motivasi hidup sukses

Motivasi Hidup untuk Lebih Semangat, Sukses, dan Bijak!

Motivasi Hidup – Banyak dari kita yang mengalami stres berkepanjangan karena masalah-masalah dalam hidup yang menerpa dengan begitu hebatnya. Padahal, kita bisa menikmati hidup ini asalkan memiliki motivasi hidup yang cukup.

Semoga artikel ini bisa memberikan motivasi hidup yang Anda butuhkan, ya.

 

1. Hidup Itu Seperti Kereta

“Life is a train, not a train station,” kata Paulo Coelho yang masyhur lewat Alchemist-nya itu. Maknanya, hidup itu seperti kereta, yang berpindah dari satu stasiun ke stasiun lainnya.

Artinya pula, hidup tak pernah menetap di satu stasiun dalam waktu yang lama.

Begitu sampai pada satu stasiun, menunggu penumpang untuk masuk dan juga keluar, setelah itu melanjutkan lagi perjalanan.

Sebagai kereta, hidup berarti terus bergerak. Terus menuju sesuatu.

Hal ini tentu berbeda dengan hidup sebagai sebuah stasiun. Ia menetap. Ia menunggu. Ia selalu di situ. Ia hanya menjadi pemantau, dari lewatnya kereta yang silih berganti hadir.

Begitu terus setiap hari.

Selamanya.

Hingga stasiun tersebut rusak atau tak digunakan lagi.

Hidup memang selalu tentang pilihan. Apakah kita berhasrat untuk menjadi kereta, atau menjadi stasiunnya. Semuanya adalah soal pilihan.

Dan hal-hal penting nan hebat, memang selalu sulit untuk dipilih.

Kita memilih untuk menjalani hidup sebagai apa?

Kereta, ataukah stasiunnya?

 

2. Rahasia Menjalani Hidup dengan Tenang

There is no growth without pain. Apakah modal utama untuk menggapai kesuksesan? Tujuan hidup. Semakin jelas tujuan hidup seseorang, disertai dorongan yang kuat untuk menggapainya akan membuatnya sampai ke tempat yang diinginkannya.

Dengan begitu, berapa juta kali pun dihantam sakit karena gagal, akan tetap melakukan hal yang sama: bangkit lagi. Kesakitan adalah nature’s order pada siapapun yang ingin melihat puncak.

Alam aktivitas kita dibagi menjadi dua: inner world dan outer world. Cara gampang memahaminya adalah begini: inner world adalah kastil pribadi kita. Berbagai macam rahasia, perasaan, rencana, dan mimpi-mimpi ada di sana. Sedangkan outer world adalah dunia di luar kastil pribadi kita. Ia adalah kehidupan di luar sana: sekolah, kantor, jalanan, dan lain sebagainya.

Nah, di antara kedua dunia ini, ada sebuah jembatan yang menghubungkan. Saat menghadapi kegagalan di outer world, janganlah hingga berefek dalam inner world. Apa yang terjadi di kehidupan luar sana, jangan sampai berefek pada keluarga, kehidupan pribadi, kesenangan-kesenangan yang biasa kita lakukan untuk memanjakan diri. Saat proses pulang dari outer world menuju inner world yang merupakan kastil pribadi, kita harus melewati jembatan.

Nah, di jembatan itulah kita membuat segala beban, sehingga tidak berpengaruh ke dalam kehidupan pribadi kita. Kita harus memiliki kontrol yang kuat dan kuasa penuh atas apa yang terjadi dalam diri sendiri. Dengan begitu, kastil pribadi adalah tempat yang nyaman dan aman untuk tempat pulang dan tinggal.

Ada dua macam kekhawatiran dalam hidup kita.

Pertama, reach-back, yaitu kekhawatiran hebat atas apa yang belum terjadi, bahkan berkemungkinan tidak akan pernah terjadi.

Kedua, after-burn, yaitu kekhawatiran yang karena mencemaskan atas apa yang telah terjadi. Kita menyesal berkepanjangan. Kecemasan dan kekhawatiran yang salah, tentu akan mempengaruhi mental juga tekad untuk maju ke depan.

Fokuskanlah diri pada satu hal. Jika kita melakukan satu hal dengan baik, hasilnya tidak hanya memuaskan, namun juga memberi kepercayaan diri.

Kita menjadi sangat percaya diri ketika kita tahu bahwa kita mampu melakukan satu hal dengan baik. Kefokusan menghasilkan spesialisasi. Kita perlu memiliki spesialisasi dalam hidup karena hal itulah yang akan menjadi dasar untuk berdiri dengan kokoh dalam tanah kehidupan.

Mengembangkan suatu keahlian berarti kita tidak bisa hanya melakukan sesuatu selama seminggu, kemudian beranjak dan mengerjakan hal lainnya. Fokus tidak sesingkat itu. Fokus membutuhkan waktu yang lebih lama. Menjadi sukses dalam hal apapun, berarti memusatkan diri pada satu keahlian utama selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.

Tal Ben-Shahar, dosen Harvard University, merumuskan konsep tentang orientasi waktu dalam kebahagiaan lewat The Hamburger of Happiness. Versinya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi kehidupan. Dan perbedaan dalam cara menyikapi itu dianalogikan dengan jenis hamburger.

Orang pertama, memilih makan burger dengan paduan daging saja. Orang ini berkarakter hedonis. Hidup hanya untuk saat ini. tidak memikirkan apa yang terjadi di depan. Saat memakan burger berpadu daging saja, ia tak memikirkan kesehatannya di masa depan.

Orang kedua, memilih burger dengan paduan sayur-sayuran saja. Orang ini berkarakter rat race, rela sengsara saat ini demi masa depan. Rela mengorbankan enaknya daging, dan memilih sayuran saja.

Orang ketiga, memilih burger dengan paduan acar saja. Orang ini berkarakter nihilism. Ia kehilangan gairah hidup. Ia orang paling sengsara. Ia tidak peduli masa sekarang, tak peduli juga masa depan. Ia tidak ada tujuan, sekadar hidup yang ‘numpang’ di dunia.

Orang keempat, memilih burger dengan paduan daging, sayur-sayuran, juga acar-acaran. Ialah orang yang berkarakter happiness. Ia tahu cara menikmati hidup. Baginya, hidup adalah untuk kesenangan hari ini, tetapi tetap harus memperhitungkan hari esok. Jadi, burger yang manakah yang engkau pilih?

Ada 5 bentuk kekayaan yang harus dimiliki, menurut Robin Sharma:

  • Kekayaan finansial, uang memberi kemudahan, kekuatan dan juga kebebasan.
  • Kekayaan relasi. Miliki hubungan baik dan berkualitas dengan keluarga, tetangga, teman.
  • Kekayaan kesehatan. Menjaga kesehatan dengan mengatur gaya hidup, makan dan olah raga teratur adalah asuransi terbaik untuk tubuh.
  • Kekayaan petualangan. Tentu, untuk apa memiliki banyak uang tapi hidup sangat membosankan, monoton, setiap hari bolak-balik dari rumah ke tempat kerja saja. Coba sesuatu yang baru. Lakukan perjalanan ke tempat-tempat baru. Lakukan hal-hal baru, belajar hal baru.

Teringat saya bagaimana catatan seorang tua yang memberikan wejangan kepada anak-anak muda saat masih banyak waktu untuk berbuat hal lebih banyak.

