Apakah Seseorang Masuk Surga karena Amalnya Semata?

Apakah seseorang masuk surga karena amalnya semata? Jawaban dari pertanyaan ini dijawab dengan sangat apik oleh Imam An-Nawawi dalam Shahih Al-Imam Muslim bi Syarh Al-Imam An-Nawawi, j. XVIII, h. 159.

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, “Salah seorang dari kalian tidak akan pernah diselamatkan oleh amalnya semata.” Seorang lelaki lantas bertanya, “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga aku. Kecuali jika Allah memenuhiku dengan rahmat. Walau begitu hendaklah kalian selalu berbuat baik.

Tatkata mensyarah hadits ini, Imam An-Nawawi berkata demikian:

Ketahuilah bahwa sesungguhnya keyakinan ahlus sunnah adalah tidak menetapkan pahala dan hukuman; tidak pula pewajiban dan pengharaman; dan tidak pula jenis-jenis taklif lainnya dengan landasan akal.

Demikian pula bahwa semua ini dan lainnya (dari masalah taklif) tidak ditetapkan kecuali dengan syariat. Termasuk keyakinan ahlus sunnah juga bahwa Allah Ta’’a, tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi dari-Nya. Bahkan, seluruh alam adalah milik-Nya; berbuat apa saja pada keduanya. Jikalau Dia mengadzab ke neraka, maka itu adalah keadilan dari-Nya. Jikalau dia mengadzab semua orang yang taat dan shalih; serta memasukkan mereka ke neraka, maka itu adalah keadilannya dari-Nya. Tetapi, jika dia memuliakan mereka, memberi mereka nikmat, dan memasukkan mereka ke surga, maka itu adalah anugerah dari-Nya. Jikalau Dia memberikan nikmat pada orang-orang kafir dan memasukkan mereka ke surga, maka itu adalah hak Dia. Akan tetapi, Dia menginformaskan–dan informasi-Nya pastilah benar–bahwa Dia tidak akan berbuat seperti itu. Bahkan, Dia akan mengampuni orang-orang beriman dan memasukkan mereka ke surga dnegan rahmat-Nya. Sebaliknya, Dia akan mengadzab orang-orang munafik dan memasukkan mereka ke neraka sebagai wujud keadilan-Nya.

 

Baca juga: Muslim Muda Era Rasulullah, Apa Peran Mereka?

 

Zhahir hadits-hadits ini mengandung dalil bagi para pecinta kebenaran bahwasanya seseorang tidak berhak atas pahala dna surga karena ketaatannya.

Adapun firman Allah, “Masuklah kalian ke dalam surga itu, dikarenakan apa yang telah kalian kerjakan.” (An-Nahl: 32)

Dan, “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kalian dikarenakan apa yang telah kalian kerjakan.” (Az-Zukhruf: 72)

Serta, ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa dengan amalannya seseorang masuk ke dalam surga. Bahkan, makna ayat-ayat itu adalah bahwa masuknya seseorang ke dalam surga disebabkan oleh amal-amalnya, kemudian karena taufiqlah muncul amalan-amalan itu, dan karena hidayahlah amalan-amalan itu dikerjakan dengan ikhlas. Dan diterimanya amalan-amalan itu adalah karena rahmat dan karunia Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, benar dikatakan bahwa ia tidak masuk surga lantaran amalnya semata, dan inilah maksud dari hadits tersebut. Dan benar bahwa dikatakan bahwa ia masuk surga dengan amal-amalnya, yaitu disebabkan amal-amalnya, di mana amal-amal ini merupakan rahmat Allah.[]


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.



I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )

Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.

Kesempatan terbatas!


Terima kasih sudah membaca artikelnya. Yuk segera gabung di beberapa channel inspiratif yang sudah saya buat:

Dapatkan tips-tips menarik seputar dunia bisnis, penulisan, juga tausiyah singkat tentang hidup yang lebih baik. Nah, kalau ingin menjalani hidup sebagai penulis profesional yang dibayar mahal, ikutan saja E-COURSE MENULIS terkeren ini!


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Maaf, konten terlindungi. Tidak untuk disebarkan tanpa izin.