Adab Berdoa – Seorang mukmin tak akan menyia-nyiakan kasih sayang Allah. Karenanya, di tengah hirup pikuk hidup yang keras, sejujurnya ada jenak-jenak sesaat, kala ketulusan hati kita bicara, tentang kebergantungan kita kepada Allah yang Maha Perkasa. Saat kita dengan sadar mengakui kelemahan kita. Saat itulah, segerakanlah pengharapan, segerakanlah berdoa kepada Allah yang Maha Kuasa.

“Mintalah kepada Allah, karena Allah suka jika dimintai.” (HR. Tirmidzi)

Namun, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika berdoa. Karena doa pun ada adabnya.

Pertama. Pilihlah waktu yang tepat untuk berdoa.

Sebenarnya doa itu tidak terkait dengan waktu. Tetapi Islam memang mengajarkan ada waktu yang paling baik dan istimewa untuk berdoa.

Kedua. Gunakan keberadaan diri kita untuk meraih kesempatan berdoa.

Rasul menjelaskan di antara doa mustajab adalah doa orang tua kepada anaknya, atau doa anak yang berbakti dengan baik kepada orang tuanya dan doa seorang muslim untuk saudaranya muslim, tanpa diketahui oleh saudara yang didoakan itu.

“Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya secara diam-diam kecuali malaikat berkata, Dan untukmu seperti yang engkau mintakan untuknya’.” (HR. Muslim)

Ketiga. Mulailah berdoa dengan banyak-banyak memuji Allah.

“Jika salah seorang di antara kamu berdoa hendaknya memulai dengan memuji dan menyanjung Rabbnya, dan bershalawat kepada Nabi kemudian berdoa apa yang dia kehendaki.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ahmad, dan disahihkan oleh Albani)

Keempat. Mengangkat kedua tangan.

“Sesungguhnya Rabbmu itu Maha Pemalu dan Maha Mulia. Malu dari hambanya jika ia mengangkat kedua tangannya (memohon) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangannya.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Albani)

Kelima. Jangan mengeraskan suara, dan harus dengan rasa rendah diri.

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas.”  (Al-A’raf [7]:55)

Maksud ‘melampaui batas’ adalah melampui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

Keenam. Konsentrasi dan khusyuk.

“Mohonlah kepada Allah sementara kamu sangat yakin akan dikabulkan dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main.“ (HR At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Mundziri dan Albani)

 

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi Saat Kita Mengenal Allah?

 

Ketujuh. Tidak tergesa-gesa agar doa itu dikabulkan.

“Akan dikabulkan bagi seseorang di antara kamu selagi tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata, ‘Saya telah berdoa tapi tidak dikabulkan’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnul Qayyim menjelaskan tentang hadits ini dengan begitu apiknya, “Termasuk penyakit yang menghalangi terkabulnya doa adalah tergesa-gesa. Menganggap lambat pengabulan doanya sehingga ia malas untuk berdoa lagi.”

Padahal, bisa jadi antara doa dan jawabnya memerlukan waktu 40 tahun seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas. Atau, sebagaimana penjelasan dari Ibnul Jauzi, “Ketahuilah bahwa doa orang mukmin itu tidak akan tertolak, hanya saja terkadang yang lebih utama baginya itu diundur jawabannya atau diganti dengan yang lebih baik dari permintaanya, cepat atau lambat.”

Kedelapan. Berdoalah kepada Allah dalam segala keadaan.

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampui batas itu mamandang baik apa yang selalu  mereka kerjakan.” (Yunus [10]:12).[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.