Dapat Rp700 Juta dalam Sebulan Saja, Tanpa Ikut MLM! Inilah Kekuatan Internetpreneur

Teman saya, empat bulan lalu, masih menjadi seorang hotel e-commerce in-house sebuah hotel di Jogja. Istrinya tinggal di Solo, dan dia kerja di Jogja. Pulang setiap hari Sabtu. Waktu itu istrinya sedang hamil.

Saya bilang, “Bro, ngapain kerja kok sebegitunya harus ninggal istri dan nanti anak yang mau lahir demi gaji yang nggak seberapa. Bukannya ini zaman internet, kenapa nggak kerja di rumah saja, dan semua kerjaan dikendalikan lewat internet?”

Dia berpikir keras.

Mengangguk mengamini.

“Bagaimana caranya, Mas?”

Lalu saya ajarkan cara cari duit lewat internet. Detail. Sebuah bisnis pasti. Bukan angin surga. Bukan harapan berbunga.

Bulan depannya dia resign. Dan sekarang penghasilannya memang baru Rp2 jutaan sebulan, akan tetapi cukuplah untuk biaya tinggal di Solo, dengan waktu kebersamaan bareng keluarga yang “tumpah ruah”. Dan bisnisnya masih bisa di-scale up. Artinya, kesempatan untuk dinaikin jadi Rp100 juta sebulan juga mungkin.

Sekarang dia bangga ke mana-mana pakai tagar #saveworkfromhome.

Heuheuheu.

Yah, itulah sekelumit cerita nyata tentang kawan saya.

Ada satu kawan saya malah lain lagi ceritanya.

Hanya dalam dua minggu, dia mendapatkan Rp700 juta! Iya. Itu duit semua, nggak pake daun.

Apa yang dia jual?

Buku.

Hah?

Iya, buku cetak. Tapi sistemnya preorder, dengan harga satu bukunya sekitar Rp175.000.

Ini sebuah buku bisnis sederhana, namun dibutuhkan banyak orang. Tulis sendiri, cetak sendiri, pasarkan sendiri. Itu pun pakai sistem pre-order. Apa nggak memangkas jalur distribusi yang banyak banget namanya? Facebook Ads menjadi tempatnya untuk mengiklankan.

Satu buku, dia dapat laba bersihnya Rp100.000. Dan pemesannya mencapai 700 orang lebih.

Tinggal kalikan saja, kan?

Dan dia mendapatkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu satu bulan.

Itulah kekuatan dari bisnis internet. Dan fakta unik dari anak-anak muda Indonesia sekarang adalah penghasilan tahunannya memang sudah tembus miliaran. Bandingkan dengan orang-orang yang tak memanfaatkan internet sebagai lahan bisnis, paling banter hanya Rp50 juta per tahun.

Menyesakkan, memang.

Berbisnis lewat internet memaksa kita untuk memikirkan ulang posisi kita saat ini yang masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

Ngapain jua pergi gelap pulang petang di jalan kena macet bikin stres nggak karuan?

Sesungguhnya ada perbedaan besar antara bekerja dan dikerjain. Ada beda antara kerja cerdas dan kerja keras.

Bekerja lewat internet berpotensi penghasilan bisa sangat-sangat besar, dibandingkan dengan yang mengandalkan gaji bulanan dari kantornya. Asal tahu caranya. Asal ngerti bagaimana sih berbisnis lewat internet seharusnya.

Dan itu yang nggak banyak orang tahu.

Dan alhamdulillahnya saya tahu. Teman saya yang resign itu pun juga sudah kukasih tahu. Beberapa orang yang lain pun juga sudah kukasih tahu.

Apakah kamu juga mau tahu?

 

Menjadi Internetpreneur

Apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang internetpreneur? Koneksi internet, mindset, pengetahuan, dan kreativitas. Empat hal utama itu saja yang diperlukan. Lainnya hanya bersifat teknis, yang kabar baiknya bisa dipelajari oleh siapa saja.

Emang enak nggak sih menjadi internetpreneur?

Mungkin pertanyaan itu akan saya ganti dengan:

Lebih enak mana, jadi karyawan dengan gaji Rp4 juta per bulan, dengan menjadi internetpreneur bergaji Rp40 juta per bulan?

Ya iya. Enakan yang terakhir tentunya.

Mengapa? Karena sifat internetpreneur yang bisnisnya bisa di-scaleup. Beda dengan karyawan, mau kerja serajin apa pun, naiknya paling ratusan ribu. Dikit banget. Buang-buang waktu.

 

Pertanyaan Penting dalam Hidupmu

Satu pertanyaan penting yang harus kamu tanyakan dalam hidupmu saat ini adalah:

Kehidupan seperti apa yang kamu inginkan?

Atau, merasa pertanyaan itu terlalu klise? Oke, gue bikinin pertanyaan yang lebih menohok bin menihik binti membuat kamu harus menjawabnya dengan jujur dan benar, ya.

Apakah penghasilan kamu sekarang, sudah bisa untuk membeli pakaian yang bagus dan layak, dan tempat tinggal yang indah dan nyaman untuk keluarga, serta makan makanan yang enak dan halal?

Bagaimana? Terasa seperti terlalu menusuk jantung pertanyaannya?

Yah, saya tahu perasaan itu. Saya juga pernah berada pada posisi itu. Rasanya menyebalkan hidup dalam garis penghasilan yang pas-pasan.

Saat kita bergairah untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, kita akan memiliki energi besar. Energi yang akan memberantas segala alasan dan aral yang menghadang.

Sebagai penutup, saya akan bercerita tentang Rusdi Kirana. Tak banyak orang yang tahu siapa beliau. Namun beliau adalah pendiri Lion Air. Beliau memulai usahanya bahkan sebagai calo tiket di Banda Halim pada tahun 80-an. Jalan keliling di sekitar bandar, menjajakan tiket kepada calon penumpang dengan baju dekil.

Pelan-pelan usahanya maju.

Dari calo keliling menjadi agen penjualan tiket. Lalu di tahun 2000 ia beli satu pesawat bekas. Dan kini ia punya 200 pesawat Boeing terbaru, dengan kekayaan Rp19 triliun.

Nggak ada yang nggak mungkin. Kegigihan selalu menjadi kunci untuk kesuksesan. Dan satu hal pasti, kita bisa berubah dari seorang yang berpenghasilan pas-pasan menuju seorang yang duitnya miliaran.

Dan satu hal pasti lagi, kita selalu bisa menjadi miliarder meski harus merangkak dari bawah: entah dari jualan siomai sambil naik sepeda onthel berwarna merah, atau menjajakan tiket pesawat di jalanan berdebu kepada calon pelanggan.

Selamat menjadi internetpreneur!

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment