetapi, ketika kehilangan waktu, ia juga sudah kehilangan bagian dari hidupnya.

Sementara itu, orang dengan mindset kaya, tak akan terpengaruh dengan tren belanja. Mengapa? Jelas, karena hal itu adalah bentuk investasi yang buruk. Orang mindset kaya, memperhatikan betul waktu yang ia miliki, untuk ‘bekerja keras’ melahirkan aset-aset berkualitas, demi masa depan yang gemilang. Hingga pada akhirnya, bila waktunya memang dirasa telah tiba, orang mindset kaya akan membeli barang super mewah, liburan super keren. Ia menikmati waktunya dengan sepadan.

 

Dua Pertanyaan Penting untuk Mengubah Hidupmu

Nah, kamu sudah tahu cerita singkat tentang masa lalu saya, sudah tahu pula mindset apa yang saya gunakan. Sekarang, yang perlu kamu lakukan adalah menganalisis dirimu ke dalam. Hal ini memiliki peranan besar nantinya ke depan.

A. Siapa Kamu?

Sebelum mengikuti asesment di Talent Mapping dengan hasilnya yang super mencengangkan karena ternyata saya memiliki banyak sekali bakat dominan:

talent mapping

Saya sudah mencanangkan dalam diri saya seperti ini.

Ketertarikan saya adalah:

  • Kreativitas
  • Teknologi
  • Grafis
  • Konten

Skill teknis utama:

  • Menulis
  • Desain Grafis

Dua skill teknis utama tersebut harus kita pahami dan kita jaga, bila ingin berkembang lebih jauh. Jadi, ketika saya mempelajari hal-hal baru, pastikan yang bisa mendukung dua skill utama tersebut untuk berkembang lebih lanjut.

Jadi, ketika saya belajar SEO dan copywriting, hal itu mendukung dengan skill utama saya, yakni menulis dan untuk mendukung jasa yang saya tawarkan.

Begitu, ya. Sekarang coba buat versi kamu.

B. Apa Impianmu?

Saya men-setup semuanya di tahun 2025. Karena saya sadar betul dengan kondisi saya seperti apa. Semua orang memiliki timeline hidup yang berbeda-beda. Ada yang sudah sukses banget di usia 25 tahun. Ada yang sudah sukses banget di usia 30 tahun.

Nggak usah risau dan iri. Yang penting, kita sadar diri dan tahu bagaimana cara menikmati hidup dan men-setting goal untuk diri sendiri.

Kalau dilihat dari sejarah singkat saya di atas, kan ya masuk akal juga, kan mengapa saya harus men-setup segalanya di 2025 nanti. Walaupun begitu, sepanjang menuju tahun 2025, bukan berarti tak ada target yang saya setup.

Sebagaimana sudah saya paparkan di atas, ketertarikan saya di empat besar:

  • konten
  • kreativitas,
  • teknologi, dan
  • grafis.

Nah, impian saya pun tak jauh-jauh dari situ.  Saya membaginya menjadi dua. Pertama, ranah personal. Kedua ranah tim.

Mengapa saya repot-repot membangun bisnis dan membentuk tim? Karena sebuah bisnis dan tim bisa di-scale up. Sedangkan bila saya hanya mengandalkan personal branding, akan segitu-gitu aja. Tak lebih. Lagi pula, saya tak mau terjebak di zona kuli: hanya mendapatkan income ketika bekerja saja. Ketika tidak bekerja, tak ada pemasukan. Kan nggak asyik hidup begitu.

Untuk lebih jelasnya, kita kulik bersama-sama.

 

1. Ranah Personal

Namanya juga ranah personal, jadi impian ini memang sifatnya bersifat ambisi pribadi dan tidak berkaitan dengan tim yang saya bentuk. Secara personal, impian saya adalah:

(+) Menjadi Penulis Biografi Terkenal dengan Bayaran Termahal

Pada tahun 2025, saya sudah menjadi penulis biografi terkenal dan termahal. Rencana saya, mulai tahun tersebut, satu tahun hanya akan mengerjakan dua proyek biografi saja. Jadi, satu pekerjaan, saya anggarkan memakan waktu 6 bulan. Tapi saya maunya yang tokohnya memang super duper kaya, atau super terkenal, sehingga bisa memberikan bayaran setimpal. Bayarannya adalah:

  • Rp500 juta sekali proyek

Hanya bayaran untuk menulisnya saja, tidak dengan mencetaknya, ya.