“Jika saya hidup sekali lagi,” tulis Jorge Luis Borges, orang tua itu, “saya akan berusaha untuk melakukan lebih banyak kesalahan. Saya tidak akan berusaha untuk menjadi sempurna. Saya akan lebih rileks. Saya akan menjadi lebih bodoh daripada sebelumnya. Dalam kenyataannya, saya hanya akan menanggapi beberapa hal dengan serius. Saya akan menjadi kurang higienis. Saya akan mengambil lebih banyak risiko. Mengambil liburan lebih banyak. Manatap tenggelamnya matahari lebih sering lagi. Mendaki lebih banyak gunung, merenangi lebih banyak sungai. Saya akan mengunjungi lebih banyak tempat yang belum saya kunjungi. Saya akan lebih banyak makan es krim dan lebih sedikit buncis. Saya ingin mendapatkan lebih banyak masalah nyata dan sedikit masalah khayalan. Saya merupakan salah satu dari orang-orang yang hidup layak. Dan sangat produktif dalam setiap menit kehidupannya. Tentu saja saya mempunyai momen-momen kebahagiaan. Jika saya bisa kembali saya akan berusaha hanya untuk mendapatkan momen-momen yang baik. Karena apa bila tidak tahu sebelumnya, bahwa hidup ini menghasilkan: hanya dari momen-momen; tidak kehilangan yang sekarang. Saya merupakan salah satu dari mereka yang tidak pernah pergi ke mana pun tanpa sebuah termometer. Satu botol air hangat, sebuah payung, dan sebuah parasut. Jika saya bisa hidup sekali lagi, saya akan berpergian lebih ringkas. Jika saya hidup sekali lagi, saya akan memulai untuk berjalan dengan kaki telanjang dari awal musim semi. Dan saya akan berjalan terus dengan kaki telanjang sampai musim gugur berakhir. Saya akan lebih sering menaiki gerobak. Merenungi fajar lebih sering lagi. Dan bermain dengan lebih banyak anak-anak kecil. Jika saya mendapatkan kehidupan yang lain di depan saya. Tapi kalian sudah lihat, umur saya sudah 85 tahun. Dan saya tahu bahwa saya sudah hampir mati.”

  • Kekayaan Kontribusi. Makna hidup sebenarnya ketika kita mendedikasikan diri untuk kepentingan orang banyak. Orang-orang besar itu dianggap hebat bukan karena ia hebat dalam memperkaya diri dan keluarganya saja. Mereka mendedikasikan diri untuk orang banyak. Nah, inilah kekayaan paling baik: kemampuan untuk sharing happiness: berbagi kebahagiaan dan kebermaknaan.

 

motivasi hidup untuk sukses

 

3. Kebahagiaan atau Passion?

Bahagia ataukah sukses, manakah yang lebih penting? Shawn Achor dalam buku The Happiness Advantage membuktikan bahwa kebahagiaan harus datang lebih dahulu, karena itulah syarat menjadi syarat untuk sukses. Ketika kita bahagia, otak menjadi terbuka, kreativitas muncul dan karya terbaik pun lahir. Kebahagiaan menjadi sebab, dasar dan juga fondasi untuk menuju sukses.

Jadi, kebahagiaan sama sekali tidak berhubungan dengan jumlah uang. Karena kelemahan uang justru menghilangkan kebersamaan dan gotong-royong. Saat ada uang, lebih suka untuk menyewa bukan bersama-sama membangun. Saat ada uang, lebih suka berpesta sendiri, bukan bersama-sama menikmati sesuatu. Selalu saja begitu.

Passion, mencintai apa yang kita kerjakan.

Passion bukan berarti ambisius. Tapi, karena kecintaan yang terlalu mendalam itulah hingga orang-orang beranggapan bahwa kita terlalu ambisius. Hal ini dapat dimaklumi, karena saat kita mencintai apa yang tengah kita kerjakan, maka kita akan melakukan ini dan itu dengan sangat fokus dan benar-benar mendalam. Dan itu memang terkesan ambisius.

Passion sangatlah penting untuk mereguk kesuksesan. Masalahnya hanyalah bagaimana cara kita menemukannya.

Coba kita cermati bagaimana seorang Elli Davis akhirnya menemukan passion-nya. “Aku seorang guru,” katanya, “tapi aku suka membaca tentang iklan real estate, dan aku senang melihat-lihat acara open house di akhir pekan. Aku takut untuk mencoba real estate, tetapi jika aku tidak pernah mencobanya, aku tidak akan pernah tahu sebagus apakah aku di bidang itu.”

