Mainkan Imajinasi Sesukamu!

Namanya Jules Verne. Di beberapa dasawarsa, namanya disanjung-sanjung para ilmuwan. Padahal, ia adalah seorang penulis, bukan ilmuwan. Tak heran, karena karya-karya sastranya adalah jenis fiksi yang merangkum imajinasi dengan kemungkinan penalaran ilmiah. Tergelarilah ia sebagai Bapak Fiksi Ilmiah. Maka, kita dapati dalam novel-novelnya, Verne telah dianggap menemukan bom atom sebelum Einstein, merancang balon terbang sebelum Zeppelin, serta mengangankan pesawat terbang dan helikopter sebelum Wright.

Verne benar-benar menulis sesuatu yang belum ada di zamannya. Tapi baginya, itu bukan hanya rekaan semata, karena ia tahu, apa yang dibayangkannya saat itu, orang lain akan mewujudkannya di masa depan.

Saking masyhurnya Verne di antara tahun 1873 hingga 1886, bukunya menjadi primadona di mana-mana, dan di kalangan apa saja. Tak tanggung-tanggung, bahkan Paus Leo XIII menjamunya secara khusus, dan jalanan kharismatik Roma pun tertulis besar-besar dengan iringan kembang api, Eviva Gualio Verne, yang berarti Panjang Umurlah Verne saat menyambut kedatangannya di sana.

Seperti janjinya di waktu kecil, perjalanan menulis Verne memang penuh dengan imajinasi dalam karya-karyanya.

Akan tetapi, di balik imajinasinya, terkandung kebenaran-kebenaran ilmiah yang terbukti bahwa hal tersebut memang mungkin diadakan di masa depan. Serunya lagi, Verne mempunyai sebutan untuk penggemarnya sendiri, yaitu Vernian.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!