1% Rule & Co-Creation

“Creativity is just connecting things.” –Steve Jobs

1% Rule

Selalu saja ada satu persen inisiator yang menggagas satu hal kreatif dalam sebuah kelompok. Satu persen itulah yang akan mengendalikan creative output, sehingga hal itulah yang membedakannya dengan para kontributor. Kontributor hanya akan ikut nimbrung selama proses kreatif itu berlangsung, akan tetapi inisiatorlah yang memutuskan siapa yang boleh bergabung dan kapan hal tersebut dilaksanakan. Itulah 1% rule.

Dalam sebuah grup online yang dihuni seratus anggota misalnya, hanya akan ada satu orang yang berkreasi untuk mengkreasi konten, sepuluh orang yang berinteraksi dengan konten tersebut—memberikan komen dan usulan-usulan tambahan perbaikan—sedangkan sisanya just view it, kemudian berlalu.

Satu orang itulah mutiara berharga yang mengendalikan perubahan.

Co-Creation

Ranah kerja efektif dari Co-Creation adalah saat developers and stake holders working together. Cara kerjanya adalah dengan menangkap ide-ide kreatif dari orang-orang luar perusahaan: 99,995% of the people don’t work at your company. They might have some good ideas. Why not capture them? Begitu ide dasarnya. Di luar negeri, kita mengenal threadless.com dan inkfruit.com. Di dalam negeri kita mengenal gantibaju.com, thinkcookcook.com, serta distrokdri.com. Kesemuanya menggunakan pola Co-Creation: meng-capture ide-ide brilian dari orang luar perusahaan yang kemudian dijadikan produk. Tentu, dengan beberapa pembagian keuntungan antara pemilik ide dan pembuat produk.

Terdapat lima tahapan dalam melancarkan Co-Creation. Pertama, inspire participation. Picu dan tantanglah orang-orang kreatif di luar sana untuk mau bergabung dan menerima tantangan yang kita berikan. Kedua, select the very best. Setelah tantangan selesai, maka akan kelihatan siapa pemilik ide terkreatif. Jadi, tak usah ragu-ragu untuk segera memilihnya. Ketiga, connect creative minds. Bertemulah dengan pemilik ide brilian, lalu salinglah mengkoneksikan diri sehingga tercipta produk supercemerlang. Keempat, share result. Setelah produk jadi, saatnya mendistribusikannya. Bila sifat produk jadinya masih memungkinkan untuk dikembangkan lagi, jangan segan untuk melakukan share lagi. Salah satu kunci sukses iPhone App adalah pembagian profit: developer sebanyak 70%, dan 30% untuk pihak Apple. Kelima, continue development. Konsep Co-Creation dianggap berhasil ketika produk itu berhasil digunakan dalam waktu jangka yang sangat lama. Maka, penyempurnaan sedikit demi sedikit mutlak diperlukan.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Langkah Awal Menulis Buku Nonfiksi

Menulis buku non fiksi membutuhkan beberapa tahapan. Berikut ini adalah langkah-langkah awal untuk memulainya.

1. Tentukan Tema

Langkah pertama dan terutama memanglah menentukan tema apa yang hendak ditulis. Saat tema sudah di dapat, barulah dapat menentukan langkah selanjutnya untuk memulai menulis. Tema bukanlah judul. Misalkan begini:

Tema: Memotivasi Muslimah Agar Selalu Percaya Diri

Judul: Energi Percaya Diri Sang Bidadari Bumi

Sudah mengerti bedanya? Tema adalah garis besar dari isi buku yang akan kita tulis. Sedangkan judul, hanyalah pemercantik luarnya saja. Karena judul selalu mengandung unsur: bagaimana lebih menarik perhatian calon pembaca, bombastis, dan unik. Di lain kesempatan akan kita bahas mengenai bagaimana cara membuat judul yang powerful.

2. Kumpulkan Referensi

Carilah semua referensi yang memungkinkan untuk mendukung naskah yang sesuai dengan tema tersebut. Untuk referensi dibagi menjadi dua macam, yaitu: Referensi Utama, dan Referensi Pendukung. Usahakan untuk Referensi Utama minimal tiga sampai lima buku. Sedangkan untuk referensi pendukung, terserah jumlahnya. Semakin banyak semakin bagus. Untuk Referensi Utama, usahakan jangan berasal dari artikel di internet atau koran. Usahakanlah Referensi Utama berupa buku. Sedangkan untuk Referensi Pendukung lebih fleksibel. Bisa berupa artikel di internet, koran, ataupun dari catatan sendiri yang berasal dari ceramah, renungan, dan lain sebagainya.

Jangan lupa, baca semua referensi tersebut dengan seksama. Karena dengan membaca semua referensi yang berhubungan dengan tema yang akan digarap nantinya itu, akan semakin memperkaya wawasan kita dan semakin mempermudah untuk penulisannya. Jangan lupa, catat atau menggarisbawahi bagian-bagian terpenting dari referensi yang menjadi poin acuan dari gagasan yang terdapat dalam buku tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Setiap Kita adalah Musafir di Dunia Ini

Deklarasi kebaikan mutlak dikumandangkan tiap hari baru mulai menyapa. Menyedikitkan dosa baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena jika tidak menggesa dan memaksa diri untuk lebih baik, akan menimbulkan pesta syaithan yang menjingkat-jingkat.

Bukankah hidup pasti berakhir? Maka, pada tiap sisa waktu yang kita punya, semoga ia adalah suatu aktivitas yang masuk kategori ketaatan kepada-Nya.

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Hud [13]: 114)

Bayarlah segala keburukan itu dengan kebaikan. Karena dosa-dosa itu ibarat debu yang kemudian terhapus oleh derasnya hujan kebaikan. Tetapi, mengakui kesalahan, kebodohan, dan segala kekurangan diri adalah perkara paling rumit yang dialami manusia yang ingin berubah. Maka, berhati-hatilah .…

Mari sejenak berkelana ke selaksa hikmah dari Fudhail bin Iyadh.

Suatu hari, Fudhail bertanya kepada seorang lelaki.

“Berapa umurmu?”

“Enam puluh tahun,” jawab lelaki itu.

Sesungguhnya Anda telah 60 tahun menuju Rabb-mu. Dan kini Anda hampir sampai.” Kata Fudhail kemudian.

Lelaki itu kemudian berkata, “Innalillahi wa inna lillahi raji’un …”

Mendengar ucapan lelaki itu, Fudhail berkata, “Tahukah Anda bagaimana maksud dari kalimat itu?”

“Beritahukanlah kepada kami tafsirannya wahai Fudhail,” pinta lelaki tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Bila Antusiasme Penulis dan Pembaca Bertemu

Joker. Kulit putih pucat, rambut hijau berminyak dengan tubuh kerempeng. Karakter ini diganjar sebagai juara tertinggi dari 100 Greatest Villains of All Time oleh Wizard. Pria aneh dengan cengiran lebar. Beraksi gila dalam perampokan bank, pembunuhan berantai-rantai secara gelap, hingga pembunuhan massal. Dan coba tebak, ia melakukan semua itu karena ia pikir, “Ini menyenangkan!”

Penjahat kelas kakap lain macam Lex Luthor paling-paling hanya ingin menghancurkan musuh bebuyutannya saja. Tapi Joker, ia tak puas dengan itu. Ia bermain-main dulu dengan orang-orang terdekat musuh utamanya. Ia bermain-main dengan mereka dalam ruang kejahatan yang sangat pekat nan rumit. Keluarga komisaris Gordon, Todd, Barbara, semua kena ulah anehnya.

Setiap kemunculannya dalam komik, Joker selalu menghadirkan semangat di benak pembaca. Kesintingan, kerumitan, keanehan, ketidakkontrolannya, berbanding terbalik dengan Batman yang keras namun terkalkulasi.

Joker memegang rekor penjahat dengan otak paling brilian dalam kesintingan kejahatan, dan korban terbanyak dalam aksi brutalnya. Dan yang paling menakutkan dari itu semua adalah, ia tidak mencari keuntungan berupa kekayaan dari aksi-aksinya itu. Bginya itu adalah aksi dari penjahat kelas teri. Ia menganggap semua kejahatannya adalah lelucon. Ia kira semua itu adalah hal yang menyenangkan dan lucu!

Kegairahan. Gelora semangat. Minat besar terhadap sesuatu, biasa tersebut dengan antusiasme. Bagaimana bila antusiasme penulis bertemu dengan antusiasme pembaca?

 

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Penulis, Propaganda, dan Massa

Hitler. Secara lihai menghadirkan propaganda secara lengkap dan detail untuk memengaruhi. Ia menggagaskan adanya keharusan sebuah simbol bagi perjuangan partai Nazi. Fungsinya sebagai perwakilan simbol perjuangan, kebangkitan semangat, kepercayaan diri, dan penggalangan kekuatan massa secara massal.

Dalam Mein Kampf-nya pun dinyatakan seperti itu, bahwa tidak akan diperoleh banyak pengikut melalui sekadar penjelasan dan instruksi, akan tetapi ada dua hal pokok yang dapat menggerakkan massa: kesetiaan emosional dan histeria.

Jadilah perangkat-perangkat propaganda diluncurkan. Logo swastika akhirnya dipilih karena legendanya dan keberadaanya yang familiar selama ribuan tahun. Logo itu selalu mewakili ‘kebesaran’ dalam peradaban kuno. Tapi Hitler memodifikasinya, swastika ia balik ke arah kanan.

Untuk warna dalam bendera pun ia tak main-main. Merah adalah sosialisme, putih nasionalistis, dan hitam pada logo swastika adalah kemenangan dan kemurnian. “Keserasian warna paling brilian yang pernah ada,” pujinya pada pemilihan warna itu.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!