Lalu, keajaiban itu terjadi. Hanya dengan mencobanya, Elli Davis menemukan jalan yang sesungguhnya menuju passion-nya dan melesat ke puncak profesi bidang real estate. Jalan yang memang seharusnya baginya.

Lalu, bagi kita yang sampai saat ini belum menemukan sebenarnya passion kita ini apa, teruslah menggali; teruslah mencari; teruslah mengamati banyak hal. Karena di antara segala hal yang betebaran di muka bumi ini, pasti ada satu yang menjadi daya tarik terkuat kita. Dan itulah awal mula menemukan passion kita.

Ikutilah kata hati. Uang akan datang pada akhirnya.

Passion menghasilkan semangat. Dan semangat dalam pekerjaan apapun kemudian akan menghasilkan uang yang bagus. Debbie Myers, wakil presiden dari GlaxoSmith Kline Biologicals menuturkan, “Aku tidak peduli berapa banyak uang yang aku hasilkan. Bukan itu yang menjadi alasanku mengambil suatu pekerjaan. Aku memilih suatu pekerjaan karena aku mencintainya. Dan pada akhirnya, aku pun digaji dengan cukup baik.”

Jadi, lupakanlah segera jumlah uang yang ingin didapatkan. Carilah cara untuk mencari makan, tetapi berilah juga makanan pada hati kita. Janganlah terlalu peduli dengan jumlah uangnya, pedulilah pada seberapa bergairahnya kita pada pekerjaan. Uang akan mengalir pada sendirinya.

Juga, karena kita hanya punya satu kehidupan di dunia ini, tentu akan lebih baik saat kita menjalaninya dengan menjadi apa yang kita cintai. Bila menghendaki diri menjadi kaya, taruhlah uang di bagian paling bawah dari skala prioritas, lalu letakkanlah passion di bagian teratas. Dan kita akan bangun pagi dengan keadaan senang karena melakukan pekerjaan yang kita cintai. Great money always follows great works.

Your work is going to fill a large part of your life,” kata Steve Jobs, “and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle.

Lakukan banyak hal yang kamu sukai. Sesering mungkin. Sekerap kau bisa. Ada banyak perubahan yang akan kau hadirkan di sana. Baik untuk dirimu, juga untuk semesta.

Berunggul-unggullah dengan gayamu sendiri. Cari lahanmu sendiri untuk bersinar. Karena setiap kita dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Jangan berusaha menjadi orang lain. Jadilah dirimu sendiri, yang kemudian bisa menginspirasi orang lain.

Dan cara terbaik menuju ke situ bukanlah dengan meniru orang lain, apalagi menjiplaknya habis-habisan. Selain engkau hanya akan dibanding-bandingkan dengan yang kau tiru itu, engkau juga takkan bertahan lama dalam belantara hidup yang selalu membutuhkan orang-orang yang berbeda, bukan yang sama ini.

Risiko bagi kita yang berpikir besar adalah selalu disalahpahami dan disalahmengerti. Ketika pikiran kita fokus pada hal-hal besar dalam hidup, maka hal-hal kecil akan terselesaikan dengan sendirinya. Ketika pikiran kita berpikir hal-hal kecil, kita akan menjadi sosok yang gampang tergoda, bertoleh, dan berhenti seketika.

Karena tidak ada hal besar yang menjadi tujuan, yang ada hanyalah remeh-temeh yang sebenarnya tak butuh banyak usaha untuk mewujudkannya. Hanya hal-hal besar yang menjalar di pikiran. Di sanalah, kemudian segala tutur, setiap lelaku, perlahan menata bata untuk menguatkan fondasi mewujudkan hal besar tersebut. Seolah tanpa sela. Seakan tanpa jeda.

Dan saat selesai, memulai untuk berpikir dan mewujudkan hal besar lagi. Satu bangunan selesai, masih banyak yang perlu diselesai pula.

 

4. Ubah Kesalahan Menjadi Karya

Kesalahan memang bukan hal baik. Akan tetapi, kita harus melihat hal positifnya. Kesalahan bisa melecut ide-ide. Karena kesalahan dan kegagalan adalah benih-benih kreativitas. Bahkan, seorang Albert Einstein pun bertemankan kantong sampah untuk menyampahkan ribuan formula-formula salahnya.

Ketika Albert Einstein mengajar di Princeton, murid-muridnya bertanya apa yang ia butuhkan di kantornya, dan ia menjawab, “Sebuah meja, beberapa buku catatan, dan sebuah pensil, serta sebuah tempat sampah yang besar untuk menampung semua kesalahan-kesalahanku.”

Formulanya yang paling terkenal E=mc2 juga ditemukan dalam proses yang sama. Pada manuskripnya pertamanya justru tertulis N=1/c2. Rupanya, ia sadar akan kesalahannya dan segera menulis lagi. Jadi, jika kita menginginkan ide yang menjadi tanda sepanjang masa dalam sejarah, olah lagi ide-ide yang telah kita buang. Kita harus memproduksi banyak sampah sebelum emas.

Pada masa-masa pertama fotografi, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengolah dan mencetak foto setelah gambar ter-capture.

Sampai pada suatu hari, saat George Land berjalan-jalan di pantai, dia mengambil gambar dengan kameranya dan anak perempuannya melemparkan pertanyaan yang sederhana, “Mengapa aku tidak bisa melihat fotonya sekarang?” George pun segera mendapatkan ide untuk foto instan, dan ia menemukan proses Polaroid.

Jangan memfokuskan pada hal-hal seperti kesuksesan, uang, penghormatan, atau penghargaan. Fokuslah pada kinerja yang sungguh baik, maka semua hal-hal lain yang baik akan menghampiri secara otomatis. Juga, berikanlah performa terbaik. Jangan sampai setelah pertunjukan selesai kita baru menyesali diri dengan, “Seandainya aku melakukannya dengan lebih baik.”

Kejarlah performa terbaik. Kesuksesan akan ikut dengan sendirinya.

Motivasi diri mutlak diperlukan untuk mengatasi segala keengganan dan kemalasan yang selalu menyergapi diri. Ada begitu banyak sifat buruk yang dapat menghinggapi diri. Misalnya adalah mengatasi rasa malu. Sejatinya, banyak orang sukses yang pada masa mudanya adalah pemalu, tetapi kemudian mereka terus mengatasinya hingga menjadi sukses. Menjadi pemalu bukanlah hal yang buruk.

Pada dasarnya, para pemalu cenderung menghabiskan waktunya berjam-jam untuk membaca, belajar, memusatkan perhatian, menggunakan imajinasi, dan belajar sesuatu hingga menjadi ahli. Dan itulah yang membuat mereka menjadi sukses.

Arthur Benjamin, profesor matematika paling jago di Amerika berkata, “Aku menghabiskan banyak waktu sendirian karena aku termasuk orang yang canggung dalam bersosialisasi. Aku ingin teman-temanku bermain denganku, tetapi aku bukanlah seseorang yang menjadi pilihan pertama dalam pemilihan tim sepakbola. Jadi, aku menghabiskan waktuku dengan mengerjakan soal-soal matematika.”

 

Baca juga: Kata-Kata Motivasi Penyemangat Hidup

 

5. Keluarlah dari Jebakan Kesibukan

Kita harus meyakini bahwa waktu sangat berharga. Kita tidak akan pernah memiliki cukup waktu, dan waktu berlalu sangat cepat. Waktu tak akan terulang, dan kita tidak dapat memperlambat berjalannya waktu.

Yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar hari-hari kita tidak terbuang sia-sia.

