10 Pelajaran Tentang Bisnis Startup yang Saya Dapat dari Natali Ardianto, Co-Founder Tiket.com

Saya sedang terlibat dengan sebuah proyek pembuatan buku dengan Mas Natali Ardianto, Co-Founder Tiket.com. Pertemuan saya dengan Mas Natali pertama kali di Starbuck Epicentrum. Dan yang dilakukannya pertama kali setelah bersalaman dan duduk adalah, memberikan kartu nama. Yap! Saya bahkan tidak membawa kartu nama, padahal saya punya. Ya, kamu tahu, level Mas Natali berada di C-Level, sedangkan saya? Yah, hanya kaum sudra yang sedang membangun cinta (apasih). Dan Mas Natali mampu menyuguhkan pola komunikasi yang lebih baik dari saya. Totally respect!

Dari beberapa kali melakukan obrolan, wawancara, pertemuan lagi setelah itu, dan proses belajar dari sosok yang menjadi salah satu rujukan startup founder di Indonesia ini, saya menemukan beberapa hal penting yang bisa menjadi bahan renungan untuk seluruh digitalpreneur yang sedang membangun atau mengembangkan bisnisnya.

1 – Tentang Memilih Co-Founder

Saya tidak menyarankan memilih co-founder dari teman sendiri. Jangan beralasan nanti sinerginya akan lebih bagus, karena sudah berteman sejak lama, sehingga chemistry-nya sudah terbangun. Justru, di ranah bisnis, kita harus mencari partner kerja yang bebas dari ‘rasa nggak enakan’. Mengapa? Karena menjadi startup founder , apalagi di tahun-tahun pertama, semuanya tentu saja masih learning mood. Tidak ada ceritanya, founder startup muda yang memiliki pengalaman mumpuni.

Intinya, memilih co-founder harus yang mampu mengisi kekurangan, bukan tandem. Karena, bila tandem, konfliknya akan tinggi. Karena status co-founder adalah, kita menyerahkan kepercayaan kita serahkan ke dia 100%. Kita tak perlu mengontrol dia secara berlebihan, karena dia sudah tahu apa yang harus dilakukan. He will do what it takes to be succesful too. Jangan sampai, dia justru menghambat kesuksesanmu. Maka, carilah co-founder yang benar-benar profesional: mampu mengisi kekuranganmu, sehingga bisnis bisa berjalan lancar.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!