Fear or Unpleasant Experience dalam Copywriting

Fear or Unpleasant Experience – Sejatinya, orang-orang selalu takut untuk kehilangan sesuatu yang sangat mereka sayangi. Orang-orang juga selalu ingin keluar dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Nah, tugas kita adalah mengolah ketakutan-ketakutan itu menjadi senjata.

Contoh 1:

Berhentilah sejenak dan ingatlah kembali ketika rumah Anda terlihat sangat tidak terawat. Karena rayap atau kualitas cat yang kurang bagus? Sekarang pikirkan mengenai situasi yang sama, karena Anda menggunakan Genoma, sehingga rumah Anda terlihat lebih cerah, lebih terawat, lebih berwarna, lebih harum, dan lebih bersih. Sekarang nampa lebih sempurna bukan?

Contoh 2:

Permasalahannya adalah bau, kusam, bocor, dan rusak. Maka, pakailah Genoma yang akan membantu Anda menyelesaikan semuanya.

Contoh 3:

Jadi, gunakanlah obat nyamuk Genoma ini atau rumah Anda akan menjadi sarang nyamuk.

Contoh 4:

Jadi, Anda memiliki pilihan: Anda memiliki rumah yang kotor, bau, dan tidak terawat atau Anda bisa mendapatkan rumah yang seperti baru lagi lebih bersih, cerah dan harum.

Contoh 5:

Kenapa banyak sekali orang yang terkena demam berdarah?

Contoh 6:

Lelah karena laptop bermasalah terus-menerus?

 

Baca juga: 3 Tips Dalam Menulis Headline yang Sulit Diabaikan Pembaca

 

Contoh 7:

Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk memperbaiki laptop Anda lagi.

Contoh 8:

Keadaan manakah yang membuat anda stress berlebihan: mencuci mobil sendiri atau memanggil jasa pencuci mobil profesional?

Contoh 9:

Anda tidak mungkin membawa teman ataupun kerabat Anda ke rumah tanpa memperbaiki dahulu kerusakan yang ada di rumah Anda.

Nah, sekarang, giliran Anda yang membuat dan mengolah ketakutan-ketakutan prospek menjadi senjata copywriting.

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.