Menentukan Personal Branding (6): Your Network is Your Net Worth

“Everyone should build their personal brand. Your goal doesn’t need to be to be famous, just figure out how to be known for being awesome at one single thing. Everyone has a brand, whether you intended to have one or not—good or bad, the people who know you have an image of you in their head. Your goal should be to be in control of this. Think to yourself—what can I be best in the world at and develop that skill, and be known for that.”

Matt Willson

Seberapa luas networking kita? Bukan. Bukan seberapa banyak mengenal orang. Tapi, seberapa banyak mereka mengenal kita dan sudah bisa memetakan dengan jelas apa keahlian kita.

Sepuluh singa lebih baik daripada seribu domba. Network yang sedikit, tapi pengelolaannya baik, tentu akan lebih baik. Karena toh, pada dasarnya kita tidak bisa meng­-handle semua networking itu. Tentu saja ada yang harus kita lepaskan dan ada yang harus dijaga. Sehingga, yang sedikit itu bisa menjadi network yang ikatannya emosional, bukan transaksional. Bukan yang satu selesai, sudah. Tapi bisa repeat, hingga berkali-kali. Karena memang ada value yang diusung bersama-sama.

Mengambil hal yang bukan keahlian kita itu berbahaya. Kredibilitas dibangun bukan dengan sok tahu, tapi dengan, “Memang benar-benar tahu akan hal itu.” Kredibilitas tidak membuat mata terkesima, tapi membuat hati terngiang-ngiang, “Wah, orang ini memang jagonya.” Oleh karena itulah, tidak ada ceritanya kredibilitas dibangun dalam satu-dua hari.

Berjejaring, memerlukan kredibilitas. Cara membangunnya tentu dengan sincerity yang dijaga baik-baik. Berikanlah peluang kepada orang yang memang seharusnya menerima peluang itu. Bukan semuanya kita ambil, padahal itu bukan wilayah keahlian kita. Hasilnya? Selain kredibilitas akan tergerus, kita tak memiliki mental keberlimpahan. Percayalah. Saat dengan tulus kita memberikan sebuah peluang kepada orang lain yang memang seharusnya menerimanya, di lain hari kita akan menerima perlakuan serupa. Bahkan, seringnya lebih besar. Itulah rumus sederhana menggandakan rezeki.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (4): Create Your Good Name

Nama yang bagus adalah aset berharga. Nama merupakan sebuah label yang mengidentifikasi dan mendefinisikan sesuatu. Nama yang bagus bisa menciptakan brand. Dalam beberapa kasus, tidak banyak perbedaan antara dua produk, kecuali nama mereka. Jadi, koreksilah lagi nama yang kita punya.

Apakah ia sudah bagus, terlalu generik, ataukah justru terlalu aneh sehingga sangat sulit untuk diucapkan?

Pakar ilmu sosial menyebut ini sebagai expectancy theory atau pygmallion effect. Jika kita memiliki nama yang dianggap kurang menarik, orang tidak akan mengharapkan kita sebagai orang yang menarik, tak peduli apa yang mereka lihat. Nama asli kurang terlalu menjual?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!