Waktu, Tempat, dan Keadaan Mustajab untuk Berdoa

Berdoa memang disyariatkan sepanjang waktu. Akan tetapi, bukan berarti boleh berdoa sembarang tempat juga. Gua, kuburan, gunung, patung, jangan dijadikan tempat sebagai pemujaan apalagi tempat berdoa. Selain tidak disyariatkan, itu juga sebagai bukti kebodohan diri.

Setiap orang yang memanjatkan doa, hendaklah memerhatikan waktu-waktu ijabah serta bergegas menggunakan suasana maupun tempat yang menjadi salah satu unsur keterkabulan doa yang dipanjatkan.

Bagaimanapun, seorang mukmin hendaklah senantiasa memanjatkan doa kepada Rabbnya kapan dan di mana saja ia berada. Sebab, Allah berfirman, “Jika para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah bahwa) Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (Al-Baqarah [2]: 186)

Tapi, waktu-waktu dan keadaan serta tempat yang menyebabkan peluang keterkabulan doa menjadi tinggi, hendaknya mendapatkan perhatian lebih juga. Inilah waktu-waktu, keadaan, juga tempat di mana kemustajaban doa berpeluang sangat besar.

  1. Malam lailatul qadar.
  2. Pada waktu akhir malam.
  3. Usai menjalankan shalat fardhu.
  4. Waktu antara adzan dan iqamah.
  5. Saat tertentu yang terdapat pada setiap malam.
  6. Ketika dikumandangkan adzan sebagai penggilan untuk menunaikan shalat fardhu lima waktu.
  7. Ketika turun hujan.
  8. Ketika dalam barisan jihad di jalan Allah.
  9. Saat tertentu pada hari Jum‘at. Pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan pada waktu-waktu ashar pada hari Jum‘at. Bisa juga pada saat khutbah shalat Jum‘at.
  10. Ketika minum air zam-zam disertai niat yang tulus.
  11. Ketika sedang sujud.
  12. Ketika bangun tidur pada malam hari serta memanjatkan doa.
  13. Doa orang-orang usai kematian si mayit.
  14. Doa yang dipanjatkan setelah memberikan pujian kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi dalam tasyahud akhir.
  15. Ketika memanjatkan doa dengan menggunakan nama-Nya yang agung yang apabila digunakan untuk meminta kepada-Nya, maka Dia akan memberi.
  16. Doa yang dipanjatkan pada hari Arafah.
  17. Doa yang dipanjatkan pada bulan Ramadhan.
  18. Doa ketika kaum muslimin berhimpun di majelis dzikir.
  19. Memanjatkan doa dalam keadaan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah diiringi dengan keikhlasan sepenuhnya pula.
  20. Doa orang tua untuk kebaikan anaknya ataupun keburukannya.
  21. Doa ketika mengerjakan puasa hingga berbuka dan ketika berbuka.
  22. Doa usai berwudhu apabila seseorang memanjatkan doa.
  23. Doa yang dipanjatkan sesetelah melempar jumrah shugra maupun setelah melempar jumrah wustha.
  24. Doa yang dipanjatkan di dalam Ka‘bah dan doa yang dipanjatkan oleh orang yang mengerjakan shalat di dalan Hijir Isma’il, karena ia merupakan bagian dari Baitullah.
  25. Doa yang dipanjatkan di bukit Shafa, Marwah dan Masyaril Haram.
Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment