belajar copywriting

Belajar Copywriting Langkah Demi Langkah: Panduan Super Lengkap!

Belajar copywriting adalah hal fundamental untuk siapa pun yang ingin meraih kesuksesan dalam bisnisnya. Walaupun begitu, di awal ini kita harus memaklumi satu kaidah sederhana nan penting: memang sih dalam copywriting ada kata writing-nya, namun perannya hanya kecil; selebihnya adalah bagaimana kreativitas kita dalam mengubah persepsi prospek, memengaruhinya, dan membuatnya mengambil ‘tindakan’ sesuai dengan yang kita inginkan, apakah itu mengklik sesuatu, mengisi form, maupun membeli produk atau mengiyakan jasa yang kita tawarkan.

Bahkan, bisa dikatakan, belajar copywriting ya belajar berjualan.

Menulis status di media sosial dengan teknik copywriting, ujungnya untuk berjualan juga. Membuat landing page untuk mendapatkan alamat email dari user, ujungnya digunakan untuk list building, dan digunakan untuk jualan juga.

Belajar copywriting, sejatinya bisa kita katakan, ujung jalannya adalah untuk selling something.

Mengapa orang-orang membeli sesuatu? Alasannya hanya ada dua.

  • Pertama, untuk semakin menjauhi pain.
  • Kedua, untuk semakin mendekati pleasure.

Hanya ada dua alasan itu. Kaidah ini harus kita pahami sebaik mungkin. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca pada bagian story selling.

Ketika kita membeli kopi di Starbuck, kita ada di alasan kedua. Ketika kita membeli Panadol, kita ada di alasan pertama.

Jadi, bila kita ingin menjual sesuatu, kita harus tahu mengenai produk atau jasa yang sedang kita tawarkan.

Apakah prospek melakukannya untuk alasan pertama atau alasan kedua.

Dengan begitu, kamu akan bisa melakukan pola marketing yang pas. Salah satunya adalah membuat copywriting yang sesuai dengan prospek.

 

 

Apa Itu Copywriting

Untuk belajar copywriting, hal pertama yang harus kita pahami tentu saja definisinya. Apa itu copywriting? Bahasa mudahnya alias pemaknaan versi saya sendiri, copywriting adalah:

Sebuah seni memilih kata dan merangkai kalimat untuk memengaruhi. Nah, memengaruhi ini bisa beragam jenisnya. Ada yang hanya untuk memengaruhi pembacanya agar membeli sesuatu, mengklik sesuatu, atau hanya merasakan sesuatu, dan lain sebagainya.

Kalau terjemahan resmi dari Wikipedia, sih, makna dari copywriting adalah naskah iklan di mana naskah iklan tersebut ditulis oleh seorang penulis naskah iklan (atau biasa disebut dengan copywriter) untuk disebarluaskan guna kepentingan komersial. Misalkan, naskah iklan televisi, radio, majalah, koran, baliho, spanduk, dan lain sebagainya.

Tapi, kayaknya pemaknaannya bagusan punya saya, ya, heuheuheu …..

Sepengalaman saya, belajar copywriting berarti juga mendalami ilmu persuasi. Yakni, sebuah konsep untuk memengaruhi prospek lewat pemilihan kata dan merangkai kalimat agar prospek melakukan apa pun yang kita inginkan.

Jadi, kalau kita melihat suatu landing page, di sana ada teks yang panjang dari awal sampai akhir, itu adalah copywriting. Karena di sana kata-kata dirangkai dengan teknik khusus untuk “memengaruhi” kamu, entah itu untuk membeli produk yang ditawarkan maupun sekadar meminta kamu menuliskan alamat email dalam form yang sudah disediakan.

Contoh:

Saat kamu melihat landing page dari Russel Brunson ini, kamu akan melihat susunan copywriting yang panjang sekali. Nah, di akhir dari landing page-nya, ia meminta kita melakukan tindakan tertentu.

copywriting form

Tapi tunggu dulu ….

Walaupun kelihatan sepele sekalipun, misalkan hanya meminta prospek untuk mengisi form, tetap saja dibutuhkan kemampuan:

  • merangkai kata yang strategis
  • mengerti siapa target audiensnya
  • apa target dari copywriting yang dibuatnya

Untuk itulah, seni copywriting senantiasa dibutuhkan oleh setiap marketer agar jualannya lebih “brutal” larisnya. Oiya, menguasai copywriting juga berarti menguasai salah satu skill mahal nan penting yang disebut High Income Skills.

Gimana, makin asyik, ya? Oke, kita lanjutkan sesi belajar copywriting-nya, ya ….

apa itu copywriting

Apa Gunanya Copywriting

Sebagai seorang pebisnis misalnya, dengan teknik copywriting yang tepat, dua produk yang sama persis bahkan bisa mendapatkan respons yang berbeda.

Apalagi di ranah penjualan lewat online seperti sekarang.

Peran teks dan juga copywriting sudah sangat-sangat-sangat dan amat-sangat dibutuhkan karena kita menjangkau konsumen yang tersebar di berbagai tempat dengan apa? Teks dan visual, bukan? Dan semuanya membutuhkan seni copywriting agar cara Anda memengaruhi prospek tidak sia-sia.

Apalagi, jika Anda memainkan peran digital marketing secara penuh, seperti menggunakan:

  • landing page
  • Facebook Ads
  • Google Adwords
  • email marketing
  • caption di Instagram
  • thumbnail di YouTube
  • dan lain sebagainya.

Semuanya membutuhkan satu senjata sakti yang bernama: copywriting.

Pertanyaannya kemudian adalah, siapa sih yang membutuhkan keahlian copywriting?

Jawabannya, siapa saja yang peduli dengan seni merangkai kata untuk memengaruhi dan berjualan. Jadi, bisa siapa saja. Entah yang memiliki bisnis maupun tidak.

Misalkan, calon kepala desa. Dia membutuhkan kemampuan ini agar dalam status-status Facebook-nya tetap relevan dengan campaign-nya dengan teknik merangkai kata yang asyik dan tidak norak.

Apalagi seorang pebisnis. Mutlak banget memerlukan kemahiran copywriting karena nyawa dari segala promosinya ada di sini. Kita tidak bisa menyangkal bahwa penggabungan antara seni merangkai kata dan seni merangkai visual adalah senjata tertajam dalam memengaruhi konsumen.

Pak Tung Desem Waringin, dalam bukunya Financial Revolution, memberikan saran istimewa tentang rahasia agar uang mengejar kita. Rahasianya adalah:

Mengomunikasikan nilai tambah, kepada orang yang tepat, dalam jumlah yang banyak, dengan cara yang tepat.

Kalau kita bedah:

  • Memiliki nilai tambah
  • Mengomunikasikan nilai tambah tersebut
  • Kepada target market yang tepat
  • Dengan cara yang tepat
  • Dalam jumlah yang banyak

Nah, copywriting adalah tentang cara mengomunikasikan nilai tambah tersebut kepada target market dengan cara yang tepat.

Artinya, bila kamu mau untuk belajar copywriting dan menguasai copywriting, kamu sedang menguasai salah satu rahasia untuk membuat uang mengejar kamu!

 

Tugas Copywriter

Kamu tidak sedang jualan produk. Tidak juga sedang jualan sebuah layanan keren. Bahkan, kamu juga tidak sedang berjualan sebuah solusi hebat.

Lalu, apa yang sebenarnya sedang kamu jual?

Kamu sedang menjual kepada prospek tentang sebuah hal sederhana: mengubah prospek menjadi versi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Saat kamu melakukan hal itu secara efektif, kamu akan berjualan dengan lebih baik. Conversion rate-mu akan naik. Orang-orang pun akan bercerita tentang pengalaman mereka menggunakan apa yang kamu tawarkan tersebut kepada orang-orang terdekat mereka.

Tugas seorang copywriter bukanlah menulis copy sales. Itu bagian terakhirnya. Bagian paling mudah. Akan tetapi, tugas paling susahnya adalah:

  • mengenal dengan baik siapa target market-mu;
  • bagaimana untuk memengaruhinya;
  • situasi seperti apa yang sedang mereka hadapi;
  • ke mana mereka ingin menuju; dan
  • bagaimana tepatnya solusi yang kamu tawarkan dapat mengubah hidup mereka lebih baik.

Makanya, tugas seorang copywriter adalah bagaimana menjual kepada prospek versi yang lebih baik daripada dirinya sebelumnya. Nanti akan kita pelajari lebih lengkapnya. Dibaca terus saja, ya ….

langkah membuat copywriting

Panduan Lengkap Belajar Copywriting

Agar copywriting yang ingin kita buat makin efektif dan powerful, maka saya akan membaginya dengan beberapa bagian, agar materi tentang belajar copywriting ini terasa mudah dan lengkap.

Ikuti panduan ini secara urut. Agar pikiran kamu terasa lebih runut dan detail. Baik, kita mulai saja, ya ….

1. Memahami Jenis Emosi Manusia

Copywriter adalah orang yang mendalami psikologi manusia. Bagaimana bisa begitu? Ya karena fungsi utama seorang copywriter jelas adalah untuk membuat copy yang mampu meningkatkan konversi. Dengan demikian, pada dasarnya, seorang copywriter bukan hanya seorang penulis atau perangkai kata biasa. Akan tetapi, ia sejatinya adalah seseorang yang mendalami psikologi manusia.

Artinya, kita harus menyelami otak prospek. Kita harus bisa masuk ke dalam:

  • apa hasrat mereka
  • apa motivasi mereka
  • apa ketertarikan mereka
  • bagaimana cara mereka membeli sesuatu
  • dan sebagainya.

Karena tugas utama seorang copywriter adalah memengaruhi, menghipnotis, atau melakukan serangkaian taktik lewat kata-kata untuk menggiring pembaca melakukan sesuatu.

… dan hal itu tentu saja tidak akan bisa dilakukan oleh seorang penulis biasa.

Hal itu harus dilakukan oleh seseorang yang peduli tentang psikologi. Peduli tentang tingkah laku. Dan sekaligus seorang pengamat yang ulung.

Atau, dengan bahasa lainnya adalah ia lihai menyalurkan ide-ide yang ada di kepalanya agar diterima pembaca dan meminta mereka entah dengan halus atau kasar agar mengambil “tindakan” sesuai dengan yang ia inginkan.

Artinya, ia harus bisa “masuk” ke otak pembaca.

…. dengan kata lain, tanpa memiliki kemampuan tentang psikologi manusia, kalimat yang ia susun akan rendah efeknya.

Copywriting itu bukan faktor utama yang menjadikan produk atau jasa kita laku keras, akan tetapi lebih pada memunculkan sudut pandang baru sehingga menghasilkan cara berpikir baru yang bisa kita setir, sehingga prospek mau untuk membeli produk atau jasa yang kita tawarkan tersebut.

Kamu tidak bisa membuat copywriting yang menjual tanpa memahami hal penting ini. Nah, untuk menguasainya, kita perlu memahami 6 jenis emosi manusia.

2. Menjawab 11 Pertanyaan Utama

Saya akan memulainya dengan sebuah buku berjudul The 16-Word Sales Letter karya Evaldo Albuquerque yang mengajarkan hal penting dalam copywriting. Yaitu:

The secret to converting copy is:

  • to define the one belief, then
  • answer these ten questions.

(Note: maksud dari judul bukunya adalah yang saya bold. Hitung saja, jumlahnya ada 16 kata).

Ide dari buku ini adalah, bagaimana membuat sebuah winning sales letter hanya dengan menjawab 11 pertanyaan. Cukup dengan menjawab 11 pertanyaan tersebut, maka kita bisa menyusun sebuah copywriting yang dijamin bisa menghasilkan penjualan.

Nah, isi dari buku tersebut saya ringkaskan, agar juga bisa menjadi panduan untuk kita mempersiapkan sebuah naskah copywriting.

1. What is My One Belief?

Evaldo mengatakan bahwa setiap produk selalu memiliki one belief yang membuatnya bisa diperebutkan oleh prospek. Kita hanya harus menemukan one belief tersebut.

Apakah itu?

One belief itu adalah: new opportunity yang cocok dengan desire dari prospek. Dan cara terbaik untuk mengeksekusi ‘desire‘ tersebut adalah dengan new mechanism.

Masih bingung? Begini contohnya.

Bukunya Evaldo misalnya. Memiliki One Belief berupa.

  • Membuat satu sistem copywriting yang terstruktur, jelas, dan mudah (new opportunity)
  • Yang memudahkan siapa pun untuk membuat copywriting yang efektif tanpa menghabiskan banyak waktu (desire)
  • Dan semua itu hanya bisa dicapai dengan metode The 16-Word Sales Letter (new mechanism)

2. How is This Different from Everything Else?

One Belief kita tadi harus merepresentasikan New Opportunity yang unik. Harus memiliki daya pikat yang besar untuk menarik prospek. Daya pikat itu harus sedemikian besar sehingga prospek nantinya akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya.

