Terkandung Banyak Dosa dalam Alasan

Mari berhati-hati dengan tipu diri, yang sering mengubah rupanya dengan wajah bernama alasan. Alasan sering terlontarkan karena kelemahan keinginan. Alasan sering terhadirkan karena rapuhnya azzam.

Alasan adalah wajah lain keengganan yang berupaya bermuka manis yang harus disayang. Padahal, alasan adalah bibit-bibit kemunduran hidup. Padahal juga, berkawan dengan alasan adalah ketidakmampuan diri mensyukuri satu hari kehidupan yang telah dianugerahi-Nya.

Balasan-Nya selalu hadir dikarenakan sunnatullah-Nya berupa sebab-akibat. Balasan-Nya yang tinggi, disebab pula oleh amal yang tinggi. Balasan-Nya nan indah disebab pula oleh amal yang baik.

Entah berapa sering kita mengaku merindu akhirat, namun menihilkan kerja dunia; bermalas-malasan menjemput rezeki, tak pandai mengatur strategi waktu, tak lihai menjaga kesehatan, tak bijak mengolah agar penghasilan tetap terus mengalir dengan apik.

Padahal, kerja-kerja dunia adalah pelancar langkah ke jannah, manakala meniatkannya untuk ibadah. Jadi, tak ada yang salah dengan kerja-kerja dunia. Karena itu justru pembuktian rasa kebertanggungjawaban kita atas hamba-Nya yang diamanahi-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!