1. Rencanakan Aktivitas Esok Hari Sehari Sebelumnya

Motivasi hidup selanjutnya adalah bikin rencana aktivitas untuk esok hari. Pada malam hari, tulislah hal-hal yang harus kita lakukan esok hari untuk meraih tujuan yang kita tetapkan. Galilah informasi sebanyak mungkin, baik dengan menelepon maupun membaca.

2. Buatlah Prioritas

Motivasi hidup selanjutnya adalah buat prioritas. Berilah nomor setiap kegiatan dan urutkan dari yang paling sulit terlebih dahulu. Memang, kita sering kali tergoda melakukan aktivitas yang paling mudah lebih dahulu.

Akan tetapi, bayangkanlah bagaimana beban pikiran tentang pekerjaan yang sulit akan selalu menghantui saat sedang melakukan kegiatan yang mudah. Bayangkan, perasaan gembira ketika pekerjaan yang sulit sudah terselesaikan, dan bayangkan motivasi yang akan kita rasakan.

3. Tetaplah Berpegang pada Daftar Kegiatan

Motivasi hidup selanjutnya adalah bikin wish-list. Berilah tanda silang kegiatan yang kita kerjakan, jangan tergoda mengerjakan hal di luar daftar. Sering kali kita tergoda berbicara tidak penting lewat telepon dan membuka atau membaca email.

Telepon memang sulit diabaikan, tapi kita bisa tetap berkonsentrasi pada pekerjaan dan membiarkan mesin penjawab telepon bekerja serta mematikan program pemberitahuan email. Aturlah waktu tersendiri untuk mengecek email, misalnya setiap dua jam sekali.

4. Ingatlah Semboyan 3 D

Do it (kerjakan), Delegate it (delegasikan), atau Dump it (tinggalkan).

Tangani setiap kertas kerja hanya sekali saja. Baik sesuatu yang harus kita kerjakan sekarang, delegasikan kepada orang lain, atau singkirkan pekerjaan itu.

Perlu diingat –kerjakan hanya jika kita bisa mengerjakannya.

5. Jangan Menunda-Nunda

Motivasi hidup selanjutnya adalah jangan menunda-nunda. Kebiasaan menunda pekerjaan sesungguhnya ibarat pencuri waktu. Kita sering tergoda untuk menunda pekerjaan di lain waktu atau hingga memiliki waktu memikirkannya. Jangan menunda pekerjaan – kerjakan sekarang juga.

6. Rencanakan Waktu Luang

Motivasi hidup selanjutnya adalah rencanakan waktu luang. Lakukan aktivitas pada periode waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Jangan hanya pergi ke pusat kebugaran atau membuat janji dengan pelatih fitnes.

7. Jujurlah pada Diri Sendiri

Motivasi hidup selanjutnya adalah jujur pada diri sendiri. Ingatlah apa yang saya katakan pada bagian sebelumnya. Teruslah bertanya kepada diri sendiri, “Apakah yang sedang saya lakukan saat ini akan membawa ke arah yang ingin saya tuju?”

Jika jawabannya ‘tidak’ maka gantilah aktivitas kita.

Cara-cara di atas merupakan cara paling mudah agar dapat memanfaatkan waktu dan kehidupan dengan lebih baik. Gunakan slogan sebuah produsen sepatu terkemuka Nike, ‘’Just do it” (Kerjakan saja!).


Terima kasih sudah membaca artikelnya. Yuk segera gabung di beberapa channel inspiratif yang sudah saya buat:

Dapatkan tips-tips menarik seputar dunia bisnis, penulisan, juga tausiyah singkat tentang hidup yang lebih baik. Nah, kalau ingin menjalani hidup sebagai penulis profesional yang dibayar mahal, ikutan saja E-COURSE MENULIS terkeren ini!

Ingin menghasilkan ratusan juta dari skill menulis? Baca saja buku terbaru saya ini. Pembahasan super lengkap, dan bakalan bikin kamu yang hobi dan suka menulis, berubah selamanya! KLIK DI SINI atau pada gambar di bawah ini, ya!


Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!