Mengapa Penerbit Menolak Naskah – Mengapa sih penerbit harus menolak naskah? Bukankah penerbit membutuhkan naskah? Lalu, mengapa penerbit harus sok jual mahal untuk menolak naskah dari para penulis? Tidak tahukah kalau menulis itu nggak gampang?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering mampir ke saya. Dan pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan, mengapa sebuah penerbit harus rela untuk menolak naskah yang kamu kirimkan.

Pertama, biasanya karena naskahmu tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit. Bagaimana mengetahui visi dan misi penerbit? Rajin-rajin saja ke toko buku atau pameran buku. Telisik seperti apa saja buku yang biasa mereka terbitkan. Dari sana kita bisa melihat, seperti apa kecenderungan dari produk yang dibuat oleh penerbit tersebut. Apalagi buku religi, biasanya memiliki fikrah-nya masing-masing. Telisik lebih jauh, karena kamu tak bisa mengirimkan naskah ber-fikrah Tarbiyah ke penerbit dengan fikrah HTI. Atau, kalau kita cerdas, dengan melihat katalog penerbit tersebut, kita akan sudah mengerti seperti apa kategori buku yang mereka terbitkan.

Kedua, daya jual yang rendah. Bagaimanapun penerbitan adalah industri. Semakin produk terjual laris, akan semakin untung, dan itu menjadi prioritas. Untuk apa sebuah penerbit menerbitkan buku yang memiliki daya jual rendah, padahal modal yang dikeluarkan sangat besar.

Ketiga, adakalanya penerbit memang menolak naskahmu mentah-mentah. Artinya resmi ditolak dan malas untuk meminta kamu melakukan revisi. Akan tetapi, ada juga yang naskahmu ditolak dengan catatan. Artinya, dari pihak editorial meminta beberapa revisi. Dan setelah revisi ini dilakukan, pihak editorial akan melakukan review ulang. Lalu, bila naskahmu memang kemudian menjadi lebih baik dan penerbit merasa cocok, kabar baik akan datang kepadamu, dan itu artinya bukumu siap untuk diterbitkan.

Ditolak memang sakit. Kekhawatiran penolakan adalah ketakutan yang wajar yang setiap penulis harus hadapi. Namun, satu hal yang perlu kita ingat, naskah ditolak oleh penerbit bukanlah akhir dunia.

Saya saja sebelum berhasil menerbitkan buku pertama, sempat ditolak penerbit sebanyak lima kali. Dan dari lima kali penolakan itu, saya menyadari bahwa naskah kita ditolak biasanya karena salah sasaran penerbit. Artinya, sebuah penerbit memiliki visi dan misinya masing-masing. Sesuaikan naskah yang kamu kirim ke penerbit yang sesuai. Jangan mengirimkan secara random. Tak tahu harus mengirim ke siapa? Datangilah toko buku atau pameran buku. Lihat produk-produk yang dikeluarkan oleh penerbit, dan lihatlah naskah kamu, mana yang paling cocok untuk kamu tawarkan naskah.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.