Ilmu & Karya Category Archives

Saat Ilmu Tinggi Tanpa Kerendahan Hati

Ketinggian ilmu dan kerendahan hati memanglah harus selalu beriringan. Yang pertama meninggikan derajat kita di hadapan-Nya, yang kedua membumikan ketinggian derajat kita itu untuk kemashlahatan semesta; ia pun berbuah pahala pula. Indah nian dua kombinasi ini. Celakanya, bila timpang salah satu, hanya akan menjadi pencelaka, tak hanya diri, juga orang-orang yang tak mengerti ilmu dan tak tahu bagaimana berendah hati. Adalah kekhilafan kan selalu mengintai…

Read more

Muslim Muda Era Rasulullah, Apa Peran Mereka?

Muslim Muda Era Rasulullah, Apa Peran Mereka? – Tidaklah layak suatu urusan diserahkan kepada mereka yang tidak berhak untuk memikulnya karena ketimpangan akan menghampiri di segala sisi. Nah, pada sejarah kenabian, kita mendapati para pemuda mendapatkan tugas dan tanggungan yang sebegitu berat. Jika ditelisik, umur mereka seharusnya belum mampu untuk menanggung segala beban amanah yang terpikulkan. Tapi sepertinya, madrasah kenabian telah memberikan energi kecakapan kepemimpinan…

Read more

Atsar dan Peran Kita di Bumi-Nya

Setiap peniti jalan kebenaran, senantiasa meninggalkan jejak langkah indah. Bahasa Arab biasa menyebutnya dengan atsar. Dalam kamus Al-Muhîth, penyebutan kata tersebut berarti: sisa sesuatu. Pluralnya berbentuk atsârun atau utsûrun. Maka, jika ada lafal yang berkata: wa atsara fîhi ta’tsîran, ia memiliki bermakna: meninggalkan jejak. Atau dalam bahasa paling gampang kita bisa menyebutnya dengan: karya. Sibawaih, pakar ilmu nahwu yang tersohor itu, meninggalkan atsar berupa buku…

Read more

Mudamu untuk Kejayaan Agamamu

Mudamu untuk Kejayaan Agamamu – Ashabul Kahfi merupakan cerminan pemuda ideal yang konsisten dengan nilai Islam. Mereka melihat dunia dengan neraca iman. Taat kepada Allah dengan ketaatan optimal. Tak pula luntur dan larut dengan fenomena dan fakta yang terus menghimpitnya ataupun surut ke belakang karena belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Segala bentuk teror, intimidasi, tribulasi musuh menjadikannya semakin tegar dan semakin merasakan kemuliaan Islam. Imannya…

Read more

Menyala Lagi Cahaya Cordoba

Penaka panen raya di tengah kelaparan yang membusung lambung, bagi kaum Yahudi dan Kristen di Andalusia, kehadiran Thariq bin Ziyad dan pasukannya sudah dinanti-nanti. Polah Raja Gothic sudah memuakkan kehidupan mereka. Maka, sepenggal waktu kemudian, saat Thariq bin Ziyad dan 12.000 pasukannya yang masyhur dengan strategi bakar kapal demi melangitkan spirit pasukannya itu, berhasil melantakkan kepongahan kezaliman yang sudah meraja. Sebagai ibukota Andalusia, Cordoba kemudian…

Read more