Bisnis Baru Dibikin: Baiknya Jualan Pakai SEO atau Instagram?

Ketika kita baru membuka usaha, mana yang harus diutamakan? Apakah menggunakan SEO atau Instagram? Jawabannya akan bergantung pada jenis produk yang kita jual dan siapa target market-nya.

Mengapa begitu?

Penjelasannya seperti ini.

Bila Anda berjualan jasa, sebaiknya memaksimalkan SEO. Jika jualan fisik seperti hijab, ya mending memakai social media marketing atau dalam hal ini sih Instagram.

Dua-duanya sebenarnya sangat amat penting untuk bisnis kita di jangka panjang. Akan tetapi, saat kita baru memulai bisnis, di mana biasanya dana terbatas dengan keinginan yang tak terbatas, ya kita tentu saja harus menentukan prioritas.

Makanya, kita harus membuat yang namanya customer journey terlebih dahulu. Intinya sih, dimulai dari customer yang berpikir: eh, kayaknya gue butuh ….. kemudian sampai membeli itu dia melakukan apa saja. Dan yang bisa membuatnya, ya pemilik bisnisnya.

Masih bingung?

Tenang. Saya jelaskan pelan-pelan. Silakan diseruput lagi kopinya. Angsurannya juga jangan lupa dicicil tepat waktu.

Ada dua orang. Katakanlah namanya Fachmy dan Bayu. Fachmy ini adalah konsultan digital marketing dengan timnya yang bernama Enxyclo. Sedangkan Bayu adalah om-om jayus yang berjualan hijab.

 

 

Bayu ini memiliki brand yang bernama Athaya Hijab. Sebuah brand hijab keren yang asoi. Selama ini, Bayu berjualan hijab secara offline saja. Dengan cara membuka toko di sebuah ruko samping jalan yang mihilnyi minti impin dan menitipkannya ke beberapa toko pakaian muslimah di beberapa kota. Akan tetapi, Bayu merasa penjualannya segitu-gitu aja. Tidak bertumbuh. Stuck. Persis seperti kisah cintanya dulu dengan anak pak Haji Rukhin. Tak menemukan titik terang. Yang ada rintik-rintik hati yang gerimis karena Bayu selain tak bisa baca Qur’an dengan baik dan benar, juga tak kaya-kaya amat. Pak Haji Rukhin tak mau anaknya semadesu itu dapat suami.

Oke, kembali ke Bayu dan bisnisnya, ya.

Lalu, Bayu melihat kompetitor-kompetitornya kok jualannya kenceng banget di Instagram.

Bayu, yang merupakan om-om jayus dengan tingkat kegaptekan level Asgard, tentu saja tak tahu menahu bagaimana sih mengembangkan bisnis lewat instagram. Ia adalah orang lama yang berjualan pun dengan cara lama.

Jujur, sekarang mulai khawatir, karena jurus-jurusnya ternyata terasa usang dan sudah tak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

Bayu ingin tahu tentang mengembangkan bisnis lewat Instagram. Bayu ingin bisa.

Tapi bagaimana?

Ah, ya! Tanya saja sama Mbah Google.

Makanya, Bayu kemudian ngetik di Google: “cara jualan hijab di Instagram”.

Keluarlah sebuah artikel website di halaman pertama Google dan peringkat pertama pula. Nama websitenya adalah FachmyCasofa.com.

Bayu kemudian membaca artikel di website tersebut dengan saksama dan dalam tempo yang tak singkat-singkat amat, mengingat istrinya sudah merengek ngajak Bayu berburu ubur-ubur di sore hari. Sungguh sebuah keluarga yang halu memang.

 

Baca Juga: Mengapa Harus Jualan Lewat Instagram?

 

Bayu kemudian merasa terbantu dengan penjelasan di website tersebut, dan mencari kontak siapa pemilik website tersebut.

Akhirnya, di halaman depan website tersebut, terpampang foto Fachmy yang tampannya memang luar binasa cetar ulala tersebut, lengkap dengan tagline membahana:

Konsultan Digital Marketing yang Telah Dipercaya 1500 Brand di Indonesia dan Luar Angkasa. Bahkan, Trump dan Kim Jong Un pun Menyewanya!

Tanpa ba-bi-bu, Bayu segera menghubungi nomor kontak yang tertera, dan mengajak diskusi Fachmy lewat WhatsApp.

Setelah mesra-mesraan jarak jauh tersebut, mengingat Bayu berada di Labuan Bajo dan Fachmy berada di Solo, akhirnya Bayu pun secara mantap surantap menyerahkan maintenance Instagram marketing Athaya Hijab miliknya kepada timnya Fachmy yang bernama Enxyclo.

Mereka berdua, kini hidup bahagia. Kaya raya. Bisnis sukses. Tanpa utang. Tanpa riba. Dan tanpa teman-teman palsu yang datang hanya saat mereka bahagia, tetapi langsung hilang saat kesusahan melanda. Kzl memang.

jasa seo

 

Di sudut lain bumi dengan koordinat entah berapa.

 

Insyia, adalah gadis kuliahan yang dalam sehari bisa membuka Instagram hingga 4 jam lamanya. Selain karena ia tak punya kegiatan berfaedah lainnya, Insyia juga suka banget main Instagram. Anak milenial gitu loh.

Untuk mendukung aktivitas kuliahnya biar kece badai, Insyia pun ngetik di Instagram dengan tagar #jilbabkuliah.

Dan keluarlah akun Instagram dari Athaya Hijab.

Setelah membuka profil Athaya Hijab, Insyia kemudian makin ngiler karena di sana banyak sekali hijab-hijab bagus dengan model-model yang cuantik dan harga yang ramah di kartu ATM papanya.

Akhirnya Insyia mengontak CS Athaya Hijab dan menanyakan ketersediaan barang yang dia mau, dan ternyata ada. Setelah ngasih info kayak alamat, hobi, cita-cita, kesan-pesan, dan lain sebagainya, Insyia diminta untuk melakukan pembayaran.

Lalu, terjadilah momen indah itu. Insyia membeli hijab kesukaannya, dan Athaya Hijab mendapatkan pembeli baru. CS pun mendapatkan bonus karena bisa closing cepat kilat.

Di lain pihak, Bayu pun senang riang gembira ria. Karena Insyia-Insyia yang lain terus berdatangan seperti itu setiap lima belas menit sekali. Bayangpun, eh, bayangkan, betapa banyak dalam sehari itu Bayu mendapatkan pelanggan baru. Belum lagi pelanggan lama yang selalu membeli seminggu sekali.

Bayu senang. Kini ia ke mana-mana selalu tersenyum. Istrinya juga jarang manyun, karena Bayu selalu mengajak istrinya jalan-jalan ke luar negeri, seperti Timor Leste dan Zimbabwe.

Nah, dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan SEO dan Instagram di awal buka bisnis memang berbeda-beda. Tergantung dari siapa target market dari bisnis yang sedang kita jalankan.

Poin akhirnya adalah, ketika kita mau mengimpelentasikan sebuah strategi/taktik marketing, jangan pernah lupa sebenarnya kita jualan ke siapa dan bagaimana perilaku mereka dan beri prioritas strategi mana yang lebih cocok. Sayang banget budget, waktu, dan sebagainya kalau justru kita gunakan yang nggak sesuai dengan perilaku dari target market, kan?

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!