mendobrak pintu penerbit

Tujuh Jurus Mendobrak Pintu Penerbit

Kamu pasti berpikir, “Wah, ternyata susah juga ya menjadi penulis.” Di dunia ini tidak ada hal yang mudah. Semua akan terasa mudah saat kita tahu caranya. Mengendarai sepeda pada awalnya gampang? Tidak. Namun karena kita tekun berlatih, akhirnya kita bisa menaklukkannya. Sama seperti itu, ketika kita ingin menjadi penulis. Semua akan terasa indah saat kita memiliki passion untuk menaklukkannya. Makanya, tanyakanlah kepada dirimu sendiri, apakah menjadi penulis memang jalan yang sudah kamu pilih?

Bila memang iya, teruskanlah membaca buku ini, karena masih ada beberapa hal lagi yang harus kita perhatikan dalam menulis naskah buku, dan kemudian naskah tersebut menjadi primadona penerbit.

Pertama, teori menulis memang banyak dan perlu kita pelajari. Namun yang pasti, aplikasikan saja yang paling cocok dengan keadaan kita, karena tak semua teori tentang penulisan cocok dan sesuai dengan keadaan dan kemampuan kita. Tak usah terpaku dengan teori-teori menulis yang justru menyulitkan kita dalam melancarkan kata ketika menulis. Anggap saja itu pengetahuan yang wajib kamu ketahui, namun juga harus kamu terobos demi melahirkan teori baru ala kamu.

Kedua, cara paling baik berlatih menulis adalah dengan memulai menulis hal-hal yang ringan terlebih dahulu. Cara gampangnya misalkan berlatih menulis di blog, menulis status di media sosial, dan medium lainnya seperti Storial.co atau NulisBuku.com.

Ketiga, jangan pernah menulis sesuatu yang tidak kita pahami atau yang kita kurang tertarik untuk membahasnya. Tak usah menyiksa diri dengan hal-hal seperti itu. Austin Kleon, pengarang Steal Like an Artist, menyarankan agar kita menulis apa yang kita suka, bukan apa yang kita tahu. Berbeda ya rasanya, saat kita menulis apa yang kita suka. Rasanya akan mengalir deras kata demi kata. Berbeda dengan menulis apa yang kita tahu dan kita tidak suka. Rasanya sukar meneruskan kata-kata hingga menjelma karya.

Keempat, gaya menulis akan keluar dengan sendirinya, saat kita sudah banyak berlatih menulis. Tak usah memikirkan gaya menulis. Yang harus kita lakukan adalah memperbanyak latihan menulis lewat medium apa saja. Semakin sering kita berlatih menulis, kemampuan menulis kita akan baik dan kebermutuannya akan semakin meningkat.

Kelima, tak usah bermimpi menjadi penulis dengan beragam tema, sebelum kita berhasil di satu tema. Awal-awal, saya menulis buku religi. Bahkan, buku religi saya berjumlah 13—dan sekarang berjumlah lebih dari itu. Lalu, saya mulai merambah bidang lain yang saya minati, seperti tema kreativitas, pengembangan diri, bisnis, dan biografi. Jangan teruru-buru menjadi generalis, jadilah spesialis terlebih dahulu.

Nikmati prosesmu menjadi penulis. Jangan ingin cepat besar. Berproseslah, nikmatilah. Jadikan setiap dinamika menjadi tantangan yang membuatmu berproses menjadi penulis yang lebih baik.

Keenam, banyaklah membaca tulisan yang bermutu. Jangan terlalu banyak membaca media online dengan artikel penuh hoax dan dusta. Selain membuang-buang waktu, hal itu juga tidak akan membuat hidup kita lebih baik. Dan sayang sekali bila otak kita terpenuhi hanya oleh hal-hal “tak bermanfaat” seperti itu. Rasa hidupmu akan berbeda kok kalau kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca bacaan bermutu. Rasanya, akan lebih membuat hidupmu terasa tenang, hatimu tenteram, intelektualitasmu bertambah, dan saat kamu membuat karya, kamu akan terlecut berkarya sebermutu itu.

Ketujuh, mix-kan dalam menulis, antara pengetahuan yang kita kuasai dengan pengalaman sendiri untuk memperkaya gagasan dalam tulisan. Jangan lupa, sertakan pula pengalaman orang lain sebagai perbandingan. Di samping itu, sertakan pula hasil riset—sederhana tidak apa-apa, serta beberapa pengetahuan dasar mengenai tren dan kebutuhan pembaca saat ini. Dengan mengombinasikan semua hal tadi, yakin deh, naskahmu akan lebih menarik, unggul, dan memiliki kualitas yang baik.

Berbekal ketujuh hal itu, kita akan bisa mendobrak pintu penerbit. Walaupun, tentu ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan penerbit, seperti nama besar penulis, besarnya komunitas, dan sebagainya. Akan tetapi, sebuah karya bagus pasti menemukan jodohnya. Percayalah. Saya memang tidak menjamin tujuh hal tersebut akan serta merta membuat naskahmu diterima. Yang pasti, jika kamu mengabaikan ketujuh hal tersebut, naskahmu memiliki peluang besar untuk tertolak. []

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.

Leave a Reply