Nama yang bagus adalah aset berharga. Nama merupakan sebuah label yang mengidentifikasi dan mendefinisikan sesuatu. Nama yang bagus bisa menciptakan brand. Dalam beberapa kasus, tidak banyak perbedaan antara dua produk, kecuali nama mereka. Jadi, koreksilah lagi nama yang kita punya.

Apakah ia sudah bagus, terlalu generik, ataukah justru terlalu aneh sehingga sangat sulit untuk diucapkan?

Pakar ilmu sosial menyebut ini sebagai expectancy theory atau pygmallion effect. Jika kita memiliki nama yang dianggap kurang menarik, orang tidak akan mengharapkan kita sebagai orang yang menarik, tak peduli apa yang mereka lihat. Nama asli kurang terlalu menjual?

Mungkin bisa diubah dengan nama baru yang lebih mudah diingat oleh orang. Tenang, nama itu hanya sebagai “nama panggung” saja. Nama di KTP tetaplah nama asli, tidak masalah. Nama ubahan hanya berfungsi sebagai elemen penguat brand saja.

Perhatikanlah bagaimana nama-nama berikut begitu sticky di otak: Tung Desem Waringin, Steve Jobs, Yoris Sebastian, Rene Suhardono, Guy Kawasaki, dan ehm, Fachmy Casofa.

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.