Menentukan Personal Branding (5): Public Speaking Skill

Bagaimana cara kita mengatakan sesuatu, sama pentingnya dengan apa yang kita katakan.

Pelajarilah bagaimana menjadi seorang pembicara yang baik. Karena seseorang yang telah mencapai kemasyhuran dan kebesaran, akan selalu mendapat banyak undangan untuk berbicara di depan publik. Jadi, persiapkan diri sejak dini.

Presentasi bak sebuah pertunjukan: naik ke panggung untuk berbicara, berjalan dengan penuh percaya diri, penampilan yang menarik dan cerdas. Kemudian, tepuk tangan yang antusias dari audiens. Pembicara yang baik harusnya mampu mengunci hati dan pikiran audiens.

Pastikan kita tahu pesan apa yang hendak disampaikan sehingga kita dapat berbicara dari dalam hati. Tidak ada audiens yang ingin menjadi bosan. Oleh karena itu, jangan membeberkan fakta yang memusingkan kepala tanpa kaitan emosi atau kejutan-kejutan penyampaian yang membuat audiens merasa terhibur sekaligus teredukasi.

Mengapa ada orang yang mampu menginspirasi orang lain agar bisa meningkatkan kinerja, sementara yang lain tidak? Ternyata jawabannya terletak kepada kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan pesan. Kemampuan memakai kata-kata adalah keandalan berkomunikasi. Komunikasi yang efektif adalah manakala gagasan-gagasan kita dengan sukses melekat di benak orang lain. Caranya?

Sederhana. Seperti peribahasa atau kata-kata bijak. Selalu sedikit, tapi memberikan arti mendalam. Itulah sederhana.

Tak terduga. Kita harus melawan perkiraan orang lain. Kita harus bergerak ke arah yang berlawanan dari intuisi orang lain. Menghadirkan sesuatu yang tak pernah mereka sangka-sangka, tentu akan mereka ingat selamanya.

Konkret. Berkomunikasi dengan baik berarti gagasan kita harus konkret. Artinya, membumi dan terjangkau. Dengan begitu, kita memastikan bahwa gagasan kita memiliki makna yang sama bagi setiap orang di antara para pendengar kita.

Kredibel. Kredibilitas kita selalu berperan ketika menyampaikan gagasan. Seorang dokter berbicara tentang kesehatan tentu lebih dipercayai daripada seorang tukang becak.

Emosional. Bagaimana kita membuat orang lain peduli dengan gagasan kita? Kita perlu mereka ikut merasakan sesuatu.

Cerita. Bagaimana kita membuat orang-orang bertindak sesuai dengan gagasan kita? Kita menceritakan cerita. Cerita akan membuat mereka ikut masuk ke dalam gagasan yang kita buat. Saat mereka sudah masuk ke gagasan itu, mereka akan merasakan kebersamaan dan kepedulian. Lalu, lekatan gagasan akan makin menguat.

Guy Kawasaki memberikan tipnya yang berkaitan dengan komunikasi yang disebutnya sebagai The Three Pillars of Enchantment. Tiga pilar ini bisa diaplikasikan di mana saja: berbisnis, bersosial media, dan lain sebagainya.

Satu: Likeable

Syarat pertama orang-orang akan memerhatikan dan mendengarkan pada setiap apa yang kita tulis dan ucapkan adalah mereka harus menyukai kita. Itu tidak bisa disangkal. Jika mereka menyukai, mereka akan melakukan apa pun yang kita inginkan. Jika tidak, hal kesebalikannya. Jadi, cara terbaik untuk membangun hubungan dengan orang-orang adalah kita harus menjadi sesuatu yang mereka sukai.

Dua: Trustworthiness

Orang-orang akan terpikat dengan kita, manakala kita melaksanakan apa yang sudah kita janjikan. Setelah kita disukai, kita harus bisa dipercaya. Dengan begitu, mereka takkan segan-segan menaruh harapan yang besar pada kita. Di sanalah, kita bisa memberikan pengaruh kebajikan dengan mudah.

Tiga: Quality

Setelah disukai, bisa dipercayai, terakhir tentu saja adalah kualitas. Apa pun yang kita tawarkan kepada orang-orang harus berkualitas. Sehingga, mereka memiliki alasan untuk membelinya atau sekadar mengganggu pikirannya agar mampu memilikinya.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

4 thoughts on “Menentukan Personal Branding (5): Public Speaking Skill

  1. Segitiga pembicara berdampak:
    1) skema ide yang melekat (dengan SUCCES)
    2) resep “Enchantment” dari Guy Kawasaki
    3) persuasi alur bicara yang efektif, kubuatkan dengan istilah “Mas Jantung”.

    Yakni: Masalah – Sumber – Jawaban – Keuntungan.

    Itu, sedikit tambahan dariku ๐Ÿ™‚

Leave a Comment