Menikmat Curah Lebat Rahmat

“Ingatlah tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, ‘Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Maka, Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung beberapa lama mereka tinggal (dalam gua itu). Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (Al-Kahfi [18]: 10-13)

Ashabul Kahfi adalah kisah tentang tujuh pemuda yang menyelamatkan iman dari kekejaman Diqyanus, Raja Romawi pemuja berhala. Demi menyelamatkan akidahnya, para pemuda Ashabul Kahfi meninggalkan negerinya.

Dengan rahmat dan perlindungan Allah mereka tertidur selama 309 tahun. Tanpa mereka sadari, badan mereka dibolak-balikkan ke kanan juga ke kiri. Telinga juga ditutup sehingga mereka tidak terbangun oleh suara apapun. Subhanallahnya, ketika terjaga, wajah kota telah berubah dan uang perak mereka tidak berlaku lagi, sehingga membuat mereka tersadar bahwa mereka tidaklah tertidur sehari atau setengah hari saja, melainkan ratusan tahun.

Menariknya adalah, saat tujuh pemuda itu lari ke dalam gua untuk menyelamatkan iman, mereka berdoa kepada Allah: rabbana atina min ladunka rahmah, wa hayyi’ lana min amrina rasyada: wahai Rabb kami, berikanlah kepada Kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan Kami (ini).

Dalam doa itu, terkandung dua hal mendasar: permintaan rahmat Allah, dan juga rusyd (petunjuk yang lurus).

Mari membahas tentang rahmat.

Adalah rahmat Allah, tercurahkan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Iya, bahkan kepada manusia terjahat nan terbejat sekali pun. Mereka-mereka yang durhaka kepada-Nya pun, tetap diberi-Nya rahmat. Namun, ada rahmat yang secara khusus hanya diberikan kepada hamba-Nya yang mukmin.

Secara khusus, berarti tidak diberikan kepada selainnya.

Nah, dalam doa yang terlantun oleh tujuh pemuda kahfi itu, rahmat yang diminta oleh mereka adalah rahmat khusus: perhatian juga perlakuan baik dari-Nya, keluasan nan keberkahan nikmat, serta senantiasa terhindar dari musibah.

Dengan kekuasaan-Nya, terkabullah doa yang terlantun dari hamba-hamba-Nya yang shalih itu. Rahmat khusus itu mengejawantah ketenangan hati dan ditidurkannya mereka selama ratusan tahun. Terbebasnya mereka dari kekejaman raja kala itu. Penjagaan penuh dari Allah selama 309 tahun. Bahkan, menjadikan mereka sebagai bukti bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-hamba-Nya yang beriman dan terus menjaga kemurnian aqidahnya.

Maka, berminta-mintalah terus kepada-Nya, agar juga terus mencurahkan rahmat-Nya kepada kita. Sungguh, rahmat-Nya lah yang akan terus menjagai segala tingkah nan langkah diri di dunia: baik bisnis, keluarga, karier, impian, visi, dan segala ikhtiar diri untuk terus meraih kemuliaan duniawi yang mendukung kebahagiaan ukhrawi.

Berlarilah menuju-Nya. Gapailah perlindungan-Nya. Ashabul kahfi mengajarkan kita bagaimana meninggalkan sesuatu karena-Nya, akan diganti dengan yang lebih baik dari-Nya. Dan jika yang mengganti adalah Allah, tentu tak tanggung-tanggung kualitas ’lebih baik’-nya itu.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment