Free Ebook! Spirit Menulis untuk Dakwah

ebook tentang dakwah

Lihat dan perhatikanlah bagaimana sejarah bertutur penuh semangat tentang para ulama yang berkarya di semasa hidupnya.

Ibnu Main mampu meninggalkan karya tulis sejumlah 100 qimatr dan 14 belas hibab di semasa hidupnya. Imam Ibnu Al-Jauzy dikabarkan mampu menulis empat puluh halaman sehari.

Imam Hasan Al-Banna menulis sebuah tanggapan atas buku Dr. Thaha Husein (tokoh sekuler Mesir) ketika beliau sedang dalam perjalanan pulang naik kereta.

Imam Muhammad Abduh menulis buku Ilmu Menurut Islam dan Kristen hanya dalam sehari, sebagai tanggapan terhadap tulisan seorang Kristen yang menyebutkan bahwa Islam tidak menghargai ilmu pengetahuan.

Prof. Musthafa Al-A’zami menulis sejumlah buku yang meruntuhkan pemikiran sesat para orientalis. Bahkan cuma dengan satu buku saja, beliau mampu meruntuhkan teori Schacht dan Goldziher yang sebelumnya mampu bertahan bertahun-tahun lamanya dan dianggap sebagai teori ilmiah.

Asy-Syahid Sayyid Quthb yang menjemput syahidnya di tiang gantungan ini menulis bukunya yang paling fenomenal tafsir Fi Zhilalil Qur’an ketika sedang berada di dalam penjara.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Gratis Ebook! 68 Insight for Young Creativepreneur

Banyak orang bertanya-tanya, apakah memilih usaha berdasar passion bisa diwujudkan? Karena, passion identik dengan hobi, dan hobi adalah kegiatan yang sudah pasti mengeluarkan uang. Bahkan, banyak orang yang memercayai bahwa menyalurkan hobi adalah kegiatan yang menghambur-hamburkan uang. Namun, satu hal yang harus kita tahu, bahwa Mark Zuckerberg membesarkan Facebook juga karena passion-nya di bidang teknologi. Begitu juga Steve Jobs dan Bill Gates. Bahkan, Dian Pelangi, membesarkan usaha busana muslimahnya juga karena passion-nya di bidang tata busana muslimah. Hal yang sama bisa kita temui pada Ria Miranda maupun Jenahara.

Akhir-akhir ini, kita bahkan sudah menemui makin banyak pengusaha muda yang memulai usahanya berdasarkan minatnya, gairah terbesarnya, passion-nya, dan bukan yang lain.

Jika kamu membuka usaha berdasar passion, efeknya kamu akan lebih sering untuk bekerja lebih keras daripada orang lain, mengenal dan lebih mencintai usaha yang dipilih dan lebih mudah untuk memecahkan banyak kendala dalam perjalanan bisnismu, menikmati keseimbangan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta selalu bergairah melakukan pekerjaan secara konsisten, dan akan lebih banyak membangun momentum yang akan mendatangkan keuntungan dan hal-hal baik.

Kelihatannya menarik, bukan?

Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara menemukan passion diri untuk kemudian bisa diaplikasikan dalam membuka usaha?

Gampang. Cukup lakukan saja beberapa hal berikut ini.

1 – Berhentilah sejenak dari aktivitas. Berdiamlah. Dan pikirkanlah baik-baik. Kegiatan apa sih yang membuatmu sering lupa waktu karena kamu begitu menikmatinya?

2 – Hal apa yang sering kamu melakukannya tanpa pamrih? Bahkan, tanpa dibayar pun, kamu sangat senang untuk melakukan hal tersebut.

3 – Mintalah pendapat kepada teman dekat, keluarga, dan orang-orang yang sering bergaul denganmu, tentang ketertarikan terbesarmu ada pada apa. Selain minat, mungkin kamu bisa juga menanyakan kepada mereka, tentang pandangan hal terbaik apa yang pernah kamu lakukan, sehingga itu bisa menjadi bagian dari aktivitas terbaik yang pernah kamu lakukan.

4 – Catat atau ingat-ingat, prestasi-prestasi terbaik yang pernah kamu buat, terbanyak ada pada bidang apa?

5 – Nah, setelah itu, coba pikirkan lagi, kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dalam bidang yang menjadi passion kamu itu. Misalkan nih, passion kamu adalah hal-hal yang berhubungan dengan adventure sport. Ambil peluangnya, misalkan dengan menjadi produsen, distributor, atau agen grosir atau juga pengecer mengenai peralatan adventure sport. Bisa juga mengambil ceruk di jasa guide, dan lain sebagainya. Bila kamu cukup passionate tentang dunia yang kamu geluti, kamu pasti akan tahu dengan sendirinya, ceruk apa yang bisa kamu manfaatkan dan ambil untuk mendapatkan peluang usaha tersebut.

6 – Intinya, penuhi semua kebutuhan, baik produk maupun jasa yang sebisa mungkin dapat menciptakan kesenangan, keterampilan, keamanan, kesehatan, juga kenikmatan, keindahan, dan efisiensi, dalam bidang yang kamu geluti tersebut. Di sanalah peluang usaha akan dapat kamu tangkap dan maksimalkan menjadi pundi-pundi uang.

Itu baru menemukan bisnis kreatif apa yang cocok untuk kamu. Belum model bisnismu nanti.

“Before you think about hiring your next full time employee, consider the crowd. Are there people who could solve a problem for you, for less? That’s the beauty of crowdsourcing. You can farm out your work to people all over the world, and often only pay the one whose work you like best. At times you can pay on a per project basis, rather than taking someone on board full-time,” kata Jeff Hoffman.

Jeff Hoffman adalah seorang serial entrepreneur yang juga berhasil dengan program GiveForward.com, sebuah startup dengan program membantu orang-orang yang tak memiliki biaya perawatan medis dengan model crowdfunding.

Semenjak saya mengenal Threadless.com, saya terhenyak dengan konsepnya. Desainer submit desain, dan hanya yang terpilih saja yang kemudian dicetak. Jenius, bukan?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!