Trik Agar Tidak Grogi Saat Presentasi

Trik Agar Tidak Grogi Saat Presentasi – Pernahkah Anda saat diminta untuk menjadi pembicara tiba-tiba banyak air segede gaban yang keluar dari pori-pori kulit Anda? Itulah tanda Anda grogi. Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini cara-cara yang biasa saya lakukan.

Pertama, berpikir positif. Jangan rendahkan diri Anda dengan berjalan ke atas panggung dengan cara yang terlihat kurang percaya diri, misalkan agak membungkuk atau tangan yang bergetar. Pastikan Anda memiliki kepercayaan yang tinggi. Ketika Anda didaulat untuk menjadi orang yang berbicara di panggung, itu artinya Anda lebih “hebat” dari audiens Anda. Oleh karena itulah, Anda tak perlu berpikir negatif terhadap diri Anda sendiri. Berpikirlah positif dan yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa menaklukkan ini semua.

Kedua, tersenyum ramah. Sesampainya Anda di panggung, Anda akan seketika menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, langsung saja lemparkan senyum ramah Anda kepada penonton. Dengan begitu, Anda akan mengatasi grogi Anda, dan bisa menaklukkan audiens dengan hangat. Senyum adalah senjata terampuh untuk merekatkan dua hal yang masih belum terhubung, bukan?

Ketiga, mengenali medan perang. Bila Anda bisa datang lebih awal, maka datanglah karena itu adalah kunci untuk mengenali seperti apa panggung yang harus Anda taklukkan nantinya. Setiap kondisi pertunjukan selalu berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan Anda menguasai panggung seperti apa yang harus Anda pijak nantinya. Dengan mengetahui panggung tersebut terlebih dahulu, Anda akan lebih siap dan mantab. Para jenderal perang terdahulu, baru bisa menentukan strategi perangnya kalau sudah bisa memetakan kondisi lapangan. Artinya, ia mengetahui bagaimana medan peperangan yang sedang dihadapinya. Nah, seperti itu juga ketika Anda sebagai pembicara. Kuasailah medan. Caranya adalah dengan mengetahui seperti apa para audiens yang sedang ada di hadapan Anda sekarang. Kelilingkan pandangan mata Anda ke seluruh ruangan, sehingga Anda dengan cepat bisa memetakan.

Keempat, buka presentasi Anda dengan cerita. Ini adalah cara yang ampuh agar Anda bisa menarik audiens. Hal ini sering saya lakukan karena lewat pembukaan berupa cerita, bisa menarik audiens untuk langsung terlibat dengan materi apa yang hendak kita sampaikan. Storytelling is king!

[ Baca juga: 4 Faktor untuk Menjadi Pembicara yang Baik ]

Kelima, atur napas Anda sendiri. Jangan biarkan Anda tersengal-sengal. Tak usah terburu-buru. Bila Anda terasa bergetar dan sedikit ketakutan, atasi dengan berjalan-jalan di atas panggung. Hal ini juga membuat pertunjukan Anda lebih atraktif dan menarik. Selain itu, juga bisa mengurangi grogi Anda.

Keenam, sesuaikan gaya bicara Anda. Gunakan tema pembicaraan yang sesuai dengan tingkat kemampuan daya tangkap audiens sehingga mereka tidak menjadi bosan dan kemudian mengabaikan pembicaraan kita. Yaiya dong, jelas banget bahwa audiens cenderung bosan dan mengobrol atau mengantuk ketika pembicara menyampaikan materi yang tidak bisa ditangkapnya. Selain itu, gunakan pilihan kosakata yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pendengar agar tidak terjadi salah komunikasi.

Ketujuh, tak usah takut. Berani memulai berbicara dan berusahalah mencari celah untuk menarik antusiasme audiens guna menghidupkan suasana komunikasi kita. Sebagai pembicara kita harus tenang untuk menghindari alur berpikir yang melompat-lompat atau cerita yang tidak runtut sehingga dapat membuat pembicaraan kita terlihat tidak tentu arahnya.

Selamat mempraktikkan!

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.