Memahami Dunia Desain Grafis dan Peran Desainer Grafis dalam Industri Kreatif

Saat ini kita melihat seolah dunia bergerak dengan sangat cepat. Segala kemudahan dalam dunia informasi dan industri semakin dapat dinikmati semua kalangan. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan manusia akan desain grafis.

Mengapa bisa begitu?

Karena hampir semua industri dan juga informasi memerlukan desainer grafis untuk menerjemahkan ide dan gagasan ke dalam berbagai media secara kreatif dan juga efektif.

 

Sekilas Desain Grafis dalam Sejarah Indonesia

JIka kita berkunjung ke daerah Magelang, Jawa Tengah, akan kita dapati Candi Borobudur berdiri megah, dengan relief batu-batu yang mengisahkan Budha. Hal itu merupakan bukti, bahwa sekitar abad ke-9 desain telah memasuki nusantara, dalam bentuk ukiran-ukiran batu pada candi dan aneka prasasti.

Untuk mengetahui kapan persisnya desain grafis masuk Indonesia, cara paling gampang adalah dengan menelaah lagi sejarah, yaitu kapan pertama kali mesin cetak didatangkan ke Indonesia. Ternyata, pada tahun 1659 M mesin cetak sudah masuk ke Indonesia. Ketika mesin cetak sudah masuk ke Indonesia, tentu saja pekerjaan desain grafis sudah mulai diperlukan. Karena jika ada proses cetak mencetak, maka sudah tentu melibatkan keahlian, pengalaman, serta pengenalan font dan layout. Dan itu, tentu saja adalah tugas seorang desainer grafis.

Iklan sebagai salah satu wujud dari desain grafis juga telah dikenal di Indonesia. Jan Pieterzoen Coen, pendiri kota Batavia sekeligus gubernur Jenderal Hindia Belanda (1919-1629), memiliki peran yang cukup besar dalam membawa budaya iklan ke Indonesia.

Iklan pertama kali muncul di Indonesia pada 7 Agustus 1744 di Batavia (nama sebelum Jakarta) bersamaan dengan terbitnya surat kabar Bataviasche Nouvelles milik VOC. Sayangnya, surat kabar ini hanya bertahan hingga 20 November 1745 karena informasi-informasi yang disampaikan dianggap mengganggu stabilitas politik perdagangan. Iklan menggunakan media cetak mulai marak setelah negara kolonial menetapkan undang-undang agrarian pada tahun 1870. Iklan-iklan tersebut dianggap efektif dalam memenangkan persaingan dan menjaring investor. Selain melalui media cetak, iklan juga disampaikan melalui poster dan leaflet yang disebarkan serta ditempel di tempat-tempat strategis.

Pada awal abad 20, berbagai macam iklan mulai banyak ditemui di media cetak. Tentang perkebunan, kebutuhan keluarga, sepeda, baju bedak, rokok, obat-obatan dan lain-lain. Disusul kemudian iklan-iklan jasa, seperti kursus menjahit, reparasi dan lain-lain.

Dengan maraknya iklan, perusahan periklanan pun bermunculan, dari perusahaan besar, menengah, hingga perusahaan kecil. Banyak dari perusahaan tersebut yang dijalankan para keturunan Cina, antara lain: NV Tjiong Hok Long (1901) dan Bureau Reklame Lau Djin yang berada di Solo. Sedang di kota semarang, muncul perusahaan periklanan seperti Liem Eng Tjang & Co, Ko Tioen Siang, Clear, dan lain sebagainya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 1
    Share

Desain Grafis dan Dunia Kreativitas Tanpa Batas

“Orang kreatif pasti pintar. Orang pintar belum tentu kreatif.”

—Wahyu Aditya, owner Hellomotion Academy

 

Halo insan kreatif!

Era yang tengah kita hadapi sekarang adalah era di mana kreativitas menjadi tulang punggung kemajuan sebuah peradaban. Desain grafis dan kreativitas adalah dua hal tak terpisahkan. Tentu, sebelum kita melangkah jauh menapaki dua kata tersebut, baiknya kita telaah dahulu makna keduanya.

“Kreatif berarti kemampuan atau kondisi untuk menciptakan sesuatu yang baru, dari yang ada dan apa yang tidak ada juga,” kata Goenawan Mohammad.

Seseorang baru disebut kreatif, sebagaimana telaah dari Mel Rhodes dalam An Analysis of Creativity, saat telah melalui rangkaian 4P.

Apa sajakah?

1 | Person

Karakteristik orangnya sangat berpengaruh. Menjadi kreatif berarti memulai sedini mungkin untuk membiasakan diri kreatif. Sebagai orang kreatif, kita harus berbeda dengan orang lain. Tetapi, perbedaan tersebut harus disertai alasan yang tepat. “Jangan hanya berbeda, tapi berbedalah dengan alasan tertentu,” kata Yoris Sebastian. Bagaimana dengan rutinitas, apakah ia menghambat kreativitas?

Tidak juga.

Cara paling kreatif untuk membuat rutinitas menjadi lebih kreatif adalah dengan mengubah cara menjalankan rutinitas tersebut. Sehingga, kita terbiasa untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa. Otak dan tubuh yang dijejali dengan hal-hal yang rutin setiap hari tidak akan bisa berkembang. Tetapi, saat otak dan tubuh dimasuki hal-hal baru yang memerlukan daya imajinasi dan kreativitas, maka saraf otak akan terasah dengan optimal dan tubuh akan bereflek cepat.

2 | Process

Teknik apa atau serangkaian proses apa yang telah dilaluinya untuk melakukan kreativitas tersebut. Apakah ia benar-benar menciptakan sesuatu yang baru, memperbaiki yang lama, ataukah justru menjiplak tapi mengaku-aku kalau itu adalah hasil karyanya.

Wah, kalau sampai menjiplak, jangan sampai, deh. Terinspirasi boleh, tetapi meniru sama persis, itu sangat tidak kreatif.

3 | Product

Tidak hanya berkoar-koar memiliki ide keren nan mentereng, tetapi, juga harus membuktikan ide itu dalam suatu bentuk nyata. Orang-orang kreatif adalah mereka yang dapat memberikan solusi, bukan sebaliknya. Nah, produk yang dihasilkan tersebut haruslah juga tidak hanya bagus dalam desain, namun juga fungsional dan memberikan solusi bagi penggunananya: apakah ia dapat membuat penggunanya lebih mudah dalam melakukan sesuatu ataukah justru mempersulit.

4 | Press

Sejauhmana tekanan yang diperoleh saat melakukan serangkaian ketiga proses kreatif tersebut. Bila waktunya sangat sedikit tapi dapat menghasilkan kreasi yang sangat superkeren, maka tingkat kreativitas orang tersebut sangat layak diacungi jempol.

Jadi, kreativitas berarti melalui serangkaian proses hingga layak disebut kreatif. Apalagi, bila kemudian kreativitas yang dipadukan dengan entrepreneurship (kemudian disebut dengan creativepreneurship). Maka, ia harus berpadu lagi dengan prinsip-prinsip berbisnis: distribusi, marketing, branding, promosi, dan lain sebagainya.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi secara visual yang menggunakan media gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan seefektif mungkin.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!