Menulis Buku adalah Candu

Tak seperti menulis artikel, blog post, ataupun menulis cerpen dan feature, menulis buku memerlukan triknya tersendiri. Menulis buku adalah sebuah aktivitas yang memerlukan napas panjang dalam mengerjakannya sekaligus dibutuhkan keterampilan khusus untuk merampungkannya.

Menulis buku adalah candu. Bagaimana tidak, saat mengerjakan sebuah buku, memang kelelahan—tapi kelelahan yang mengasikkan—akan menerpa kita dengan derasnya. Akan tetapi, saat berhasil menyelesaikannya, terasa seperti mendaki gunung dan kita sampai puncaknya. Lelah di awal, namun bahagia pada akhirnya. Serunya lagi, kita tidak kapok melakukannya. Sekali kita berhasil melakukannya, kita bahkan ingin melakukannya lagi dan lagi. Begitu terus.

Mengapa kita terus kecanduan untuk menulis? Karena otak kita terus terasah dan intelektualitas kita terus berkembang. Itulah mengapa seseorang yang telah berhasil menulis satu buku, dia juga penasaran dan ngebet untuk menulis buku keduanya, buku ketiganya, hingga buku kelima puluhnya.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.

Leave a Reply