Jangan Gampang Menyerah karena Hidup Tak Sesebentar Itu

Kebanyakan, orang-orang di muka bumi ini cenderung untuk tidak akan mengizinkan kita mewujudkan impian. Orang lain cenderung berharap bahwa kita akan gagal meraih impianmu sehingga mereka bisa menertawakanmu—kecuali beberapa orang yang memang menginginkan kita mewujudkannya seperti keluarga dan rekan kerja.

Ryan Holiday memberikan wejangan dalam bukunya The Obstacle Way dengan, “Stop looking for angels, and start looking for angles.” Artinya, kita bisa melakukan apa pun yang kita putuskan untuk harus kita lakukan. Buatlah keputusan dan lupakan apa yang akan orang lain katakan tentang kita. Bila tidak, kita tidak akan pernah benar-benar hidup dan bertanggung jawab atas apa yang akan kita putuskan.

Ketika kita selalu menghargai proses, hasil akan mengikuti dengan sendirinya. Bukan sebaliknya. Daripada banyak berpikir dan memikirkan tentang hidup, lebih baik jadikan diri kita benar-benar bermanfaat—baik bermanfaat untuk diri sendiri maupun bermanfaat untuk orang lain. Pecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh orang lain, tambahkan nilai-nilai pada banyak hal, dan terpenting nikmatilah hidup.

Kegagalan adalah hal yang biasa. Saat terjatuh, kita hanya perlu untuk bangun lagi, dan memulai semuanya lagi. Nikmati raihan-raihan kecil yang berhasil kita lakukan. Perbanyak sisi-sisi kesyukuran. Mengapa?

Karena kesyukuran adalah kunci dari segala permasalahan dalam hidup.

Perhatikan seorang anak kecil. Saat ia merengek meminta mainan, seluruh dunia terasa meledak. Dan saat kita menuruti kemauannya, dia sangat senang. Menghabiskan waktu seharian bersama mainan itu. Namun tidak dengan hari kedua. Perlahan kebahagiaan itu mulai sirna. Mulai memudar. Dan dia mulai meminta mainan baru lainnya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Jangan Menyerah, Kerja Kerasmu Sekarang Akan Terbayarkan!

Kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan. Yang kita lihat adalah kelihaian seorang penari balet selama 15 menit ketika pentas, bukan latihannya bertahun-tahun. Kita hanya melihat 200 lembarnya, bukan 20.000 jam yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyusunnya dengan simbahan rasa dan hati untuk memberikan yang terbaik.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki bakat. Tetapi, kerja keraslah senjata sesungguhnya dalam hidup ini.

Kadangkala, ketika kita mencurahkan segala usaha dan waktu untuk mencapai sesuatu, pasti terbersit dalam pikiran bahwa:

Apakah semua usaha ini akan terbayar?

Apakah semua usaha ini akan berhasil?

Apakah ada gunanya?

Jika tidak berguna, mengapa harus bersusah-payah seperti ini?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!