paras vs taqwa

Paras vs Taqwa: Mana yang Lebih Utama?

Semua manusia yang lahir tidak memesan paras sebelumnya. Begitu lahir, sudah dipakem dengan wajah, postur, dan warna kulit. Syukuri.

Bagi yang dijatah punya paras warna kulit yang bagus, itu adalah anugerah dari Allah. Yang kejatah punya warna kulit dan paras yang pas-pasan, tentu tak perlu memaki-Nya.

Bagi yang kebagian wajah cakep, bersyukurlah. Tunjukkan rasa syukur itu dengan berhijab. Tempatkan kecantikanmu sesuai dengan syariat Allah. Bukan malahan berlagak sombong, ya.

 

Baca juga: Belajar Teknik Copywriting Terlengkap di Indonesia

 

Bagi yang mendapatkan paras pas-pasan, bersyukurlah! Daripada lahir tidak berparas? Kan horor …

Yakinlah bahwa anugerah paras bukan untuk menghinakan dan menyebabkan kesulitan bagi dirimu.

Tak perlu minder. Prestasi hebat dalam Islam tidak ditentukan oleh rupa. Ketaqwaan yang bersemayam di dalam dada adalah ukuran-Nya.

Allah tidak melihat keindahan bentuk rupa tubuhmu, tetapi Dia melihat sejauh mana amaliah kamu. Allah melihat kedahsyatan kontribusimu untuk kemajuan dakwah. Bukan mahalnya lipstikmu.

Tak perlu minder. Allah menilai sejauh mana karyamu mampu mengubah. Bukan harga syalmu. Punya bodi keren plus tampang oke, tapi ahli maksiat. Nggak banget. Taatin diri. Jauhi dosa. Itu baru keren.

Bersyukurlah yang udah Allah kasih ke kamu. Bakalan ditambah nikmat-Nya berlipat-lipat. Bakalan ditambah nikmat-Nya berganda-ganda.

Allah selalu memberi yang terbaik buat hamba-Nya. Semu belaka kalau kecantikan diukur dari keindahan tubuh dan wajah.

Bukankah orientasi hidup kita untuk Allah? Lalu mengapa kita menyerahkan segala persepsi hidup kepada sesama manusia?

Nilai kemanusiaan kita diukur dengan barometer ketaqwaan. Itu yang harus kita jadikan pegangan.

Biarlah di mata manusia dianggap sebagai orang katrok hanya karena berhijab. Yang penting Allah cinta.

Biarlah di mata manusia dianggap sebagai manusia tercupu hanya karena mengenakan hijab. Yang penting Allah sayang.

Sesiapa yang bertaqwa, dialah yang mendapatkan tempat kemuliaan di sisi-Nya. Itu baru mengasyikkan.

Kecantikan tak pernah menemukan tempat kelanggengannya. Ia akan mengeriput. Seiring usia, menopouse akan menghampiri. Kisut, berkerut, kusut dan mulai pikun.

Senyum yang dulu manis dan begitu menggoda penuh pesona, kini tiada. Apa gunanya kecantikan tanpa iman bersemayam. Tak akan merasakan nikmat hidup di dunia, apalagi di akhirat.

Iman dan taqwa adalah kunci kebahagiaan. Berbekal ketaqwaan akan tegar melintasi bermacam kehidupan.

Taqwalah yang akan menuntun kita di jalan kehidupan. Banyakin taat. Kurangi maksiat. Hidup berkah, insya Allah.


Terima kasih sudah membaca artikelnya. Yuk segera gabung di beberapa channel inspiratif yang sudah saya buat:

Dapatkan tips-tips menarik seputar dunia bisnis, penulisan, juga tausiyah singkat tentang hidup yang lebih baik. Nah, kalau ingin menjalani hidup sebagai penulis profesional yang dibayar mahal, ikutan saja E-COURSE MENULIS terkeren ini!

Ingin menghasilkan ratusan juta dari skill menulis? Baca saja buku terbaru saya ini. Pembahasan super lengkap, dan bakalan bikin kamu yang hobi dan suka menulis, berubah selamanya! KLIK DI SINI atau pada gambar di bawah ini, ya!


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.