Transcreation & Target Reader

“Translation is not a matter of words only. It is a matter of making intelligible a whole culture.“—Anthony Burgess Transcreation merupakan penggabungan dari translating dan recreating text. Mudahnya, mengemas ulang sebuah teks dan disesuaikan dengan kultur yang berlaku di tempat tersebut. Dalam ranah global campaign sebuah produk misalnya, transcreation berfungsi memastikan bahwa target teks sudah … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

1% Rule & Co-Creation

“Creativity is just connecting things.” –Steve Jobs

1% Rule

Selalu saja ada satu persen inisiator yang menggagas satu hal kreatif dalam sebuah kelompok. Satu persen itulah yang akan mengendalikan creative output, sehingga hal itulah yang membedakannya dengan para kontributor. Kontributor hanya akan ikut nimbrung selama proses kreatif itu berlangsung, akan tetapi inisiatorlah yang memutuskan siapa yang boleh bergabung dan kapan hal tersebut dilaksanakan. Itulah 1% rule.

Dalam sebuah grup online yang dihuni seratus anggota misalnya, hanya akan ada satu orang yang berkreasi untuk mengkreasi konten, sepuluh orang yang berinteraksi dengan konten tersebut—memberikan komen dan usulan-usulan tambahan perbaikan—sedangkan sisanya just view it, kemudian berlalu.

Satu orang itulah mutiara berharga yang mengendalikan perubahan.

Co-Creation

Ranah kerja efektif dari Co-Creation adalah saat developers and stake holders working together. Cara kerjanya adalah dengan menangkap ide-ide kreatif dari orang-orang luar perusahaan: 99,995% of the people don’t work at your company. They might have some good ideas. Why not capture them? Begitu ide dasarnya. Di luar negeri, kita mengenal threadless.com dan inkfruit.com. Di dalam negeri kita mengenal gantibaju.com, thinkcookcook.com, serta distrokdri.com. Kesemuanya menggunakan pola Co-Creation: meng-capture ide-ide brilian dari orang luar perusahaan yang kemudian dijadikan produk. Tentu, dengan beberapa pembagian keuntungan antara pemilik ide dan pembuat produk.

Terdapat lima tahapan dalam melancarkan Co-Creation. Pertama, inspire participation. Picu dan tantanglah orang-orang kreatif di luar sana untuk mau bergabung dan menerima tantangan yang kita berikan. Kedua, select the very best. Setelah tantangan selesai, maka akan kelihatan siapa pemilik ide terkreatif. Jadi, tak usah ragu-ragu untuk segera memilihnya. Ketiga, connect creative minds. Bertemulah dengan pemilik ide brilian, lalu salinglah mengkoneksikan diri sehingga tercipta produk supercemerlang. Keempat, share result. Setelah produk jadi, saatnya mendistribusikannya. Bila sifat produk jadinya masih memungkinkan untuk dikembangkan lagi, jangan segan untuk melakukan share lagi. Salah satu kunci sukses iPhone App adalah pembagian profit: developer sebanyak 70%, dan 30% untuk pihak Apple. Kelima, continue development. Konsep Co-Creation dianggap berhasil ketika produk itu berhasil digunakan dalam waktu jangka yang sangat lama. Maka, penyempurnaan sedikit demi sedikit mutlak diperlukan.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!