Sesuatu yang membuat pelanggan berpikir: “Gokil nih, gue harus punya!”

Jadi, segera petakan:

  • mengapa produkmu berbeda, unik, dan istimewa?

3. What’s in It for Me?

New Opportunity tadi harus memuaskan target market. Jadi, kita harus menghadirkan janji yang besar, atau janji manis yang membuat mereka tak kuasa untuk menolaknya.

Sekarang, petakan:

Ketika prospek membeli produk:

  • apa saja yang akan mereka dapatkan?
  • Manfaat apa yang benar-benar mereka dapatkan?

4. How Do I Know This is Real?

Setelah janji-janji manis itu kita buat, kita harus mem-backup-nya dengan beberapa social proof. Beberapa caranya adalah dengan:

  • testimoni
  • demonstrasi atau tutorial
  • studi kasus
  • hasil riset

Atau bentuk-bentuk social proof lainnya. Tentang social proof ini, sudah saya bahas panjang lebar di materi Premium. Silakan klik DI SINI.

5. What’s Holding Me Back?

Sebagai seorang copywriter, kita harus bisa mengatasi keraguan dari prospek.

Mungkin mereka akan mengatakan: “Oke, deh, bukti-buktinya emang banyak dan masuk akal. Tapi, apakah akan benar-benar berguna untuk saya produk ini?”

Bagaimana cara mengatasinya?

Caranya adalah dengan benar-benar menjawab pertanyaan nomor 2: apa yang benar-benar membuat produkmu istimewa dan berbeda?

Nah, keistimewaan dan keberbedaan itulah yang terus kita gunakan, jelaskan, ceritakan dengan rapi, untuk makin meyakinkan prospek.

Jadi, ketika prospek ragu, kita sudah memiliki senjata untuk meng-counter-nya. Jadi, tugasmu adalah menjawab pertanyaan nomor 2 di atas dengan sedetail mungkin. Ingat kata Pandji, “Sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik.” Menciptakan produk atau jasa, senangnya memang harus memiliki keunikan dan keberbedaan yang oke daripada kompetitor. Nah, tugasmu lah untuk mem-break down segala keunikan yang ada di produk atau jasamu yang ingin kamu tawarkan.

6. Who/What is To Blame?

Pada bagian ini adalah Us vs Them Mindset. Jadi, kita harus memaparkan apa yang produk lain tawarkan, apa saja kesalahan-kesalahan mereka, dan bagaimana produk kita berbeda, lebih istimewa, atau intinya lebih baik daripada produk kompetitor, dan bisa membawa hasil yang jauh lebih baik untuk pembelinya.

Tentu saja, paparkan segala kesalahan kompetitor dengan halus. Jangan frontal.

7. Why Now?

Pastikan kita memberikan batasan waktu. Entah itu dalam hitungan hari, jam, menit, detik, purnama, tahun, lebaran, ataukah satuan waktu lainnya. Sehingga prospek harus mengambil langkah darurat untuk membeli sekarang. Inilah pentingnya scarcity dan urgency. Semuanya sudah saya jelaskan pada bagian formula copywriting.

8. Why Should I Trust You?

Berikan beberapa garansi sehingga prospek benar-benar tidak akan ‘merasa menyesal’ dan merasa ‘nyaman’ ketika membeli produk kita. Keberadaan garansi ini sangat penting, ya. Untuk lebih jelas, silakan simak pada bagian copywriting landing page. Di sana sudah saya jelaskan anatomi yang harus ada dalam sebuah landing page, dan juga penjelasan tentang garansi dan bagaimana cara membuatnya.

Hal ini juga sesuai dengan salah satu hasil penelitian yang bernama The Copy Machine Study, yang intinya adalah bahwa orang-orang akan tergerak melakukan sesuatu ketika ada sebuah alasan. Silakan dibaca di premium, sudah saya bahas secara lengkap.

9. How Does it Work?

Jelaskan secara rinci bagaimana produk kita benar-benar bisa menjadi solusi dan bisa menghadirkan benefit yang besar untuk mengubah hidup prospek.

