Mengakrabi Keikhlasan

Mengakrabi Keikhlasan

Keikhlasan adalah fondasi terdasar. Syarat diterimanya amal shalih adalah ikhlas. Ini penting, karena esensi taqarrub ada di sini.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Al-Bayyinah [98]: 5)

“Baiknya amal itu tergantung pada baiknya hati, sedangkan baiknya hati tergantung pada baiknya niat. Barangsiapa melakukan amal dengan ikhlas, niscaya hatinya akan jernih. Sebaliknya, barangsiapa melakukan amal dengan tidak ikhlas, niscaya hatinya akan kotor,” kata Mutharrif bin Asy-Syukhair.

Ada kisah menarik sebagaimana dipaparkan dalam Al-Jarh wat Ta’dil-nya Abi Hatim dengan penceritanya adalah Muhammad bin A’yun. “Suatu ketika,” katanya memulai kisah, “aku menyertai Abdullah Ibnul Mubarak dalam sebuah peperangan di negeri Romawi. Setelah kami mengerjakan shalat Isya’, Abdullah Ibnul Mubarak meletakkan kepalanya di atas tanah agar terlihat olehku bahwa dia telah tidur. Dalam hati, aku berkata, ‘Wah, aku masih membawa tombak di tangan.’ Aku pun menggenggam tombak itu. Lalu, kusandarkan kepalaku di atasnya seakan-akan juga tidur. Ternyata, Abdullah Ibnul Mubarak menyangka bahwa aku telah tidur. Dia bangkit dengan sangat pelan agar tidak terdengar oleh seorang pun. Dia lalu mengerjakan shalat hingga terbit fajar. Tatkala terbit fajar, Abdullah Ibnul Mubarak datang membangunkanku. Dia menyangka bahwa aku tidur. Dia berkata, ‘Wahai Muhammad, bangun!’ ‘Aku tidak tidur,’ kataku. Mendengar jawabanku dan mengetahui bahwa aku melihat shalat yang dia kerjakan semalam, Abdullah Ibnul Mubarak tidak pernah lagi berbicara kepadaku. Dia juga tidak bersikap terbuka lagi kepadaku dalam semua hal yang dia kerjakan dalam peperangan itu. Sepertinya dia merasa tidak senang ketika aku mengetahuinya mengerjakan shalat malam. Perasaan tidak senang itu terus aku lihat di wajah Ibnul Mubarak sampai dia meninggal. Belum pernah aku melihat orang yang sangat menjaga rahasia perbuatan baiknya melebihi dirinya.”


Terima kasih sudah membaca artikelnya. Yuk segera gabung di beberapa channel inspiratif yang sudah saya buat:

Dapatkan tips-tips menarik seputar dunia bisnis, penulisan, juga tausiyah singkat tentang hidup yang lebih baik. Nah, kalau ingin menjalani hidup sebagai penulis profesional yang dibayar mahal, ikutan saja E-COURSE MENULIS terkeren ini!

Ingin menghasilkan ratusan juta dari skill menulis? Baca saja buku terbaru saya ini. Pembahasan super lengkap, dan bakalan bikin kamu yang hobi dan suka menulis, berubah selamanya! KLIK DI SINI atau pada gambar di bawah ini, ya!


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.