Sabar dan Syukur adalah Kunci dalam Hidup

sabar syukur kunci hidup

Terciptanya kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja dengan benar sesuai dengan petunjuk-Nya, dan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Bila kita mengenal Rasulullah sebenar-benar, tak kan ada tata cara peribadahan yang menyimpang dan membuat-Nya murka. Tak akan ada ceritanya penyembahan yang berbentuk kesyirikan. Ataupun beragam bentuk peribadatan lain yang menyesatkan dari jalan ibadah yang telah digariskan oleh-Nya.

Dengan begitu, kecukupan untuk senantiasa hanya bertaat-taat kepada-Nya, dan bukan selain-Nya, akan senantiasa dilazimi diri.

“Sesiapa berbuat baik di siang hari, dia kan dicukupi pada waktu malamnya. Sesiapa berbuat baik pada malam hari, ia kan dicukupi pada waktu siangnya. Sesiapa jujur nan tulus meninggalkan syahwat, Allah kan menghilangkan syahwat tersebut dari hatinya. Allah terlalu mulia bila menyiksa hati yang ditinggalkan oleh syahwatnya,” kata Abu Sulaiman Ad-Darani.

Hadirnya Rasulullah Muhammad sebagai hamba yang mulia di tengah umat manusia merupakan karunia Allah yang amat besar bagi kaum muslimin. Beliau adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia di dunia. Risalah yang dibawa beliau tidak hanya diperuntukkan kepada wilayah, ras, suku atau bangsa tertentu saja. Akan tetapi, untuk seluruh manusia di bumi tanpa tersekat oleh wilayah, bangsa atau warna.

Dengan hadirnya Rasulullah di tengah-tengah kita, beserta Al-Qur’an dan tata cara hidup yang telah dipraktikkannya, membuat kita mampu membedakan antara yang hak dan bathil, serta jalan menuju Allah menjadi sangat jelas dan terang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Sabar dan Syukur adalah Kunci Kehidupan

Terciptanya kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja dengan benar sesuai dengan petunjuk-Nya, dan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Bila kita mengenal Rasulullah sebenar-benar, tak kan ada tata cara peribadahan yang menyimpang dan membuat-Nya murka. Tak akan ada ceritanya penyembahan yang berbentuk kesyirikan. Ataupun beragam bentuk peribadatan lain yang menyesatkan dari jalan ibadah yang telah digariskan oleh-Nya.

Dengan begitu, kecukupan untuk senantiasa hanya bertaat-taat kepada-Nya, dan bukan selain-Nya, akan senantiasa dilazimi diri.

“Sesiapa berbuat baik di siang hari, dia kan dicukupi pada waktu malamnya. Sesiapa berbuat baik pada malam hari, ia kan dicukupi pada waktu siangnya. Sesiapa jujur nan tulus meninggalkan syahwat, Allah kan menghilangkan syahwat tersebut dari hatinya. Allah terlalu mulia bila menyiksa hati yang ditinggalkan oleh syahwatnya,” kata Abu Sulaiman Ad-Darani.

Hadirnya Rasulullah Muhammad sebagai hamba yang mulia di tengah umat manusia merupakan karunia Allah yang amat besar bagi kaum muslimin. Beliau adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia di dunia. Risalah yang dibawa beliau tidak hanya diperuntukkan kepada wilayah, ras, suku atau bangsa tertentu saja. Akan tetapi, untuk seluruh manusia di bumi tanpa tersekat oleh wilayah, bangsa atau warna.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!