. . .

Hidup yang Memang Harus Terus Berubah

“Life is a train, not a train station,” kata Paulo Coelho yang masyhur lewat Alchemist-nya itu. Maknanya, hidup itu seperti kereta, yang berpindah dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Artinya pula, hidup tak pernah menetap di satu stasiun dalam waktu yang lama. Begitu sampai pada satu stasiun, menunggu penumpang untuk masuk dan juga keluar, setelah itu melanjutkan lagi perjalanan.

Sebagai kereta, hidup berarti terus bergerak. Terus menuju sesuatu.

Hal ini tentu berbeda dengan hidup sebagai sebuah stasiun. Ia menetap. Ia menunggu. Ia selalu di situ. Ia hanya menjadi pemantau, dari lewatnya kereta yang silih berganti hadir. Begitu terus setiap hari. Selamanya. Hingga stasiun tersebut rusak atau tak digunakan lagi.

Hidup memang selalu tentang pilihan. Apakah kita berhasrat untuk menjadi kereta, atau menjadi stasiunnya. Semuanya adalah soal pilihan. Dan hal-hal penting nan hebat, memang selalu sulit untuk dipilih.

Kita menjalani hidup memilih sebagai apa? Kereta, ataukah stasiunnya?

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.