alquran

Keindahan Al-Qur’an

Keindahan Al-Qur’an memanglah tak terperi. Bahkan, orang-orang kafir pun mengakuinya. Suatu hari Abu Jahal meminta Walid bin Mughirah untuk berkomentar miring tentang Al-Qur’an.

Pada saat itu, Walid bin Mughirah merupakan raja penyair, dan paling ahli dalam hal lagu dan syair. Tapi, sang raja penyair itupun tak sanggup untuk menyembunyikan kekagumannya terhadap Al-Qur’an.

“Apa yang bisa saya katakan?”

Dan Walid pun kemudian menggubah sebuah syair yang menyiratkan kehebatan dan kesempurnaan Al-Qur’an. Mulai dari bahasa, keagungan pesan, serta kedalaman makna yang luar biasa di dalamnya.

“Demi Allah. Sungguh kata-katanya itu manis, kuat batangnya, banyak dahan, cabang, dan ranting-rantingnya. Serta buahnya yang ranum. Tak ada satu kalimatpun yang kalian katakan tentang Al-Qur’an, melainkan pasti akan terlihat bahwa perkataan kalian itu bathil,” kata Walid bin Mughirah.

Yah. Itu karena Al-Qur’an sangatlah unik. Redaksinya singkat. Namun sarat akan makna dan hikmah. “Setiap kali mengkaji Al-Qur’an senantiasa kutemukan hal-hal yang selalu baru,” kata Alija Izzetbegovic, mantan presiden Bosnia-Herzegovina.

Dan Al-Qur’an pula yang menjadi pelecut perubahan. “Perbaikan adalah mengeluarkan manusia dari gelapnya kesyirikan dan perbudakan menuju kebebasan umat manusia, dari perbudakan sesama menuju penghambaan hanya kepada Allah semata. Mengeluarkan manusia dari keculasan para pemimpin agama atau sistem-sistem buatan manusia menuju keadilan Islam. Dan mengeluarkan mereka dari sempitnya wawasan dan orientasi keduniaan menuju luasnya wawasan dan orientasi keduniaan dan keakhiratan sekaligus.” Kata Mughirah bin Syu’bah.

Banyak sekarang cendikiawan muslim yang menafsirkan ‘seenak udelnya’, padahal,“Dan barangsiapa yang berbicara tentang Al-Qur’an dengan pikirannya semata, maka persilakan menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Tirmidzi)

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir. Metode tafsir yang benar adalah. Menafsirkan ayat dengan ayat lain. Bila tidak terdapat ayat yang menafsirkan ayat tersebut bisa ditafsirkan dengan sunnah Nabi, karena ia merupakan penjelasan terhadap Al-Qur’an. Bila tidak juga ditemukan maka selanjutnya adalah mencari tafsirnya dari perkataan shahabat. Karena merekalah yang paling paham terhadap Al-Qur’an. Bila tidak ditemukan tafsirnya pula maka melacak kepada para tabi’in semisal Hasan Al-Bashri, Mujahid dan lain-lainya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa sebab umum kesalahan tafsir adalah memperlakukan Al-Qur’an sebagaimana teks biasa, yakni hanya berdasarkan arti bahasa semata. Tanpa melihat siapa yang berbicara, yakni Allah, siapa yang diajak bicara, yakni Rasulullah, dan tentang apa dan siapa ayat berbicara.

“Sesungguhnya kalian nanti,” prediksi Ibnu Mas’ud, “akan mendapatkan suatu kaum yang mengaku mengajak kalian kepada Kitabullah, padahal mereka membuangnya di belakang punggung mereka.”

Untuk itulah, bagaimanapun kita harus berusaha agar tidak di kategorikan orang yang menjauhi Al-Qur’an. Ibnu katsir menjelaskan bahwa beberapa sikap menjauhinya adalah: tidak mengimaninya, tidak membenarkannya, tidak mentadabburinya, tidak memahaminya, tidak mengamalkannya, tidak mengejawantahkan perintah-perintahnya, tidak meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan lebih suka kepada yang lainnya, baik itu berupa syair, perkataan, ucapan tokoh, dan nyanyian, daripada Al-Qur’an itu sendiri.

“Sesungguhnya orang mukmin menjadikan kitab Allah sebagai cermin. Sesekali dia melihat apa-apa yang Allah sifatkan kepada orang-orang mukmin, sesekali dia melihat apa-apa yang Allah sifatkan terhadap orang-orang yang tertipu, sesekali dai melihat sruga dan apa yang dijanjikan Allah di dalamnya, dan sesekali dia melihat neraka dan apa yang disiapkan Allah di dalamnya. Dia membaca kitab Allah dengan sedih karena rasa rindu terhadap sesuatu yang telah dijadikan Allah untuk dirindukannya, dan lari dari sesuatu yang dijadikan Allah untuk ditakutinya, laksana anak panah yang dilesatkan,” pesan Syumaith bin Ajlan.

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.