5 Teknik Menulis Judul yang Menyedot Perhatian

Sebagai bagian penting dari sebuah artikel, judul menjadi pencuri perhatian paling besar. Ada beberapa orang yang mengeksekusinya dengan cara yang berbeda. Ada yang membuat judulnya terlebih dahulu, baru membuat isi. Ada yang yang membuat isinya terlebih dahulu, judulnya belakangan. Saya pun melakukan kedua-duanya. Bahkan, saya sering hanya membuat judul, tanpa pernah mengeksekusinya menjadi sebuah artikel. Oke, kalau yang itu jangan ditiru yang Inspener. Saya memang agak kelebihan ide. Terkadang malah butuh orang-orang yang mau menampung ide saya dan mau berlapang hati dan waktu untuk mengeksekusinya menjadi artikel atau buku.

Baiklah, sudah curhatnya.

Selama lebih dari delapan tahun saya menjadi editor dan telah membidani lahirnya puluhan buku best seller, hukum itu masih saja berlaku: membuat judul buku bukan perkara yang mudah. Sering kali saya terpercik judulnya terlebih dahulu, baru saya buat konsep bukunya secara keseluruhan, kemudian baru saya cari penulis yang cocok untuk mengeksekusinya. Yah, saya memang terlalu sering bersedekah ide buku, untuk kemudian dieksekusi penulisannya oleh penulis lain, padahal sebenarnya saya juga bisa menulisnya sendiri. Akan tetapi, ada kenikmatan sendiri ketika membantu para penulis—terlebih lagi para penulis yang baru membuat buku pertamanya—untuk kemudian menjadi rekan diskusi dan membantunya membuat buku yang keren.

Beberapa buku best seller yang lahir dari rahim ide saya, yang judulnya terlahir lebih dahulu daripada isinya beberapa di antaranya adalah: 101 Young CEO, Emperpreneur: From Emperan to Empire, Sejenak Hening, 101 Strategi Sukses Berbisnis Kuliner, Spritual Creativepreneur, dan masih banyak lagi. Bisa dicek di Gramedia. Ada nama saya sebagai editor, dan silakan dicek juga berapa kali buku-buku itu sudah cetak ulang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!