(+) Menjadi Ghost Writer Terkenal dengan Bayaran Termahal

Pada tahun 2025, saya menjadi ghost writer terkenal dengan bayaran termahal. Walaupun menjadi ghost writer ini membuat nama saya tidak tercantum di dalam buku, akan tetapi akvititas ini keren banget, karena bayarannya lumayan. Nah, impiannya adalah menjadi terkenal dan termahal dengan fee: 

  • Rp100 juta sekali proyek penulisan

Dan, sebenarnya yang paling saya suka adalah mendapatkan koneksi baru dari sosok-sosok keren yang di luar radar saya. Jadi, rasanya sangat asyik banget.

Makanya, profesi ini akan tetap saya kerjakan hingga nanti-nanti.

(+) Premium Ecourse Memiliki 5.000+ Ribu Member

Pada tahun 2025, salah satu produk digital andalan saya adalah premium e-course. Saya ingin menjadikan materi di dalamnya lengkap banget dan keren banget. Harapannya, bisa sampai 5.000 lebih member pada tahun itu.

Jadi, kalau di-break down:

  • 2021: 1.000 member
  • 2022: tambah 1.000 member
  • 2023: tambah 1.000 member
  • 2024: tambah 1.000 member
  • 2025: tambah 1.000 member

Total hingga 2025 adalah: 5.000 member. Jadi, kalau ditotal, bisa mencapai angka:

  • 5.000 member x 500.000 harganya = 2.500.000.000.

(+) Website Authority Berkualitas

Target saya, website yang sedang kamu baca ini pada tahun 2025, memiliki 10.000 page views (PV) per hari. Tak hanya itu, juga memiliki domain authority (DA) sebanyak 50+. Secara lebih rinci, targetnya adalah seperti ini:

  • 2021: 2.000 pv/day + DA 10
  • 2022: 4.000 pv/day + DA 20
  • 2023: 6.000 pv/day + DA 30
  • 2024: 8.000 pv/day + DA 40
  • 2025: 10.000 pv/day + DA 50

Dan pada 2025 memberikan passive income Rp10 juta per bulannya dari:

  • content placement
  • adsense
  • affiliate
  • consultant

Dengan konten-konten yang berfokus pada:

  • Business
  • Marketing
  • Copywriting
  • Writing & Publishing
  • Knowledge
  • Islam
  • Biography

Untuk beberapa konten, khususnya pada bagian kategori Knowledge, saya akan mempekerjakan dua orang penulis yang ikut membantu mengisi konten. Saya tinggal meriset kata kunci, membuat outline, dan men-setup sisi SEO-nya. Saya akan mulai melakukannya pada tahun 2021.

Beberapa konten pilar yang sudah saya selesaikan pada tahun 2020 dan insyaAllah akan mengundang banyak traffic serta membuat kualitas website ini menjadi makin bagus adalah:

Untuk materi konten pilar pada tahun 2021, rencana saya adalah menuntaskan artikel super bagus tentang:

  • Content Marketing (perbaiki & perlengkap konten)
  • Desain Grafis (perbaiki & perlengkap konten)
  • Personal Branding (perbaiki & perlengkap konten)
  • Belajar Branding
  • Bullying atau Perundungan
  • Cara Mempromosikan Produk Paling Efektif
  • Cara Sukses di Usia Muda
  • Kebiasaan orang Sukses
  • Cara Menjadi Pemimpin yang Baik
  • Red Ocean VS Blue Ocean
  • Investasi Properti

 

(+) Rumah dan Mobil Impian

Sekarang, alhamdulillah, saya sudah memiliki rumah sendiri. Tak harus ngontrak seperti awal-awal menikah. Akan tetapi, kondisi rumah masih jauh dari bentuk impian. Walaupun memang sudah menghabiskan ratusan juta membangunnya, karena lokasinya tengah kota. Harga tanah mahal cuy. Akan tetapi, sejatinya kondisinya masih perlu renovasi di sana-sini. Dan membutuhkan biaya yang memang lumayan banyak. Yah, namanya juga rumah impian. Hehehe. Seperti ini rumah impian saya:

Rumah impian

Selain itu, salah satu target saya di tahun 2021 adalah bisa membeli Honda Jazz cash. Seperti ini penampakannya. Warna Phoenix Orange Pearl. Serinya adalah Honda Jazz RS CVT.

Honda Jazz RS CVT

Alhamdulillah, juga mendapatkan doa dari salah satu guru saya.

beli honda jazz cash

 

(+) Terlibat Pendirian Bisnis Kreatif

Salah satu skill saya adalah selalu bisa memberikan sudut pandang pengembangan bisnis kreatif terhadap sebuah hal. Itulah mengapa, saya sering diminta untuk memberikan sudut pandang monetizing atas sesuatu. Nah, harapannya, rentang 2021-2025, saya terlibat ke dalam pendirian beberapa bisnis kreatif dan mendapatkan bagi hasil dari sana. Tak muluk-muluk, rencananya adalah seperti ini:

  • Tahun 2021: terlibat dalam 2 bisnis kreatif
  • Tahun 2022: terlibat dalam 2 bisnis kreatif
  • Tahun 2023: terlibat dalam 2 bisnis kreatif
  • Tahun 2024: terlibat dalam 2 bisnis kreatif
  • Tahun 2025: terlibat dalam 2 bisnis kreatif

Jadi, kalau ditotal, hingga tahun 2025, saya akan memiliki 10 bisnis kreatif dan mendapatkan bagi hasil persenan setiap bulan atau akhir tahunnya. Nah, bila memiliki kepemilikan terhadap 10 bisnis kreatif, tentu akan sangat bagus bagi pemasukan saya, kan.

UPDATE:

Ternyata, ada beberapa tawaran yang masuk dan meminta peran saya untuk di bisnisnya di tahun 2021. Ya … saya nggak kuasa menolak lah, ya.  Akan saya paparkan satu per satu.

  • Alifes, Inc
    • Mulai akhir 2020, saya diajakin oleh seorang partner, membuat sebuah biography provider, dengan layanan lengkap, mulai dari penulisan hingga video, untuk yang berkaitan dengan penulisan kisah hidup.
    • Kantornya pun keren, ada di IDX, Jakarta. Sudah berbentuk PT.
    • Alhamdulillah, berarti makin dekat dengan impian saya untuk mewujudkan impian yang ini. Saya juga dilibatkan sebagai creative director-nya. Jadi, peran saya di dunia penulisan kisah hidup akan makin terang.
    • Impian saya menjadi penulis biografi termahal pada tahun 2025 akan terwujud, nih. Amin.
  • Santosha.id
    • Salah satu teman saya, Mas Adjie, yang terkenal sebagai pakar mindfulness itu, kemarin menelepon saya dan meminta saya membantunya mengembangkan bisnisnya. Presentasi untuk pengembangan bisnisnya sudah saya siapkan dan sudah ditelaah oleh beliau. Kita akan ngegas di tahun 2021.
  • DigitalBrand.id
    • Ini adalah bisnis dari Mas Hafian Fuad. Saya diminta untuk membantunya ikut mengembangkan. Beberapa buku juga akan kita gelontorkan bersama di tahun 2021. Akan sangat seru.
  • VirusIdeSegar.id
    • Ini adalah salah satu bisnis dari Mas Arief Budiman, CEO Petakumpet. Saya diminta untuk ikut mengembangkannya. Konsep bisnisnya adalah bisnis kreatif berbasis konten. Sangat keren dan passion saya banget.
  • AkademiMenulis.id
    • Mas Pratama, dari penerbit Charissa, meminta saya dan Mbak Astrid Savitri, untuk terlibat dalam pendirian Akademi Menulis Indonesia. Asyik banget, sih. Sistemnya membership. Bisa dapat passive income dari sini. Hehehe.
  • Cordoba Institute
    • Salah satu yayasan milik teman, yang bergerak dalam bidang literasi kreatif, saya diminta untuk bergabung dan ikut mengurusnya. Mendapatkan amanah untuk membuat modul penulisan untuk pesantren. Nanti ada versi gratis dan juga berbayarnya.

Target saya memiliki 10 keterlibatan bisnis kreatif, eh, pada awal 2021, sudah terwujud 6. Sisa 4 lagi. Itulah pentingnya kita memiliki impian. Saat kita berikhtiar, berdoa, dan terus memantaskan diri, Allah bakalan ngasih jalan. Dan serunya …. dari arah yang nggak disangka-sangka.

(+) Personal Branding Mulai Kokoh

Yah, saya tahu, versi KBBI yang benar adalah kukuh. Hehehe. Tapi, saya lebih senang menuliskannya kokoh. Enggak tahu kenapa. Terasa lebih ‘kokoh’ aja gitu daripada ‘kukuh’. Hihihi.

Pada tahun 2025, saya akan mulai matang disebut sebagai:

  • penulis biografi kondang dan sukses
  • ghost writer kondang dan sukses
  • pakar copywriting
  • pakar branding
  • pakar bisnis kreatif
  • founder startup Enxyclo Network yang sukses
  • Social Media

Nah, itulah beberapa impian saya secara personal. Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana cara saya menuju ke sana:

  • Memperbaiki kualitas portofolio pekerjaan. Yang mana saya lakukan setiap hari. Wong ya memang pekerjaan saya itu, kan? Menulis biografi dan menjadi ghost writer adalah pekerjaan rutin saya. Jadi, ya wajar saja semua akan berjalan alami hingga tahun 2025, dan target saya akan terwujud.
  • Meningkatkan authority di dunia digital. Salah satunya ya lewat meningkatkan kualitas konten di website ini. Membidik keyword-keyword yang relevan dan bisa meningkatkan personal branding, serta menyajikan konten berkualitas secara berkala baik di website seperti ketika kamu membaca artikel yang super duper panjang tapi keren banget ini.
  • Bergaul dengan sesama penulis biografi dan ghostwriter, yang mana itu sudah saya lakukan juga.
  • Memperbaiki kualitas konten secara konsisten di media sosial tentang:
    • writing,
    • publishing,
    • copywriting, dan
    • branding.
  • Terus memparbaiki kualitas tim dan hasil pekerjaan di Enxyclo Network.

 

2. Ranah Bisnis

Selain terus mengembangkan kompetensi personal, saya juga dalam waktu yang bersamaan membangun sebuah bisnis dan tim. Namanya adalah Enxyclo. Saya sudah membangun fondasi untuk Enxyclo ini sejak tahun 2017. Strategi saya adalah membangun fondasinya terlebih dahulu sebelum melesatkannya. Yaitu menguasai keyword lokal terlebih dahulu tentang dunia digital agency. Kini, semua keyword yang saya bidik sudah nomor satu dan memiliki backlink yang kuat.

Rentang 2017-2020, kami sudah melayani beragam klien, dengan nilai proyek yang masuk sudah ratusan juta. Sebuah perjalanan yang bisa dibilang sangat oke dan keren banget. Wong modalnya skill doang. Ngeluarin modal ya paling satu juta, untuk beli domain dan hosting.

Terdiri atas tiga orang founder, dan beberapa tim yang membantu di hal-hal teknis. Akhir tahun 2020 ini, secara fondasi, sudah saya anggap kuat. Tinggal menentukan untuk mimpi-mimpi selanjutnya.

Mindset saya dalam membangun bisnis ini adalah:

  • Mendirikan sebuah bisnis dengan memperbanyak portofolio berupa aset digital dan menjadi konten sebagai item utama yang diproduksi setiap hari dan berperan sebagai aset. Senantiasa menciptakan konten luar biasa bagus yang akan bercokol selamanya di puncak Google dan menjadi aset berupa website.
  • Tak perlu banyak tim inti, maksimal lima, sisanya adalah freelancer. Tim ramping, rapi, solid, dan super kreatif.
  • Founder bisa bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah dengan nyaman dan tenang.

Beberapa hal ketika membangun fondasi rentang 2017-2020 adalah saya mengutamakan berbisnis jasa. Tapi, saya sadar sepenuhnya, berbisnis jasa itu capeknya masya Allah. Itu hanya dijadikan strategi untuk berjalan dan cari bensin saja. Strategi selanjutnya adalah dengan menciptakan produk.

Oleh karena itu, rentang 2017-2020, saya anggap sebagai tahun jasa. Akan tetapi, tahun 2021-2025, adalah tahun produk. Kami tetap ada di jalur jasa, tetapi kami juga terus memutar uangnya untuk menjadi produk-produk yang siap untuk kami panen pada waktu-waktu tertentu. Apa sajakah itu? Saya akan membaginya dalam beberapa tahun, ya, agar lebih mudah memahami.