10. How Can I Get Started?

Kita sudah sampai pada tahap akhir. Tentang bagaimana caranya prospek bisa mendapatkan produk ini? Apakah lewat:

  • WhatsApp
  • Website
  • Email
  • Ataukah cara-cara lainnya?

Pastikan kita mengontrol setiap data prospek yang masuk sehingga bisa menjadi database yang bisa kita gunakan lagi di lain waktu. Artinya, berpanjang-panjang menulis copywriting tetapi tidak ada tombol click to action-nya, ya percuma juga.

11. What Do I Have to Lose?

Apa yang akan dirugikan oleh pelanggan jika tak membeli produkmu? Pastikan kita memaparkan apa saja ‘penyesalan besar’ yang akan mereka lewatkan jika tak membeli produk kita.

Itu dia 11 pertanyaan yang harus kita jawab. Akan saya ringkaskan lagi untuk memudahkanmu dalam menjawabnya:

  • Apa One Belief-mu?
  • Jelaskan secara rinci mengapa produkmu unik, berbeda, dan istimewa? Pada bagian ini sangat krusial karena juga bisa menjawab kemungkinan-kemungkinan prospek untuk berpaling ke produk lain.
  • Apa manfaat besar yang bisa didapatkan oleh prospek ketika membeli produkmu?
  • Siapkan social proof.
  • Pelajari kompetitor utama, siapkan daftar apa saja kelebihan dan kekurangan mereka dan mengapa produk kita bisa mengisi celah untuk menjadi produk unik yang bisa menjadi solusi untuk prospek.
  • Masukkan unsur scarcity dan urgency.
  • Siapkan materi untuk garansi.
  • Siapkan CTA (Call to Action) dan customer service-nya
  • Apa saja kerugian besar yang akan diperoleh prospek kalau sampai nggak memiliki produk yang kita tawarkan.

Siapkan semua materi tersebut dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, kita sudah menyiakan fundamental dari copywriting yang efektif dan powerful.

2. Tentukan Tujuan Pembuatan

Berbeda tujuannya akan berbeda pendekatan dan eksekusi copywriting-nya. Dengan demikian, sedari dini kamu harus sudah menentukan sasaran copywriting yang kamu buat. Beberapa pilihan sasaran misalnya:

  • Untuk mengirimkan informasi produk
  • Untuk membangun pengakuan dan preferensi merek
  • Untuk membangun citra perusahaan
  • Untuk mendapatkan data pelanggan
  • Untuk mendeteksi sejauh mana penyebaran iklan

Dan segala jenis tujuan lainnya. Silakan kamu tentukan sendiri agar ketika membuat copywriting kamu bisa mengerti apa saja yang harus kamu lakukan.

3. Petakan Niche

The better you understand your spesific industry, the better you can sell. Memahami niche market kamu, akan semakin mudah kamu memetakan copywriting seperti apa yang harus kamu buat.

Ingat kaidahnya: The Nicher, The Richer.

Semakin kamu tahu niche kamu, semakin bisa berjualan banyak kamu di sana. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, pastikan kamu sudah memetakan di industri apa kamu bermain, dan niche apa yang sedang kamu bidik.

Misalkan begini. Kamu berjualan kaos. Oke, berjualan kaos itu umum, kamu harus lebih membuatnya spesifik. Semakin spesifik semakin bagus.

  • General Industry = Garmen
  • Narrower Category = Kaos
  • Specific Niche = Kaos Distro Muslim
  • Ultra Specific Niche = Kaos Distro Muslim Anti Riba

Sudah mendapatkan bayangan, kan, sekarang? Sekarang tugas kamu untuk membuatnya.

4. Membuat Buyer Persona

Untuk membuat copywriting yang bagus, tugas kita sebenarnya sederhana, yakni juallah seolah-olah hanya untuk satu orang. Dengan kata lain, jangan mencoba menjual untuk semua orang.

Lalu, bagaimana caranya untuk menjual seolah-olah hanya untuk satu orang?

Tentukan buyer persona.

Apa sih buyer persona? Maksudnya adalah perwakilan rata-rata dari pelanggan idealmu. Misalkan, kamu menentukan siapa sih yang paling mungkin untuk membeli produk atau menggunakan jasamu? Itulah yang akan kamu jadikan perwakilan sebagai buyer persona.

Dengan merancang buyer persona, otomatis kamu akan dengan mudah untuk menyingkirkan market yang kemungkinan besar tidak akan membeli produkmu.

Lagian, ngapain juga berpayah-lelah untuk membuat copywriting yang sebenarnya akan diacuhkan oleh yang bukan market kita, kan?

Bagaimana cara membuat buyer persona? Jawab saja beberapa spesifikasi berikut.

  • Siapa target pembelimu?
  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Status
  • Pekerjaan
  • Gaya bicara mereka seperti apa?
  • Apa saja hal-hal yang mereka sukai?
  • Siapa yang akan membeli produk tersebut?
  • Apa kekhawatiran utama mereka?
  • Apa yang memotivasi pembeli?
  • Apa permasalahan utamanya?
  • Apa yang bisa kamu bantu untuk menyelesaikan masalahnya tersebut?
  • Apa saja ketakutan dan kekhawatiran terbesar mereka?
  • Di mana biasanya mereka nongkrong?
  • Brand apa yang biasanya mereka gemari?
  • Hal-hal apa saja yang membuat mereka membeli sesuatu?
  • Hal-hal apa saja yang membuat mereka tidak membeli sesuatu?
  • Kata-kata apa yang bisa untuk mewakili mereka?
  • Ingin menjadi apa mereka 5-10 tahun ke depan?
  • Hal-hal apa saja yang merefleksikan brand kamu?
  • Hal-hal apa saja yang tidak merefleksikan brand kamu?

Jawab semua pertanyaan di atas, maka kamu akan bisa membuat dan menentukan seperti apa sosok prospek yang menjadi sasaran kamu sebenarnya. Atau, tambah lagi pertanyaan di atas sesuai dengan kebutuhan brand kamu sendiri.

Lakukan semuanya sesuai dengan bisnis kamu. Ingat, improvisasi. Jangan pernah takut untuk melakukan penyesuaian di sana-sini. Panduan di atas memang untuk memudahkan, tetapi tidak kemudian untuk membuat kreativitasmu terbelenggu.

Sebuah copywriting terbaik tidak datang dari kepala copywriter, akan tetapi justru datang dari pelanggan. Pelajari bagaimana mereka membagi pengalamannya dalam menggunakan produkmu, lalu kemas ulang dalam sebuah harmoni kata yang lebih baik.

Kenali siapa targer market-mu. Pahamilah, orang-orang yang setelah menggunakan produkmu kemudian tidak tergerak hatinya untuk membagikan pengalamannya menggunakan produkmu, bukanlah target market-mu sebenarnya.

Sekarang, tanyakan kepada dirimu sendiri. Sudah benarkah target pelangganmu?

Lalu, bagaimana cara riset sederhananya?

Kalau kamu sudah punya email list, tanyakan lewat survei sederhana. Email list ini biasanya kamu dapatkan dari teknik sederhana lead magnet. Tanyakanlah kepada mereka tertarik dengan layananmu yang mana?

Tanyakan kepada mereka. Berbicaralah secara langsung. Dan engkau akan mendapatkan banyak sekali insight yang menarik.

5. Ajukan Pertanyaan tentang Produk

Lakukan banyak sekali pertanyaan mengenai produk atau jasa Anda. Screening dan analisis sebaik mungkin mengenai kelebihan, kekurangan, dan lain sebagainya tentang produk atau jasa kamu. Dengan begitu, kamu akan mengenal produk kamu dan bisa tahu bagaimana cara mengenalkan produk kamu kepada orang-orang. Beberapa pertanyaan yang mungkin bisa memicu adalah berikut:

  • Apa saja fitur dan manfaatnya?
  • Manfaat apa saja yang paling penting?
  • Bagaimana produk itu berbeda dengan produk pesaing?
  • Industri atau orang macam apa yang dapat memakai produk tersebut?
  • Masalah apa yang dipecahkan oleh produk tersebut?
  • Bagaimana rencana dari positioning produk tersebut di market? Apakah sebagai produk terbaik, produk terunik, produk ter …. lainnya, ataukah ada ide lainnya?
  • Bagaimana cara produk itu bekerja?
  • Bagaimana produk itu dapat diandalkan?
  • Bagaimana efisiensinya?
  • Bagaimana sisi ekonomisnya?
  • Bagaimana testimoni yang telah menggunakan produk tersebut?

6. Tonjolkan Manfaat Bukan Fitur

Apa guna copywriting kalau pada akhirnya justru tidak menghasilkan penjualan. Itulah mengapa, hal pertama yang harus kita pahami ketika membuat copywriting adalah menghindari yang namanya terlalu berlebihan dalam menampilkan fitur.

Lalu, apa yang seharusnya kita tonjolkan?

Manfaat.

Misalkan, kamu menawarkan herbal pengecil perut. Daripada menampilkan:

ABCD. Herbal pengecil perut yang dibuat dari ekstrak darah Naga Albino dari Swedia dengan kualitas nomor satu dan diproses menggunakan teknologi pengobatan terbaik akan membantu Anda mengecilkan perut buncit yang selama ini mengganggu aktivitas dan ketampanan Anda.

Akan lebih baik jika seperti ini:

ABCD. Herbat pengecil perut yang akan membuat perut Anda kembali seksi dalam waktu 3 minggu saja!

Singkat, padat, jelas, dan tentu saja menghasilkan penjualan.

7. Transformasi Apa yang Akan Didapatkan Pembeli?

Calon pembeli dari produk atau jasa yang tengah kita tawarkan tidak peduli dengan produk kita. Ia hanya peduli dengan satu hal, yakni transformasi apa yang akan terjadi pada dirinya ketika sudah membeli produk atau jasa yang kita tawarkan.

Iya, dong.

Misalkan:

  • Kita tidak sedang membeli kopi di Starbuck. Kita membeli gaya hidup.
  • Kita tidak sedang membeli Kawasaki Ninja. Kita membeli kerennya jadi cowok.
  • Kita tidak membeli lipstik atau bedak. Kita membeli kecantikan yang akan kita dapatkan setelah memakainya.

Sesederhana itu. Dan tugas seorang copywriter adalah menyajikan transformasi apa yang akan didapatkan oleh pembeli ke dalam susunan kalimat.

Beberapa kata sakti tranformasi yang bisa kita kemas adalah:

  • Kemudahan
  • Kepraktisan
  • Kesenangan
  • Kenyamanan
  • Keamanan
  • Gengsi

Dengan berbekal kata-kata sakti tersebut, silakan untuk menggabungkannya menjadi kalimat-kalimat yang sesuai dengan produk kamu.

Kaidah dasar dalam kehidupan manusia adalah: pedulikan dulu orang lain, baru orang lain akan peduli denganmu. Oleh karena itu, menjadi seorang copywriter berarti kamu harus bisa memberikan informasi yang prospek butuhkan. Dengan begitu, prospek akan menaruh “hati” dan menaruh “peduli” kepadamu.

  • Kenali prospekmu, apa masalah dan kebutuhannya.
  • Berikan solusinya lewat teks yang mampu memengaruhinya. Untuk itu, seorang copywriter memang harus mengetahui informasi apa yang memang benar-benar dibutuhkan oleh prospek.

Lalu, setelah prospek merasa bahwa Anda adalah sosok yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mereka, barulah mereka peduli denganmu. Akan tetapi, ingat sekali lagi, bahwa prospek tidak peduli denganmu. Mereka hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Mereka hanya peduli dengan transformasi apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka menggunakan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

8. Memahami Klasifikasi Prospek

Hal ini fundamental, tetapi jarang banget kita pahami. Saya sudah menuliskannya menjadi postingan yang panjang. Judulnya adalah Market Temperature. Silakan diklik saja.

Intinya, sih, tiga klasifikasi prospek.

  • Cold Market adalah orang-orang yang sama sekali belum kenal dengan kita.
  • Warm Market adalah orang-orang yang sudah kenal kita dan telah melakukan interaksi dengan kita, baik itu dengan membeli produk kita 1 kali ataupun hanya berinteraksi dengan apa yang kita infokan dengan mereka.
  • Hot Market adalah orang-orang yang sudah sangat kenal kita dan sudah melalukan transaksi berkali-kali dengan kita.

Nah, tujuan kita adalah menjadikan sebesar mungkin prospek agar menjadi Hot Market.

Selain itu, dengan memahami ketiga hal di atas, juga akan membuat kita bisa bersikap.

Misalkan begini:

Untuk yang masih cold kita tidak bisa langsung promosi begitu saja dengan mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang belum kenal sama sekali dengan kita, maka sebelum kita mulai promosi kita harus membangun kedekatan dan juga kepercayaan dengan mereka melalui interaksi dengan mereka.

Setelah kedekatan dan kepercayaan itu terbangun (menjadi warm market), maka kita baru bisa mulai melakukan promosi dengan mereka namun itu pun dengan cara pendekatan soft selling tidak bisa langsung hard selling.

Lalu, untuk kategori yang hot market, kita bisa langsung menggunakan pendekatan hard selling yang langsung jualan dengan mereka. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap terus membangun interaksi dengan agar mereka terus mengingat kita.

 

World Class Copywriting

Bagaimanapun, bila kita bisa membuat copywriting yang mantap, akan menjadikan konversi kita brutal dan menggila. Bahkan, bila kamu harus mempelajari 10 ilmu penting untuk berjualan, maka copywriting adalah salah satu fokus yang harus kamu pelajari.

Apa yang saya ajarkan pada materi belajar copywriting ini, adalah cara-cara bakunya. Selanjutnya, kamu harus memodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Namun, saat kamu sudah mengetahui fondasinya sesuai dengan apa yang saya ajarkan, pasti akan lebih enak untuk mengemasnya dan memodifikasinya sesuai dengan kemauan kamu. Untuk break the rule, kamu harus tahu rule-nya terlebih dahulu. Iya, kan?

Ada dua hal penting ketika membuat copywriting.

1. Special Voice

Gaya khas Anda dalam mengemas copywriting. Setiap brand harus memiliki voice-nya sendiri. Setiap brand harus memiliki tone-nya sendiri.

  • Saat Apple beriklan, ia akan khas Apple.
  • Saat Nike beirklan, ia akan khas Nike.

Begitu juga brand-brand besar lainnya. Oleh karena itu, pengetahuan kamu tentang Brand DNA akan sangat penting.

2. Bahasa yang Enak

Ketika membuat copywriting, pastikan untuk merangkai kata agar tercipta kalimat yang enak dibaca. Jangan terlalu kaku. Jangan terlalu formal.

Gunakanlah bahasa seperti tengah berbincang. Jangan satu arah. Gunakan bahasa perbincangan yang asyik dan mengalir. Seorang copywriter, meskipun dalam bentuk tulisan yang ia buat, namun ia harus bisa membuat tulisan yang seperti berbicara langsung kepada orang lain dengan ramah dan menyenangkan.

Caranya?

Untuk itulah, menentukan buyer persona di awal-awal sangat penting. Gunakan bahasa sehari-hari yang sering mereka gunakan di antara kalangan pergaulan mereka sendiri terkait dengan produk atau jasa yang sedang kamu tawarkan.

Jangan ciptakan kalimat yang asing atau sulit untuk mereka pahami.

Tugas kita adalah “berjualan”, bukan makin membuat mereka pusing dengan kalimat yang kita susun dan akhirnya menjauh, apalagi muntah-muntah.

Iya, kan?

a. Koma Bikin Pening

Perhatikan lagi kata-kata yang sudah kamu susun. Apakah terlalu banyak koma? Pangkaslah dengan kejam. Pastikan kalimat lebih pendek, sehingga lebih banyak titiknya daripada komanya. Hal itu akan membuat tulisan kamu ‘hidup’.

b. Perbanyak Kalimat Aktif

Kalimat aktif lebih menghipnosis. Buku itu dibaca oleh saya adalah contoh kalimat pasif. Saya membaca buku adalah contoh kalimat aktif.

c. Terlewat?

Tanyakan kepada diri kamu, “Bagian mana yang mungkin pembaca lewatkan?”

Bila memang terlihat tak berfaedah, pangkas. Ganti dengan kata-kata yang tak mungkin mereka lewatkan.

 

***

 

MODUL 2: COPYWRITING HEADLINE

MODUL 3: COPYWRITING LANDING PAGE

MODUL 4: COPYWRITING FORMULA

 

Dengan belajar materi-materi yang ada di sini, artinya kamu sudah 70% menguasai perjalanan kamu menjadi copywriter andal. Sisanya kamu kembangkan dan berlatih terus. Lakukan improvisasi di sana-sini dan temukan jurus kamu sendiri. Ajarkan orang lain juga. Bagi ilmu dan keberkahan itu untuk semua orang. Tenang, nggak usah takut rezekimu akan hilang. Justru akan makin bertambah, kok.

 

.

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.