Menentukan Personal Branding (3): Build Your Strategy

Ketika kita mengamati orang-orang besar, perhatikanlah bahwa bisa jadi mereka bukan orang yang terpintar atau yang paling berbakat. Akan tetapi, mereka punya suatu strategi untuk mengembangkan personal branding-nya.

Be the first! Menjadi yang pertama selalu menguntungkan. Paling pertama selalu dianggap sebagai yang terbaik. Tetaplah mencari celah di mana selalu terdapat kemungkinan kita bisa menjadi yang pertama dan pemimpin di celah tersebut. Jangan pernah menjadi follower. Karena kita takkan menjadi siapa pun.

Explain who you are. Agar strategi personal branding berjalan baik, kita harus memiliki atribut yang kredibel untuk memberikan kemampuan maksimum kepada brand. Sematkan atribut di belakang nama. Keduanya akan saling menguatkan dan membuat lekatan ingatan yang kuat di benak orang-orang.

Expert. Menjadi pakar dalam semua bidang bukanlah strategi yang cerdas. Menjadi pakar dalam satu area adalah cara yang cerdas. Fokus itu luar biasa. Semakin sempit fokus, semakin kuat pula suatu brand. The nicher, the richer. Kita berada pada era di mana para spesialis berkembang dan para generalis tidak. Satu pisau yang tajam lebih baik daripada seribu pisau yang tumpul, bukan?

Good track records. Tempat kampus berasal, kursus yang diambil, atau pun pernah bekerja di perusahaan besar mana, akan menjadi positive track record. Jangan pernah malu untuk mencantumkannya. Karena itu adalah penguat identitas. Intinya, kembangkan terus strategi yang dapat membuat orang mempunyai alasan untuk memilih kita. Kredibilitas kampus tempat kita belajar bisa mendongkrak identitas diri. Apalagi, jika latar belakang tersebut berkaitan dengan aktivitas profesional yang kita geluti sekarang.

Visual identity. Identitas visual akan menghubungkan apa yang terlihat dari luar dengan apa yang ada di dalam. Walaupun kita sering berkilah dengan, “Don’t judge a book by its cover,” akan tetapi penampilan menimbulkan kesan mendalam bagi penilaian atas suatu brand tersebut. Faktanya, penampilan yang menarik akan menampilkan banyak atribut positif yang bahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan penampilan.

Segala sesuatu berkomunikasi secara visual. Mulai dari sepatu hingga jam tangan yang kita kenakan, tatanan rambut hingga cara kita tersenyum. Semuanya mengatakan tentang diri kita dan memberikan sumbangan pada persepsi orang lain tentang kita. Identitas visual memberitahukan kepada kita apakah suatu brand tersebut kelihatan murah ataukah mahal, menyenangkan ataukah serius.

Kita merebut persepsi orang lain dalam hitungan detik; baik atau buruk, diterima atau tidak diterima, sesuai zaman atau kuno, sukses atau pecundang, bahkan disukai ataupun tidak disukai. Dan semuanya bergantung pada kemasan visual. Semua itu terjadi dalam beberapa detik pertama. Kita semua pernah mengalaminya. Semuanya berdasarkan impresi visual sekejap. Bagaimana cara seseorang memasuki ruangan, penampilannya, pakaian yang dikenakannya, caranya membawakan diri, ekspresi wajahnya, dan juga bahasa tubuhnya. Kita memutuskan siapa dia dan seperti apa, padahal ia belum berbicara sedikit pun. Semua keputusan tersebut tebersit hanya dari kemasan visualnya saja.

Malcom Gladwell dalam bukunya Blink, berbicara tentang penilaian sekejap yang disebut oleh para pakar ilmu sosial sebagai Thin Slicing. Hal yang menarik adalah bahwa Thin Slicing yang berlangsung sekejap itu biasanya sama dengan apa yang kita dapatkan setelah pemaparan yang lebih lama. Dari hasil penelitian Gladwell, hanya butuh dua detik bagi seseorang untuk memberikan kesan pertama yang kuat. Maka, ciptakan kesan pertama yang baik.

Perbedaan penampilan bisa menjadi alat branding yang luar biasa, terutama jika dikemas dengan menarik. Kita harus membentuknya dari siapa kita dan seperti apa penampilan kita, tak peduli apakah identitas visual kita kuat atau lemah. Tapi, segala hal memiliki potensi. Untuk memulai, kita harus fokus pada diri sendiri. Jangan mulai dengan meniru identitas visual orang yang kita kagumi. Membuatnya menjadi inspirasi memang bagus, tapi kita takkan pernah diingat jika hanya menjadi tiruan seseorang.

Identitas visual yang kuat akan cepat terbaca. Pakaian adalah satu cara tercepat untuk menyampaikan pesan tentang siapa kita. Pakaian sering kali memberikan wawasan yang lebih banyak daripada daftar riwayat hidup kita. Pakaian menyampaikan apa yang kita kerjakan dalam hidup. Apakah kita golongan orang yang berekonomi tinggi atau tidak, tua atau muda, mengikuti perkembangan zaman atau kaku, bahkan profesional atau pekerja rendahan.

Dalam ranah yang lain, pakaian bahkan kadang menyampaikan situasi apakah kita sedang mencari teman, pekerjaan baru, atau justru sosok yang cuek dengan semua itu.

Identity sign. Bagian yang ini memang bersifat sekunder. Namun juga penting karena akan semakin memperkuat citra diri. Miliki logo untuk nama sendiri. Ini penting agar logo untuk nama pribadi tersebut bisa diaplikasikan ke berbagai channel and tools dalam personal branding seperti kartu nama, halaman depan saat presentasi di depan publik, brosur, kop surat dan amplop, blog, website, dan beragam lainnya yang dapat mendukung suksesi brand kita.

Selamat mencoba.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment