Sehelai Daun yang Mengguncang Jagat Penulisan

Namanya Ichiyo. Seorang penulis dari Jepang. Sejarah menintakannya sebagai satu-satunya perempuan yang sosoknya menghias mata uang kertas 5000 Yen Jepang. Kiprahnya tentu tak biasa hingga ia mendapatkan podium langka yang tak didapat oleh semua perempuan Jepang itu.

Ichiyo terlahir pada tahun 1872, dengan nama aslinya adalah Natsuko. Di usianya yang sebelas tahunlah Natsuko mengganti namanya menjadi Ichiyo yang berarti “sehelai daun”. Anggapannya, nama Natsuko terlalu biasa, sedangkan nama Ichiyo justru bisa menginspirasinya dalam menulis. Ia memiliki kemampuan langka seorang penulis: kenaturalan dan gaya bahasa klasik Jepang yang elegan.

Sepanjangan 1895-1896, lima novel terlahir dari rahim karyanya:  On the Last Day of the Year, Trouble Waters, The Thirteenth Night, Child’s Play, dan Separate Ways. Di antara semuanya, Child’s Play merupakan salah satu novelnya yang terhujani pujian dengan derasnya. Setelah semua talentanya tertumpah itu, Ichiyo meninggal pada tahun 1896 di usia yang lebih tua setahun dari meninggalnya Sentaro dalam kasus kesehatan yang sama dengan ayah dan kakaknya: TBC.

Kebesaran jiwanya, kekuatan tekadnya untuk terus memperjuangkan pilihan hidupnya, dedikasinya atas berkarya serta keberaniannya untuk menyalakan lentera jiwanya menjadi harta tak ternilai bagi generasi setelahnya. Kekayaannya melampui lingkaran masa dan warsa.

Di balik rerimbun hutan terpekat pun terlarik udara segar. Selalu ada harapan dan cahaya terang di ujung sana. Kita hanya tak boleh menyerah dan harus terus memberikan yang terbaik.

Mental seperti itulah yang dibutuhkan seorang penulis. Sebuah mental yang akan membuatnya tak sekadar bertahan satu-dua tahun dalam jagat literasi, tapi hingga melintas masa, generasi, dan juga peradaban.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment