Biografi Anies Baswedan (1): Turun Tangan untuk Indonesia

biografi anies baswedan

Anies Baswedan. Awall-awal, kemasyhurannya adalah sebagai rektor Universitas Paramadina di Jakarta, dengan rekor sebagai rektor termuda yang pernah dilantik di Indonesia, karena kala itu usianya baru lah 38 tahun. Prestasi yang teramat langka dalam dunia akademik Indonesia.

Dalam kepemimpinannya, Universitas Paramadina mengalami lonjakan kualitas. Program-program yang memiliki daya terobosan hebat mengalir dari gagasannya, dan menjadikan Universitas Paramadina menjadi kampus swasta yang diminati dan masuk jajaran kampus tujuan utama bagi banyak calon mahasiswa baru.

Kiprahnya dalam dunia pendidikan tak hanya itu. Dia juga masyhur sebagai pendiri Gerakan Indonesia Mengajar, yang aktif mengajak para sarjana dengan kemampuan unggulan untuk mengabdikan diri dengan mengajar selama satu tahun di pelosok-pelosok negeri.

Hebatnya, anak-anak muda dengan sederet prestasi dan kenyamanan masa depan yang sudah pasti, lebih memilih untuk terprovokasi ide brilian nan bermanfaat yang digulirkan olehnya, untuk menjalani tiga ratus enam puluh hari di daerah tak hanya listrik yang tak ada, sinyal ponsel pun bahkan masih mikir-mikir menjangkau daerah tersebut.

Dia lah Anies Baswedan. Sosok muda yang mampu menggerakkan ribuan anak muda terbaik negeri ini turun tangan memperbaiki kondisi negeri. Anies adalah tipikal pemimpin yang bisa menebar optimisme. Yang bisa mengajak banyak orang untuk turun tangan. Yang bisa membuat banyak orang rela mengajukan diri tanpa paksaan, untuk ikut membangun negeri ini. Yang membuat orang-orang terinspirasi, lalu dengan sendirinya berbondong-bondong ikut menyalakan lilin harapan dan bergotong royong memakin terangkan cahaya harapan itu ke semua lini kehidupan kebangsaan.

Inilah Anies Baswedan. Sosok nyata model pemimpin modern. Pemimpin yang memiliki integritas, dan mau untuk membagi kemampuannya itu kepada generasi muda Indonesia lainnya. Pemimpin yang mau turun tangan berjuang, dan juga mau menghargai pejuang. Pemimpin yang peduli pendidikan, karena pendidikan adalah akar untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah harus terimbangi dengan kualitas manusianya. Tanpa itu, Indonesia akan terus terjajah di lumbungnya sendiri.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!