Menentukan Personal Branding (4): Create Your Good Name

Nama yang bagus adalah aset berharga. Nama merupakan sebuah label yang mengidentifikasi dan mendefinisikan sesuatu. Nama yang bagus bisa menciptakan brand. Dalam beberapa kasus, tidak banyak perbedaan antara dua produk, kecuali nama mereka. Jadi, koreksilah lagi nama yang kita punya.

Apakah ia sudah bagus, terlalu generik, ataukah justru terlalu aneh sehingga sangat sulit untuk diucapkan?

Pakar ilmu sosial menyebut ini sebagai expectancy theory atau pygmallion effect. Jika kita memiliki nama yang dianggap kurang menarik, orang tidak akan mengharapkan kita sebagai orang yang menarik, tak peduli apa yang mereka lihat. Nama asli kurang terlalu menjual?

Mungkin bisa diubah dengan nama baru yang lebih mudah diingat oleh orang. Tenang, nama itu hanya sebagai “nama panggung” saja. Nama di KTP tetaplah nama asli, tidak masalah. Nama ubahan hanya berfungsi sebagai elemen penguat brand saja.

Perhatikanlah bagaimana nama-nama berikut begitu sticky di otak: Tung Desem Waringin, Steve Jobs, Yoris Sebastian, Rene Suhardono, Guy Kawasaki, dan ehm, Fachmy Casofa.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment