berpikir kreatif

Kreatif: Pengertian, Cara Berpikir, dan Ide Ekonomi Bisnisnya!

Kreatif adalah sesuatu yang sangat penting sekarang ini, karena berkenaan dengan banyak hal, seperti kesuksesan dalam hidup dan juga karier yang cemerlang. Lalu, bagaimana memahami kreatif dan segala ruang lingkupnya agar hidup kita makin berkualitas?

 

Pengertian Kreatif Adalah

Saat energi kreatifmu terasa hilang, ide-ide inovatifmu terasa terbang entah ke mana, saya pilihkan quote terbaik dari Yoris Sebastian, biang kreatifnya Indonesia, untuk mengembalikan lagi energi kreatif dan inovatifmu.

Yoris yang lahir di Ujung Pandang ini pernah meraih British Council’s International Young Creative Entrepreneur Award, Asia Pacific Entrepreneur Award Winner 2008 (Most Promising Entrepreneurs) dan Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus. Jadi, sangat sah bila kita mengambil inspirasi darinya.

  1. Pilih sebuah mimpi kecil, segera raih hasil dan mulai bermimpi yang sedikit lebih besar dan raih hasil lagi dan seterusnya. Dream Small. Do Your Very Best. And Be Grateful.
  2. Saya selalu suka dengan brand yang senantiasa melakukan inovasi walau product life cycle mereka masih tergolong bagus. Buat saya, kalau bisa terus melakukan inovasi lebih baik dibanding menunggu sales kita mulai menurun dan baru mulai mau merencanakan inovasi.
  3. Ilmu pengetahuan yang terus saya serap berpengaruh besar dalam berbagai inovasi yang saya lahirkan. Pengalaman demi pengalaman memberikan wisdom yang berbeda untuk setiap proyek yang saya tangani.
  4. Mari kita berteriak lewat karya, bukan lewat teriakan-teriakan harafiah yang terkadang tidak bermakna.
  5. Dalam bekerja atau berusaha jangan terlalu hitung-hitungan karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.
  6. Creativity is allowing yourself to fail, but you get up again because you like it.
  7. Itulah passion. Sesuatu yang kita lakukan berjam-jam tanpa ada rasa letih.
  8. Kolaborasi adalah sebuah kerjasama di mana kedua belah pihak memberi sumbangan pikiran sesuai dengan keahlian masing-masing sehingga lahir sebuah karya atau kreasi bersama.
  9. Tidak ada yang salah dengan continues improvement. Namun jangan sampai kita terbuai dan hanya fokus melakukan continues improvement tanpa sama sekali memikirkan kemungkinan inovasi.
  10. Kenapa inovasi? Karena continous improvement tidak lagi cukup di era seperti ini. Diperlukan ide-ide gila sehingga bisa dipilih beberapa untuk dijadikan inovasi.
  11. Jangan melihat dari berapa lama mentorship itu, atau bahkan tidak perlu minta waktu untuk mentorship. Cukup minta waktu untuk ngobrol santai dengan salah seorang yang kita inginkan jadi mentor. Karena yang terpenting adalah sengatan-sengatan statement yang bisa jadi mengubah dunia anda. Bisa jadi mengubah sudut pandang Anda menjadi lebih positif.
  12. Keragaman akan ciptakan peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi.
  13. Banyak orang yang sebenarnya kreatif namun karena terjebak rutinitas sehingga akhirnya tidak lagi mampu mengeluarkan ide-ide kreatif.
  14. Orang kreatif justru harus membuka diri terhadap hal-hal yang tidak biasa.
  15. Intinya, belajar creativity mirip seperti belajar naik sepeda. Dua-duanya adalah skill yang bisa dilatih. Selama kita suka, kita akan terus bersemangat melakukannya. Mungkin itulah yang membuat saya semakin kreatif, karena saya tidak pernah takut untuk gagal. Dan saya melakukan berbagai hal yang kreatif dari kecil hingga kini sudah menjadi semakin besar dari project yang satu ke project kreatif lainnya.
  16. Alone we are GOOD, together we are KICK-ASS.
  17. Masa depan kita sebenarnya ditentukan dari jadwal sehari-hari yang kita jalani.
  18. Small daily improvements are the key to staggering long-term results.
  19. Semakin saya riset semakin saya yakin bahwa di tangan generasi millennials ini Indonesia akan lebih sukses dari semua generasi sebelumnya.
  20. Untuk yang sudah terlanjur hanya punya satu keahlian, tidak ada kata terlambat. Kita masih punya waktu luang untuk menambah keahlian baru yang bisa saja terkesen tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kita yang sekarang.
  21. Creativity comes from freedom but if you don’t have it yet, you have to accomplish something to get your freedom.
  22. The comfort zone is the great enemy to creativity; try to step out of it – even just for a while.
  23. Dan karena saya selalu membeli buku yang saya perlukan. saya selalu melihat daftar isinya bukan best seller list. Buku yang saya perlukan tidak perlu best seller, yang penting isinya memang saya perlukan. Sayalah yang akan memutuskan buku tersebut berguna atau tidak. Lagipula kalau kita hanya membaca buku best seller, pemikiran kita akan sama seperti kebanyakan orang, sulit untuk jadi pribadi yang kreatif.
  24. Scream with your impactful innovation.
  25. Karya-karya yang kerap diwawancara oleh media adalah karya yang punya dampak positif untuk sesama. Jadi kenapa tidak kita buat karya yang keren sekaligus meningkatkan penjualan kita juga.

 

Bisnis Kreatif Sumber Pundi Cuanmu!

Terkadang, untuk berhasil dalam suatu hal, kita hanya harus berpikir hal paling sederhananya saja. Tak perlu repot dengan memikirkan hal tersulit. Begitu juga dalam bisnis kreatif. Kelima ide kreatif bisnis di bawah ini, mungkin terlihat menggelikan. Tetapi, ternyata ide bisnis sederhana ini, berhasil dan terbukti menghadirkan pundi-pundi uang. Mau mencobanya?

Beberapa ide kreatif bisnis berikut adalah bukti, bahwa di era sekarang, banyak sekali pengusaha muda kreatif yang sudah berhasil membuat bisnis kreatif dengan ide-ide liar yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

1 – Menyewakan rumahmu.

AirBnB sudah melakukan model bisnis ini dengan sangat baik. Selain itu, ada homeaway, onefinestay, behomm, kid&coe, juga housetrip. Mungkin mau mencobanya?

2 – Sewakan mobilmu.

Bila hanya habis untuk konsumsi pribadi, mengapa tak mencoba membuatnya menjadi sumber pendapatan juga? Sepertinya ide yang bagus, kan? Contoh bisnis yang sudah melakukannya adalah getaround, relayrides, flightcar, juga justshareit.

3 – Jual karya senimu.

Ya! Hanya menyimpannya di komputer, atau hanya mencetaknya terbatas dan sekadar menjadi poster di workspace kamu, mengapa tak menjualnya saja? Di mana? Ada etsy, deviantart, zazzle, redbubble, threadless, juga society6.

4 – Jual koleksi fotomu.

Daripada hanya membuat penuh disk, mending dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan. Uang hasil jualannya pun bisa dibelikan untuk membeli kamera yang lebih bagus lagi. Di mana? Ada banyak, ini beberapa di antaranya: istockphoto, shutterstock, smugmug, bigstock, photoshelter, alamy, gettyimages, fotolia, dreamstime, photoshelter, 123rf, canstockphoto, 500px, juga stockfresh.

5 – Sewakan ruang kerjamu.

Nah, ini mungkin terlihat menggelikan. Tetapi, ada loh model bisnis yang melakukannya, dan berhasil! Contohn nyatanya adalah pivotdesk, sparechair, copass, desktime, sharedesk, evenues, desksnearme.

Nah, sudah mendapat inspirasi bisnis kreatif yang baru kan, sekarang?

Berpikir Kreatif seperti The Beatles dan John Lennon

Dikenal sebagai salah satu pencipta lagu terbaik di dunia, pandai menulis puisi, namun juga memiliki bakat kepemimpinan yang legendaris dalam industri musik. John Lennon dan The Beatles adalah perpaduan dua hal yang menarik dalam dunia kreatif.

1 – John Lennon Kreatif sejak kecil

Saat kecilnya, Lennon bersekolah di Sekolah Dasar Dovedale tidak jauh dari rumahnya di Woolton, pinggiran Liverpool. Walaupun sempat mengawali pendidikannya dengan baik, Lennon kemudian justru mengalami penurunan tajam, dan tak memiliki minat di pelajaran akademik biasa, bahkan cenderung tidak suka dengan guru-gurunya, dan sering terlibat masalah di sekolah, bahkan masuk kategori siswa yang sering bikin onar bersama teman dekatnya, Pete Shotton.

Tetapi, Lennon memiliki ketertarikan yang sangat dalam dengan menggambar, membuat kartun, menulis cerpen, dan menyalin sesuatu dari koran. Bahkan, sewaktu di sekolah dasar itu, Lennon sudah menghasilkan buku kecil karyanya sendiri berjudul Sport Speed and Illustrated. Buku itu berisi lelucon, kartun, sisipan foto-foto bintang film dan pemain sepak bola. Bahkan, di dalamnya juga terdapat cerita berseri yang setiap kalinya diakhiri dengan, “Jika kau suka, datang lagi minggu depan, ini akan jadi lebih bagus.” Bahkan, John Lennon semasa kecilnya tidak pernah membayangkan akan menjadi musisi, ia lebih bercita-cita menjadi jurnalis.

2 – Belajar Bermusik Sejak Dini dan Membuat Band Sebagai Ekspresi Diri

Sekitar umurnya yang lima belas tahun, musik mulai masuk dalam hidupnya. Seperti musik masuk dalam kehidupan remaja Inggris pada umumnya kala itu, yang terjangkiti Rock n Roll. Dengan demam musik yang melandanya, dia memutuskan untuk membuat geng musiknya sendiri, dan bahkan memaksa Pete Shotton untuk bergabung, walaupun dia tidak memiliki ketertarikan musik sama sekali.

Pada sekitar awal 1957, dia membuat Quarrymen, yang bermain musik untuk pesta teman-teman, acara sosial, dan beberapa acara lokal yang tidak besar lainnya. Lennon mendapatkan gitar pertamanya dari Julia, kakak sulungnya, dan memintanya berlatih di teras depan.

Pada 15 Juni 1957, Quarrymen bermain di perjamuan gerja Paroki St. Paul di Woolton. Ivan Vaughan, teman Lennon yang bersekolah di tempat berbeda dengannya, juga mengundang seorang temannya yang berusia lima belas tahun dari sekolahnya untuk menonton Quarrymen bermain dan menemui Lennon. Orang tersebut adalah Paul McCartney. Dia membawa gitarnya sendiri, memainkan lagu untuk Lennon berjudul Twenty Flight Rock, dan John Lennon seketika terkesima dengan permainan McCartney.

3 – Membentuk Tim dengan Deretan Insan Bertalenta

Seminggu setelah pertemuan itu, John Lennon menghubungi Paul untuk bergabung dengannya di Quarrymen. Tahun berikutnya, George Harrison juga bergabung. Pada tahun 1959, Quarrymen mulai bermain untuk Casbah Club, sebuah bar kopi anak muda yang dikelola Mona Best. Itu adalah awal-awal Quarrymen bermain untuk sebuah penonton yang berjumlah lumayan, walaupun ada kendala dan masalah dalam hal pembayaran dengan pihak club.

4 – Lahirnya Beatles

Pada Mei 1960, Quarrymen mengubah namanya menjadi The Beatles, dan mulai panggung nyata sebagai band pendukung untuk seorang penyanyi muda bernama Johnny Gentle. Acara itu berlangsung selama sembilan hari dan berlangsung di kota-kota kecil terpencil di utara Skotlandia yang hanya didatangi beberapa orang saja. Tentu saja tur itu sangat singkat dan tidak menghasil uang bagi mereka. dalam tur itu, mereka bepergian menggunakan van. Namun, setelah peristiwan nahas itu, pada tahun itu, setelah ada panggilan untuk pergi ke Hamburg pada Agustus 1960, Beatles baru memulai karier profesionalnya. Tetapi, ternyata itu adalah panggilan manggung yang mengenaskan juga, karena tiba-tiba dibatalkan, disebabkan oleh cuaca buruk.

5 – Kesuksesan akhirnya tiba

Tetapi, setelah itu, masa itu menjadi masa kegembiraan, kesuskesan, dan histeria yang menggunung. Sejak dirilisnsya Please Please Me pada 11 Januari dan menduduki peringkat 1 pada tangga musik, Beatles menemui masa kejayaannya. Bahkan, dicatatkan bahwa keberhasilan mereka luar biasa, dan tak tertandingi dalam sejarah modern Inggris. Penonton, terutama gadis-gadis muda, menjerit-jerit setiap kali Beatles tampil. Paul, John, George, dan Ringo kemudian menjadi legenda dalam industri musik dunia, hingga sekarang. Beatlemania pun menjadi fans dengan tingkat keloyalan yang tinggi dan tak memandang usia dan lintas negara. Semua demam The Beatles!

Setiap cerita kesuksesan memang selalu memiliki alurnya sendiri untuk dinikmati. Tak terkecuali kisah John Lennon dan The Beatles. Apakah kamu juga Beatlemania?

Agar Ide Kreatif Terus Mengalir

Saya sering mendapati pertanyaan yang tentu saja diajukan kepada saya, mengapa saya bisa begitu kreatif. Saya terkaget. Begitu kreatif? Itu artinya, level kreatifnya sudah di atas rata-rata, kan? Ah, itu tentu versi mereka.

Tetapi, buntut keterangan dari pertanyaan mereka itu yang membuat saya menganga kagetnya. Saya dikatakan sering melakukan banyak aktivitas mengagumkan. Menulis banyak buku bagus. Mengisi banyak seminar. Mendesain. Punya usaha clothing-an. Motret-motret. Bikin social movement kreatif. Dan banyak lagi. Bahkan, ketika website ini saya launching kemarin lewat beberapa grup WhatsApp, respons positif berdatangan dan kebanyakan dengan embel-embel keren. Memuji desain theme-nya dan juga kontennya. Mmm… sebegitu kerenkah saya? #eh

Mmm. Baiklah. Mungkin ini kesempatan yang baik untuk menjawabnya. Jadi kalau ditanya lagi, bisa saya jawab, “Jawabannya ada di website saya.” Hehehehe.

Saya memang telah menulis banyak buku, bahkan dengan berbagai genre. Satu hal yang tak banyak orang lakukan. Mengisi banyak seminar, baik tentang perbukuan, kreativitas, kepenulisan, bahkan creativepreneurship. Mendesain logo, kaos, dan lain sebagainya. Sering traveling juga jadi ya motret-motret juga. Ada kegiatan sosial di creative social movement Satria Foundation yang alhamdulillah sudah mendonasikan Rp100 juta lebih hingga sekarang, dan 80% donasi tersebut saya dapatkan dari teman-teman dunia maya! Akkkkkk. Kapan-kapan saya akan sharing bagaimana saya dan teman-teman melakukannya.

Bagi beberapa orang, saya memang banyak melakukan hal-hal keren dan tentu saja kreatif. Dan bagi banyak orang pula, hal-hal yang saya lakukan itu tidak bisa mereka lakukan. Padahal, sungguh dan sangat sungguh, saya melakukannya dengan santai-santai saja. Dengan enak dan tanpa beban. Percayalah. Plissss. Jadi, jangan dilebay-lebaykan lagi. Heuheuheu.

Pertanyaan mereka kemudian dikerucutkan: bagaimana bisa dapat ide untuk melakukan hal-hal kreatif seperti itu?

Ini jawaban saya. Camkan dan perhatikan baik-baik ya kakak. Hihihihi.

Seseorang yang memang berkecimpung di dunia kreatif dan sudah bertahun-tahun selalu berpikir dalam kerangka berpikir kreatif, pada akhirnya akan terbiasa untuk memproduksi ide.

Batin yang sudah dibiasakan untuk berpikir secara kreatif otomatis akan menjadi lahan yang subur bagi ide. Stimulusnya jadi bisa dari apa saja, dari kegiatan sehari-sehari, dari membaca, dari mendengar informasi, membaca berita, jalan-jalan, dan sebagainya.

Masih bingung dan belum dapat poinnya?

Mungkin beberapa keterangan berikut bisa membantu. Ehm.

Saya percaya, bahwa semakin banyak kita berinteraksi dengan banyak hal, inspirasi akan semakin banyak pula menghampiri kita. Itu seperti kita membiarkan diri teraliri inspirasi tak bertepi. Tetapi, syaratnya memang kita harus siap terbuka. Siap open minded.

Siap takjub dan berani mencoba dengan hal-hal baru.

Dan terpenting, siap berani untuk menemukan lahan-lahan baru yang jarang terjamah orang. Gampanngya, seperti Walter Mitty yang bertahun-tahun berada dalam kurungan kubikel kantornya, lalu memutuskan untuk mengeksplor dunia tanpa henti sebagaimana bisa kita lihat dalam film apiknya Ben Stiller berjudul The Secret Life of Walter Mitty. Belum nonton? Yaudah, wajib nonton, yak!

Intinya, berinteraksi, entah dengan tempat, orang, momen, benda, atau apa pun, akan membuat kita menjadi lebih kaya dengan asupan inspirasi.

Saat kita jalan-jalan, kita berinteraksi dengan tempat, kenangan, orang-orang, dan juga pengalaman. Itu memunculkan banyak hal yang bisa memicu lahirnya inspirasi.

Saat kita browsing di internet, kita berinteraksi dengan luapan informasi yang tentu saja membuat kita terbanjiri ide. Ya, itu berbeda dengan ketika kamu cuman menghabiskan waktu internetanmu dengan mengeluh di postingan (bahkan nggibahin temen kamu di status? Aduh, masih zaman gitu kelakuan kayak gini?) dan ngurusin akun-akun nggak jelas di dunia maya. Ayolah, hidup cuman sebentar ini jangan dihabiskan untuk-hal tidak bermutu dan tidak kreatif semacam itu yak. Hehehe.

Ada banyak inspirasi yang bisa kita jemput. Kita tinggal mengandangkannya, merawatnya, dan memilah-milah mana yang memungkinkan untuk kita eksekusi. Saat inspirasi banyak menghampiri, kita jadi memiliki banyak stok ide.

Melihat social movement yang dilakukan oleh orang-orang di luar negeri, bisa kita adaptasi dengan kondisi di sekitar dan eksekusi dengan teman-teman yang bisa berjalan sesuai visi. Having fun saja. Tak usah tegang. Yang tegang biasanya malah teman-teman kita. Bisa berjalan enggak, bisa tahan lama enggak. Padahal, apapun yang kita lakukan dengan passionate dan visi yang bagus akan bertahan lama. Jadi, tenang saja.

Melihat bisnis kreatif yang dilakukan oleh orang-orang di luar negeri, bisa kita adaptasi dan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada pada diri kita. Santai saja. Tak usah terburu nafsu. Pelan-pelan, rencanakan dengan matang, cari mentor yang tepat, terus belajar, beraksi, dan tara! Selamat datang dalam dunia kreatif yang banyak hal keren di dalamnya!

Orang-orang yang passionate akan selalu bisa menemukan titik kecemerlangannya masing-masing. Tak perlu iri dengan yang orang lain peroleh saat ini. Irilah bila kamu tak bisa menghidupi passion-mu sebagaimana yang orang lain lakukan pada dirinya.

 

Jadi, sudah cukupkah penjelasan saya ini? Ataukah masih butuh tambahan? Silakan disampaikan dalam kolom komentar. Dan jangan lupa, bagi inspirasi rahasia kreatif saya ini (halah) ke teman-teman dengan nge-share ke sosial media, yak.


Terima kasih sudah membaca artikelnya. Yuk segera gabung di beberapa channel inspiratif yang sudah saya buat:

Dapatkan tips-tips menarik seputar dunia bisnis, penulisan, juga tausiyah singkat tentang hidup yang lebih baik. Nah, kalau ingin menjalani hidup sebagai penulis profesional yang dibayar mahal, ikutan saja E-COURSE MENULIS terkeren ini!

Ingin menghasilkan ratusan juta dari skill menulis? Baca saja buku terbaru saya ini. Pembahasan super lengkap, dan bakalan bikin kamu yang hobi dan suka menulis, berubah selamanya! KLIK DI SINI atau pada gambar di bawah ini, ya!


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!