Untuk Para Pebisnis, Inilah 3 Hal Menarik yang Bisa Kita Pelajari dari Cara Berpikir Jack Ma

Sebagai sosok fenomenal tahun ini, Jack Ma kemudian menjadi perbincangan di mana-mana. Wawancara dengannya menjadi buruan media. Para entrepreneur berebutan belajar darinya. Dan dari semua itu, saya tertarik dengan tiga hal dari Jack Ma. Yaitu cara berpikirnya bagaimana dia bisa sebesar dan sedahsyat seperti sekarang.

Satu, cara berpikirnya tentang pekerjaan

Ketika ditanya, “Apa pekerjaanmu?” Jack Ma secara unik menjawabnya dengan, “My job is to help more people have jobs.” Gendeng! Jawaban seperti itu baru bisa keluar dari orang-orang yang berpikir besar. Atau, dalam kesempatan lain, Jack Ma menjawabnya dengan, “My job is making money, helping other people make money. I am spending money, trying to make sure more peple get rich, because you cannot spend a lot of money, right? So my job is spending money and helping others.”

Atau, dalam kesempatan lain, Jack Ma menjawab dengan lebih greget namun intinya sama, “Help young people. Help small guys. Because small guys will be big. Young people will have the seeds you bury in their minds, and when they grow up, the will change the world.”

Dua, cara bepikirnya tentang apa yang membedakannya dengan orang kebanyakan

Menyadari diferensiasi diri sangat penting, karena itulah kekuatan yang bisa menjadikan kita bersinar di tengah jagat talenta lain di muka bumi ini. “You should learn from your competitor, but never copy. Copy and you die!” kata Jack Ma tentang ini. Nah, bagaimana Jack Ma bisa sukses di dunia startup, padahal dia juga tak memiliki kemampuan mumpuni dalam dunia teknologi. Jawabannya sungguh mengejutkan, “I’m not a tech guy. I’m looking at the technology with the eyes of my customers, normal people’s eyes.”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!