Beberapa divisi bisnis yang akan dikembangkan pada tahun 2021 ini adalah:

(+) Digital Asset for Designer

Ikut berkecimpung dalam ranah studio kreatif yang membuat beberapa stok aset digital untuk designer yang di jual di beberapa marketplace. Apa saja barangnya:

  • Font
  • Graphic template
  • Presentation template
  • Json Elementor

Untuk mewujudkan hal ini, kami belajar langsung dari ahlinya, mengambil kursus dari Mas Virgiawan dan Mas Anggi.

(+) Enxyclo Web Services

Programmer saya, yang juga salah satu founder, memiliki hasrat besar untuk bisa seperti Amazon Web Services. Bukan tentang jasa pembuatan website, ya. Akan tetapi, lebih ke ekosistem dalam dunia per-website-an. Jadi, nanti akan ada beberapa produk yang bisa dirilis:

  • Theme WordPress
  • Plugin

(+) Enxyclo Artwear

Enxyclo Artwear, tentu saja berjualan kaos dan kebutuhan fashion. Akan ada beberapa kategori, seperti:

  • Kaos basic atau kaos polos
  • Kaos dengan desain tematik, seprti kopi atau garuda.
  • Kaos dengan desain signature, seperti logo-logo Enxyclo
  • Kaos kolaborasi dengan visual artist

Bisnis yang ini cenderung gampang, karena untuk stoknya bekerja sama dengan bisnis kakak saya yang memang berbisnis kaos yang bernama Casofa Clothing.

Sedangkan beberapa divisi bisnis yang akan dikembangkan pada tahun 2022 adalah sebagai berikut:

(+) 100 PBN

PBN itu adalah singkatan dari Private Blog Network. Karena targetnya pada tahun 2022 adalah 100, berarti kami memiliki 100 blog. Fungsinya adalah sebagai penyedia backlink, baik dari website sendiri mapun website untuk klien.

Monetizing-nya ada dari:

  • Content placement
  • Backlink

Untuk memahami hal ini, saya sendiri sudah mengambil kelasnya Mas Deri Suherlan. Memang ada duitnya dari bisnis ini? Saya kasih beberapa mindset pentingnya, ya.

 

harga content placement pbn

harga backlink pbn

 

(+) 5 Web Authority Berbahasa Inggris

Memiliki 5 web authority berbahasa Inggris, dengan income setiap website-nya Rp10.000.000 per bulan dari:

  • adsense
  • affiliate

(+) 3 Web Authority Berbahasa Indonesia

Memiliki 3 web authority berbahasa Indonesia, dengan income perbulan dari setiap website-nya Rp10.000.000 dari:

  • adsense,
  • affiliate,
  • content placement,
  • services
  • dan kerja sama lainnya.

Sejak sekarang sudah mulai kami kembangkan.

Sedangkan pada tahun 2024, target kami adalah:

  • Memiliki kantor asyik dan seru tiga lantai. Dua lantai ke atas adalah kantor, dan bawahnya adalah coffee shop. Dengan suasana sekitarnya banyak pohon-pohon yang rindah dan enak.

Seperti ini gambarannya.

Enxyclo Creative Labs

Nah, ini puncaknya, yakni pada tahun 2025:

  • Enxyclo Network memiliki income bersih bulanan Rp500.000.000
  • Gaji para founder-nya adalah Rp20.000.000 per bulannya
  • Buku yang menceritakan pengalaman kami membangun bisnis
  • Membentuk Enxyclo Investment, yang berperan untuk mengakuisisi bisnis-bisnis yang sekiranya berhubungan dengan bisnis kami untuk kami kembangkan lebih jauh lagi.

***

Nah, begitulah mindset dan beberapa strategi saya. Semoga ada inspirasi yang bermanfaat untukmu. Sekarang, kita beberapa saran penting tentang penghasilan penulis.

 

Jadi, Penghasilan Penulis dari Mana Saja?

Sharing yang akan saya sampaikan di bawah ini adalah hasil dari penjabaran materi slide yang pernah saya buat. Kamu bisa mengunduhnya terlebih dahulu. Unduh DI SINI. Saya belum menemukan di internet materi tentang penghasilan penulis yang senatural dan memang berdasarkan studi kasus seperti yang saya lakukan ini.

Jadi, bisa dikatakan, kalau kamu memang benar-benar mencari sumber informasi tentang penghasilan penulis itu dari mana saja, sepertinya artikel ini akan dengan sangat banyak membantumu banget.

Hehehehe.

PETA MONETISASI SKILL MENULIS - DISPLAY

Nah, setelah menyimak cerita, impian-impian, serta strategi bagaimana saya men-scale up diri tetap memiliki income yang cukup untuk hidup, bisa berkarya dengan tenang, dan beribadah dengan khusyuk, maka kini saatnya saya akan menjabarkan tentang dari mana sih penghasilan penulis itu.

Ingat, ya. Keadaan setiap orang berbeda-beda. Saya hanya menjabarkan apa yang saya lakukan dan beberapa ide yang mungkin bisa jadi tambahan untuk inspirasimu mengenai penghasilan penulismu sebaiknya dari mana saja.

Saya tidak mengklaim apa yang saya lakukan adalah ide yang terbaik. Punyamu, bisa jadi sangat jauh lebih baik. Namanya juga hidup, kita semua memiliki perbedaan dalam hal latar belakang, pergaulan, tingkat wawasan, dan lain sebagainya. Alhasil, semuanya akan sangat berpengaruh tentang hasil dari penghasilan penulis yang didapat.

Jadi, dengan sharing ini, saya hanya berharap, bagi mereka yang ingin hidup dengan skill menulis, benar-benar bisa melakukannya.

Oke, kita mulai saja, ya.

Strategi saya begini, saya membaginya menjadi dua, yakni:

  • PRODUK
  • JASA

Jadi, kemampuan menulis saya, saya bagian ke dalam dua kategori tersebut.

Akan saya jelaskan satu per satu, ya.

 

A. PRODUK

Dalam ranah produk, artinya kita menciptakan produk. Baik fisik maupun nonfisik. Terserah. Intinya, kita harus menciptakan produk. Mengapa? Menurut pendapat saya, sih, karena dengan membuat produk, kita tidak terjebak dalam ranah jasa terus-menerus. Walaupun memang, untuk menciptakan produk dibutuhkan kreativitas dan juga keberanian untuk memulai dan konsisten dalam menghadirkan kualitas. Tapi, tak mengapa. Kita harus mencoba untuk membuat produk.

Lalu, apa strategi saya?

1. Menulis Buku

Saya, tentu saja, karena penulis, hal pertama yang saya lakukan adalah menulis buku. Mengapa? Karena buku adalah ‘kartu nama’ tersakti. Setelah berhasil menulis buku, tingkat kekerenan kita akan bertambah, dan level pakar kita tiba-tiba naik.

Akan tetapi, hasil dari royalti buku sebenarya nggak seberapa, karena hanya 7–10 persen saja dari harga yang tertera. Strategi saya sih begini: the money is not in the book, the real money is around the book.

Sebagaimana saya katakan di awal, mendapatkan royalti dari menulis buku memang akan sangat besar kalau laris banget. Harus super laris banget lah. Minimal 30.000 buku terjual.

Poin pertama ini adalah kunci pentingnya. Untuk bisa disebut penulis, kamu harus menulis buku. Minimal satu. Lebih banyak lebih baik, karena dari portofolio itulah kamu nantinya bisa membuat cuan-cuan yang lainnya. Jadi, bekerja keraslah terlebih dahulu untuk menulis buku. Bila tidak tahu caranya, bisa ikut kelas Premium E-Course. Di sana sudah lengkap banget materinya tentang cara menulis dan menerbitkan buku.

2. Kursus

Setelah berhasil menulis buku, cara selanjutnya adalah membuat e-course tentang skill menulis. Nah, di sinilah monetizing-nya sebenarnya dimulai, karena uangnya cepet. Berbeda dengan royalti buku yang datangnya tiga bulanan atau enam bulanan.

Tapi saran saya, buatlah e-course yang sistemnya membership. Jadi, tidak mengganggu hidupmu. Perhatikan di Premium E-Course milik saya. Cukup setup materinya, dan tak perlu mementori satu per satu peserta. Berikan materi yang bagus, dan biarkan member belajar mandiri. Toh mereka sudah besar. Kalau ada pertanyaan, mereka akan menyampaikannya, kok.

Dengan begitu, kita akan memiliki banyak waktu luang untuk melakukan pekerjaan lainnya. Itulah mengapa saya malas banget bikin kelas lewat WhatsApp. Ribet, berisik, dan tidak fokus.

Ini beberapa e-course yang sudah saya bikin:

3. E-Book

Selain kursus, langkah selanjutnya adalah dengan membuat e-book. Yap, bikin e-book bisa menjadi salah satu kanal penghasilan penulis. Kalau saya sih, konsepnya dijual murah saja, misalkan Rp100.000. Akan tetapi, yang perlu kamu ingat adalah ini adalah faktor kali. Bayangkan Rp100.000 tapi yang beli bisa mencapai 2.000 orang. Sudah berapa? Padahal, bikin e-book juga nggak susah, kok.

B. JASA

Strategi selanjutnya adalah membuat jasa. Nah, di sinilah uang besar itu mulai berada. Jumlahnya income-nya lumayan. Benar-benar kehidupan yang asyik. Cukup dengan bekerja di depan laptop doang. Kadang saya bekerjanya dari kafe, teras rumah, ruang tamu, dapur, fleksibel banget pokoknya. Walaupun sebenarnya ada kantor. Heuheuheu.

1. Ghost Writer

Saya membuka jasa ghost writer. Alasannya kenapa dan caranya bagaimana, sudah saya jelaskan pada bagian awal-awal postingan ini, ya. Untuk jasa ini bermacam-macam mengenai rate harganya. Bisa di angka Rp5.000.000 – Rp45.000.000.

Tergantung dari tingkat kekayaan kliennya, sih. Tergantung juga dari keahlian kita untuk bernegosiasi harga. Makanya, selain belajar skill teknis menulis, juga belajar hal-hal di luar itu, seperti cara bernegosiasi, menentukan harga, dan lain sebagainya.

Ini foto ketika selepas interview di rumah Om Deddy. Alhamdulillah, bukunya masuk best seller dan nangkring nomor satu Top Ten beberapa pekan di Gramedia. Bahkan, terpilih sebagai buku nonfiksi pilihan editor.

penghasilan penulis ghost writer

2. Biografi

Saya biasanya menuliskan pengusaha sukses. Mereka nggak terkena radar berita, tetapi uangnya banyak banget dan bisnisnya gede. Dan mereka butuh penulis biografi seperti saya untuk menuliskan kisah hidupnya. Bukunya biasanya dicetak terbatas. Hanya buat dibagikan untuk karyawannya, atau keluarganya sendiri.

Ia cuman pengen biar nilai-nilai hidupnya nggak ilang begitu aja.

Nah, karena kliennya adalah pengusaha-pengusaha kelas kakap, sekali proyek, bisa buat hidup 3–5 bulan sebenarnya. Untuk jasa ini bermacam-macam mengenai rate harganya. Bisa di angka Rp50.000.000 – Rp600.000.000.

3. Konten SEO

Ide penghasilan penulis berikutnya adalah dengan menjadi penulis konten SEO. Maksudnya adalah menuliskan artikel-artikel yang ramah SEO. Tawarkan saja jasamu ke penyedia jasa SEO. Mereka membutuhkan kualitas penulis yang tulisannya enak, mengalir, tetapi juga faham fundamental penulisan artikel SEO.

Maklum, Google punya caranya sendiri untuk menilai sebuah artikel di website. Nah, itulah kesempatan kita. Bayarannya lumayan, kok. Buat jajan-jajan mie ayam atau es krim sehari-hari. Tawarkan saja dirimu ke:

4. Copywriting

Ide penghasilan penulis berikutnya adalah dengan menjadi copywriter. Nah, kalau ini, ya tentu saja peluangnya gede banget. Skill menulismu tinggal dipaduin aja yang namanya dengan belajar copywriting. Ada beragam target pengerjaan:

  • landing page
  • ads
  • email marketing
  • dsb

Intinya, kebutuhkan online marketing sekarang, sebagian besar banyak banget yang butuh kemampuan copywriter. Inilah kesempatanmu sebagai seseorang yang punya skill menulis untuk juga belajar tentang copywriting.

Bakalan dahsyat, deh. Gaji seorang copywriter di sebuah Agency saja bisa mencapai Rp15.000.000 loh.

gaji copywriter

Saya sendiri belajar tentang copywriting untuk kemudian saya jadikan senjata andalan dalam mengembangkan bisnis-bisnis yang sedang saya buat. Terkadang, saya juga melayani pembuatan copywriting untuk landing page. Kamu bisa menawarkan jasamu ini ke beberapa job marketplace, baik di dalam maupun di luar negeri. Kalau skill bahasa Inggris-mu oke, tawarkan saja di luar negeri.

5. Privat

Penghasilan penulis yang lain adalah dengan membuka privat. Yap, buka aja jasa privat menulis. Jangan ambil yang ratusan ribu. Ambil saja yang satu jutaan ke atas. Banyak kok yang butuh. Kalau saya mah memilih metode online aja. Jadi muridnya bisa tersebar ke mana-mana. Kasih harga mahal dikit, biar peserta serius.

6. Konsultan

Penghasilan penulis berikutnya, saya juga berperan sebagai konsultan. Untuk mereka yang bingung mau bikin produk buku apa, dan sebagainya yang berhubungan dengan penulisan-penerbitan. Misalkan saya menjadi konsultan rutin untuk Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Indonesia sejak 2017-2020.

Ini beberapa karya saya. Jadi, selain menjadi konsultannya, saya juga menawarkan diri untuk mengerjakannya. Bayarannya lumayan banget, kok.

7. Trainer

Penghasilan penulis selanjutnya, tentu saja, dengan training menulis. Kita bisa mendapatkan pemasukan yang lumayan dari sini. Baik online maupun offline.

Sekali webinar durasi sejam dari undangan pihak tertentu, bisa Rp2 juta-an, kok.

Walaupun, sebenarnya saya kurang suka dengan aktivitas ini. Mengapa? Karena capek banget, tapi income-nya kurang gede aja gitu. Makanya, ini hanyalah kegiatan sesekali saja. Untuk mendapatkan eksposur saja. Bertatap muka dengan audiens.

Itulah mengapa sebagaimana saya sampaikan sejak awal, men-scale up diri itu terbatas banget karena tenaga dan waktu kita terbatas. Terus-terusan menjadi trainer itu ya capek banget. Saya lebih senang membangun aset digital, karena lebih fleksibel, jangka panjang, dan hasilnya jauh lebih dari sekadar menjadi trainer. Tapi ya kudu memiliki pola pikir yang benar dan sabar serta tentu saja telaten dan tak mudah silau dengan keberhasilan orang lain.

Nah, itulah beberapa yang saya lakukan. Masih banyak peluang lainnya. Beberapa ide lain misalnya adalah:

  • ADSENSE
  • ENDORSE
  • KOLABORASI BISNIS
  • DIGITAL AGENCY
  • JASA EDITING
  • MERCHANDISE
  • ARTIKEL WEBSITE
  • DST …

Akan tetapi, namanya manusia punya keterbatasan, dong. Pilih yang paling memungkinkan untuk kamu lakukan. Intinya, sih, perbaiki mindset dan tentukan tujuan kamu sejak sekarang. Setelah itu, terus coba, dan bila gagal yang jangan menyerah, dong.

Jangan cemen.

Selain itu, jangan salah bergaul. Bergaullah dengan penulis yang memang hidup dari menulis. Jadi, kamu bisa belajar banyak darinya. Kalau perlu, jadikan ia mentor. Minta baik-baik, pasti mau, kok. Jangan pernah sungkan atau takut untuk meminta. Toh konsekuensinya hanya dua: ditolak atau diterima.

Nah, sebagai closing, ini dia sebuah tausiyah penting yang bisa merangkum dari semua penjabaran tentang penghasilan penulis di atas.

mindset bisnis penulisan

***

Buat yang males baca penjelasan saya yang panjang banget ini, sebenarnya saya sudah pernah membuatnya dalam format video di YouTube. Ini videonya:

Sepertinya penjelasan saya agak bertele-tele di video itu. Speed-nya dinaikin jadi 1.5 aja. Hehehe. Tapi, insya Allah berfaedah, lah. Pembahasan penghasilan penulis memang asyik. Saya yang berasal dari kaum sudra dan sekarang berada di titik ini sih sudah bersyukur banget. Saya tak perlu silau dengan penghasilan penulis lain yang lebih mewah atau lebih bagus. Toh, mereka memiliki latar belakang berbeda dengan saya dan juga cara kerja serta mindset yang berbeda.

Jadi, saya tetap mensyukuri keadaan saya sekarang dan terus menuju impian-impian saya yang terasa semakin dekat. Oiya, saya pas nulis ini lagi ada proyek biografi dari pengusaha di Jatim. Bayarannya bisa bikin mesem anak-istri. Alhamdulillah.

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.