Writer’s Mindset

Menjajal Live Writing

Ambil penamu. Siapkan juga buku catatan. Keluarlah melihat sekitar. Rasakan ide-ide berhamburan mengalir lewat tangan, kemudian melumuri penamu dengan kerlip-kerlip kekata yang cantik untuk digoreskan di halaman putih buku catatanmu. Apa kegunaannya? (1) Menyegarkan lagi daya pandang imajinasi. Memberikan suntikan baru dan memberikan suplemen penguat yang akan mempertajam kekuatan bahan imajinasi. (2) Menghadirkan momen istimewa. […]

Menjajal Live Writing Read More »

Menulis yang Membebaskan

Nama pria ini John Mulligan. Umurnya sudah empat puluh sembilan tahun. Dia adalah seorang tentara Amerika yang bertugas pada masa perang Vietnam. Setelah pulang dari perang itu, Mulligan merasakan guncangan hebat dalam jiwanya. Ini tentu maklum saja, bagi penyuka sejarah, siapapun pasti tahu, medan Vietnam memang serasa neraka bagi serdadu Amerika. Di jantung kota San

Menulis yang Membebaskan Read More »

Menulislah untuk Diri Sendiri

Menulis dapat menghasilkan perubahan pada sistem imunitas dan harmonal dalam merespons beban stress, dan meningkatkan hubungan serta kemampuan kita dalam menghadapi stress, kata Joshua M. Smyth, psikolog di Syracuse University. Empat tahun lalu, Veronica Chapa mengalami depresi berat. Dia patah hati. Kecewa dengan mantan pacarnya dan merasa heran mengapa dia bisa memiliki lelaki macam Joni

Menulislah untuk Diri Sendiri Read More »

Menjadi Aktor Sejarah Lewat Menulis

Tak berbahagiakah engkau, saat justru dari tanganmu sendirilah sejarah menjadi alurmu? Tak riangkah engkau, saat justru peradaban tengah engkau sumbangi dengan goresan kekata yang tengah engkau upayakan? Pada abad ke-13, buku-buku di seluruh perpustakaan Baghdad, Irak, dibakar. Dari sanalah kemudian muncul gagasan yang melegenda itu, bahwa bila kita ingin mengubah suatu peradaban manusia, bakarlah semua

Menjadi Aktor Sejarah Lewat Menulis Read More »

Jalan Menulis adalah Jalan Kesungguhan

Dalam lintasan sejarah, kita mendapati nama-nama berikut terkenang hingga sekarang. Walau sunyi mengkawani setiap hari. Walau besi-besi menjeruji kebebasan. Semasa ditahan dalam penjara Glodok tahun 1934, Hatta merampungkan Krisis Ekonomi dan Kapitalisme. Awalnya ia tidak yakin bisa rampung, karena tidak boleh memasukkan kertas ke dalam bui. Yang boleh masuk hanyalah buku dan pensil. Semasa dibuang

Jalan Menulis adalah Jalan Kesungguhan Read More »

error: Maaf, konten terlindungi. Tidak untuk disebarkan tanpa izin.