Ada Apa Dengan Cinta 2 dan Segala Kebaperan Generasi 90-an

Ada Cinta, Ada Rangga. Setelah 14 tahun, masih adakah Cinta? Masih ada sih, hanya saja sebesar apa, kita sama-sama belum bisa menerkanya.

Ada Apa dengan Cinta yang dirilis pada tahun 2002 disebut-sebut sebagai penanda bangkitnya perfilman Indonesia. Racikan ciamik sutradara kece Rudi Soedjarwo berpadu dengan akting brilian dari Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra dan masih ditambah lagi dengan balutan soundtrack dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed, membuat film ini memang top dan tak ada duanya. Bagusnya kebangetan!

Saya ingat banget, dulu sampai terjadi antrian panjang untuk nonton film fenomenal ini. Koran-koran nasional sampai terheran-heran dan menjadikan ini sebagai fenomena. Saya waktu itu, nggak bisa nonton di bioskop. Selain karena nggak punya duit, juga karena nggak pernah ke bioskop. Lalu, di mana saya nonton? Di rumah teman, pakai VCD player, dengan—ehm, tentu saja—memutar VCD bajakan. Dan saya sama teman-teman kemudian sepakat bahwa Cinta memang cantik. Hmm, seharusnya konklusi seusai menonton film ini bukan itu kan, ya? Oke, saya dan teman-teman kemudian sepakat bahwa Rangga ganteng.

1 – Akan Terjadi Baper Berjamaah di Bioskop

Mereka yang dulu menontonnya bersama teman atau pasangan akan keingat lagi. Kenangan itu akan hadir lagi. Kita semua tahu kan, masa-masa SMA adalah fase terindah dalam hidup. Bayangkan seluruh bioskop mewek, dengan tisu berserakan di mana-mana. Bapernya karena keinget masa lalu pas nontonnya masih di VCD bajakan, dan baper karena akhirnya melihat Cinta and the gang serta Rangga dalam satu screen lagi. Ini momen bakalan bikin banyak penonton kemecer, gemes, dan nggak mau balik dari bioskop.

2 – Cowok-Cowok Keriting akan Sok Cool Lagi dan Sok Puitis

Karena efek Nicholas Saputra berperan Rangga di film AADC pertama, cowok-cowok berambut keriting, keriwil, dan ngombak berlebihan yang ada di sekolahan tiba-tiba berlagak sok cool dan sok puitis. Ketemu cewek-cewek yang agak seger dikit di sekolah, langsung berhenti dan tiba-tiba berpuisi sekenanya. Biasanya sih langsung ngejeplak, “Aku adalah binatang jalang …” dengan dagu sedikit di angkat dan dua tangan terlentang agak ke atas.

Ya ya ya, walau kita semua tahu refleks dari cewek-cewek itu sama, “Najis, lu!”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!