Bagaimana menjalani hidup dengan tenang dan bertujuan

Rahasia Menjalani Hidup dengan Tenang dan Bertujuan

There is no growth without pain. Apakah modal utama untuk menggapai kesuksesan? Tujuan hidup. Semakin jelas tujuan hidup seseorang, disertai dorongan yang kuat untuk menggapainya akan membuatnya sampai ke tempat yang diinginkannya. Dengan begitu, berapa juta kali pun dihantam sakit karena gagal, akan tetap melakukan hal yang sama: bangkit lagi. Kesakitan adalah nature’s order pada siapapun yang ingin melihat puncak.

Alam aktivitas kita dibagi menjadi dua: inner world dan outer world. Cara gampang memahaminya adalah begini: inner world adalah kastil pribadi kita. Berbagai macam rahasia, perasaan, rencana, dan mimpi-mimpi ada di sana. Sedangkan outer world adalah dunia di luar kastil pribadi kita. Ia adalah kehidupan di luar sana: sekolah, kantor, jalanan, dan lain sebagainya. Nah, di antara kedua dunia ini, ada sebuah jembatan yang menghubungkan. Saat menghadapi kegagalan di outer world, janganlah hingga berefek dalam inner world. Apa yang terjadi di kehidupan luar sana, jangan sampai berefek pada keluarga, kehidupan pribadi, kesenangan-kesenangan yang biasa kita lakukan untuk memanjakan diri. Saat proses pulang dari outer world menuju inner world yang merupakan kastil pribadi, kita harus melewati jembatan. Nah, di jembatan itulah kita membuat segala beban, sehingga tidak berpengaruh ke dalam kehidupan pribadi kita. Kita harus memiliki kontrol yang kuat dan kuasa penuh atas apa yang terjadi dalam diri sendiri. Dengan begitu, kastil pribadi adalah tempat yang nyaman dan aman untuk tempat pulang dan tinggal.

Ada dua macam kekhawatiran dalam hidup kita. Pertama, reach-back, yaitu kekhawatiran hebat atas apa yang belum terjadi, bahkan berkemungkinan tidak akan pernah terjadi. Kedua, after-burn, yaitu kekhawatiran yang karena mencemaskan atas apa yang telah terjadi. Kita menyesal berkepanjangan. Kecemasan dan kekhawatiran yang salah, tentu akan mempengaruhi mental juga tekad untuk maju ke depan.

Fokuskanlah diri pada satu hal. Jika kita melakukan satu hal dengan baik, hasilnya tidak hanya memuaskan, namun juga memberi kepercayaan diri.

Kita menjadi sangat percaya diri ketika kita tahu bahwa kita mampu melakukan satu hal dengan baik. Kefokusan menghasilkan spesialisasi. Kita perlu memiliki spesialisasi dalam hidup karena hal itulah yang akan menjadi dasar untuk berdiri dengan kokoh dalam tanah kehidupan. Mengembangkan suatu keahlian berarti kita tidak bisa hanya melakukan sesuatu selama seminggu, kemudian beranjak dan mengerjakan hal lainnya. Fokus tidak sesingkat itu. Fokus membutuhkan waktu yang lebih lama. Menjadi sukses dalam hal apapun, berarti memusatkan diri pada satu keahlian utama selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.

Tal Ben-Shahar, dosen Harvard University, merumuskan konsep tentang orientasi waktu dalam kebahagiaan lewat The Hamburger of Happiness. Versinya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi kehidupan. Dan perbedaan dalam cara menyikapi itu dianalogikan dengan jenis hamburger.

Orang pertama, memilih makan burger dengan paduan daging saja. Orang ini berkarakter hedonis. Hidup hanya untuk saat ini. tidak memikirkan apa yang terjadi di depan. Saat memakan burger berpadu daging saja, ia tak memikirkan kesehatannya di masa depan. Orang kedua, memilih burger dengan paduan sayur-sayuran saja. Orang ini berkarakter rat race, rela sengsara saat ini demi masa depan. Rela mengorbankan enaknya daging, dan memilih sayuran saja.

Orang ketiga, memilih burger dengan paduan acar saja. Orang ini berkarakter nihilism. Ia kehilangan gairah hidup. Ia orang paling sengsara. Ia tidak peduli masa sekarang, tak peduli juga masa depan. Ia tidak ada tujuan, sekadar hidup yang ‘numpang’ di dunia. Orang keempat, memilih burger dengan paduan daging, sayur-sayuran, juga acar-acaran. Ialah orang yang berkarakter happiness. Ia tahu cara menikmati hidup. Baginya, hidup adalah untuk kesenangan hari ini, tetapi tetap harus memperhitungkan hari esok. Jadi, burger yang manakah yang engkau pilih?

Ada 5 bentuk kekayaan yang harus dimiliki, menurut Robin Sharma:

Kekayaan finansial, uang memberi kemudahan, kekuatan dan juga kebebasan.

Kekayaan relasi. Miliki hubungan baik dan berkualitas dengan keluarga, tetangga, teman.

Kekayaan kesehatan. Menjaga kesehatan dengan mengatur gaya hidup, makan dan olah raga teratur adalah asuransi terbaik untuk tubuh.

Kekayaan petualangan. Tentu, untuk apa memiliki banyak uang tapi hidup sangat membosankan, monoton, setiap hari bolak-balik dari rumah ke tempat kerja saja. Coba sesuatu yang baru. Lakukan perjalanan ke tempat-tempat baru. Lakukan hal-hal baru, belajar hal baru.

Teringat saya bagaimana catatan seorang tua yang memberikan wejangan kepada anak-anak muda saat masih banyak waktu untuk berbuat hal lebih banyak.

“Jika saya hidup sekali lagi,” tulis Jorge Luis Borges, orang tua itu, “saya akan berusaha untuk melakukan lebih banyak kesalahan. Saya tidak akan berusaha untuk menjadi sempurna. Saya akan lebih rileks. Saya akan menjadi lebih bodoh daripada sebelumnya. Dalam kenyataannya, saya hanya akan menanggapi beberapa hal dengan serius. Saya akan menjadi kurang higienis. Saya akan mengambil lebih banyak risiko. Mengambil liburan lebih banyak. Manatap tenggelamnya matahari lebih sering lagi. Mendaki lebih banyak gunung, merenangi lebih banyak sungai. Saya akan mengunjungi lebih banyak tempat yang belum saya kunjungi. Saya akan lebih banyak makan es krim dan lebih sedikit buncis. Saya ingin mendapatkan lebih banyak masalah nyata dan sedikit masalah khayalan. Saya merupakan salah satu dari orang-orang yang hidup layak. Dan sangat produktif dalam setiap menit kehidupannya. Tentu saja saya mempunyai momen-momen kebahagiaan. Jika saya bisa kembali saya akan berusaha hanya untuk mendapatkan momen-momen yang baik. Karena apa bila tidak tahu sebelumnya, bahwa hidup ini menghasilkan: hanya dari momen-momen; tidak kehilangan yang sekarang. Saya merupakan salah satu dari mereka yang tidak pernah pergi ke mana pun tanpa sebuah termometer. Satu botol air hangat, sebuah payung, dan sebuah parasut. Jika saya bisa hidup sekali lagi, saya akan berpergian lebih ringkas. Jika saya hidup sekali lagi, saya akan memulai untuk berjalan dengan kaki telanjang dari awal musim semi. Dan saya akan berjalan terus dengan kaki telanjang sampai musim gugur berakhir. Saya akan lebih sering menaiki gerobak. Merenungi fajar lebih sering lagi. Dan bermain dengan lebih banyak anak-anak kecil. Jika saya mendapatkan kehidupan yang lain di depan saya. Tapi kalian sudah lihat, umur saya sudah 85 tahun. Dan saya tahu bahwa saya sudah hampir mati.”

Kekayaan Kontribusi. Makna hidup sebenarnya ketika kita mendedikasikan diri untuk kepentingan orang banyak. Orang-orang besar itu dianggap hebat bukan karena ia hebat dalam memperkaya diri dan keluarganya saja. Mereka mendedikasikan diri untuk orang banyak. Nah, inilah kekayaan paling baik: kemampuan untuk sharing happiness: berbagi kebahagiaan dan kebermaknaan.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

2 thoughts on “Rahasia Menjalani Hidup dengan Tenang dan Bertujuan

Leave a Comment