Mengukuh Langkah Merawat Visi

Takkan lah pernah didapatkah hasil yang berbeda, manakala kita masih menggunakan cara yang sama untuk meraihnya. Kebebasan waktu dan pengendalian penuh atas garis hidupku, menjadi pemicu utama agar aku mengubah strategi alur hidupku yang nyaman, tersergap kerutinan, dan biasa saja. Menjadi air yang mengalir tak pernah menjadi model hidupku. Aku lebih suka meloncat. Lebih suka membuat lompatan hebat. Bagiku, model hidup berasas air mengalir hanya akan membawaku ke tempat yang lebih rendah. Ikut arus memang aman, menenangkan, tak perlu banyak tenaga. Namun pada saat yang sama, juga takkan meraih prestasi apa-apa.

Ada kalanya kelelahan menyapa. Ada juga waktu-waktu di mana kepayahan membabat semangat. Namun aku selalu berhasil menyalakan lagi optimisme. Mempertahankan harapan yang merambat padam agar tetap bersinar terang. Aku terus berjalan walau habis benderang. Aku percaya, Tuhan sedang menatapku mesra, memerhatikan setiap langkah yang aku ambil demi suksesnya impianku di ujung sana. Keyakinan seperti itu, sudah cukup untukku membangkit langkah lagi kala kegelapan meraja seluruh waktuku.

Yah, kita tak akan pernah mendapatkan apapun tanpa peran-Nya. Semua atas dasar karunia, dan juga curahan kasih sayang-Nya. Tanpa meyakini itu, kita hampa. Kita tak punya tempat bersandar. Kita tak punya tempat berpijak di kalan kaki goyah. Tak ada tempat berlindung di kalan hujan ujian membasah langkah. Mungkin terdengar klise, namun percaya akan kekuasaan dan peran Tuhan dalam setiap mimpi-mimpi kita, adalah hal terdasar agar kita mampu memanggil kesuksesan untuk mendekat.

Mimpi kita takkan pernah terwujud bila kita terlalu takut keluar dari zona nyaman. Sebuah zona yang mengukung kejernihan hati untuk berbuat lebih luas. Sebuah zona yang mengurung kreativitas. Sebuah zona yang akan melenakanmu dalam sofa empuk, sedangkan talenta lain sedang terbang dan menebar kebaikan di banyak tempat. Chicken stays, eagle flies. Aku harus menjadi elang yang terbang tinggi, meraih hal-hal baik di banyak tempat. Meraih kesuksesanku. Agar aku bisa memberi sebuah pembuktian kepada mami di alam sana. Membuatnya bangga. Membuatnya gemas kepada bungsunya yang selalu dicubit pipinya ini, karena mampu menapaki tangga sukses yang lebih jauh dan hebat. Saat harapan positif bersua dengan nyali, kan hadir keberanian melangkah mewujudkan visi.

Tetapi, keyakinan saja memang tidak cukup. Keyakinan takkan bermakna apapun tanpa aksi yang berarti. Itulah yang membuatku tetap bergerak hingga sekarang. Aksi adalah tindakan nyata yang kita perlukan untuk terus menjalani hidup. Bukan angan yang terus dikembangbiakkan. Bukan keraguan yang terus saja menjadi kawan. Bukan pula ketakutan melangkah yang rajin kita biarkan menguasai jiwa. Adalah aksi nyata, walau sekecil apa, yang akan menyelamatkan mimpi kita dari kemusnahan. Berani mengambil langkah pertama merupakan penentu ke mana dan bagaimana kita akan melanjutkan semua apa yang telah kita rencana. Bukan angan, buka juga keraguan. Tapi langkah pertama. Itulah yang kita perlukan. Berani melakukan langkah pertama selalu lebih baik, karena di sanalah gagasan, ide, rencana, dan semua yang menjadi bunga harapan seolah menjadi nyata dan bisa kita gapai. Just do it. Lakukan saja. Itulah yang kita perlukan, untuk melampaui diri sendiri dan membuat kita melakukan lebih banyak lagi dan lagi. Itulah bukti bahwa kita serius dengan impian. Sangat serius dengan visi. Juga sangat serius meraih semua yang telah kita canangkan. Bukti bahwa ada energi terdalam yang bisa menggerakkan badan, pikiran, visi, dan semua hal yang ada dalam tubuh baik berupa psikis maupun fisik, untuk mau bersatu padu meraih impian. Tapi ingat, semua hal fisik dalam tubuh kita takkan pernah bisa kita kontrol, tanpa adanya landsan utama: kepercayaan kepada-Nya dan kepercayaan diri bahwa kita bisa menjemput impian. Kala berhasil menaiki tangga satu, kita bersyukur, dan memohon lagi kepada-Nya untuk dikuatkan menuju tangga selanjutnya. Kala kita terjatuh dan harus mengulang lagi sedari awal, kita tak perlu memaki-Nya, yang kita butuhkan hanyalah memohon lagi kepada-Nya agar dikuatkan pijakan, untuk menaiki tangga lagi. Bila kita tak meminta bantuan-Nya, untuk apa memaki semua hal yang terjadi.

Ocehan-ocehan itu datang dari mereka yang tidak mengerti. Dari mereka yang pikirannya tidak luas. Dari mereka yang tidak tahu, bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan dan semangat yang kukuh untuk mewujudkannya akan membuat mereka terhenyak pada akhirnya. Yah, saya tahu. Ini adalah risiko bagi seseorang yang memiliki visi besar. risiko untuk disalahpahami. Risiko untuk dipecundangi. Risiko untuk diremehkan. Risiko untuk tak dianggap. Pada awalnya mereka memang akan mempertanyakan mengapa aku melakukannya. Namun pada akhirnya, ketika aku sudah mencapai puncak sukses, mereka akan berduyun-duyun datang kepadaku dan bertanya bagaimana cara aku melakukannya. Ini hanya soal waktu saja. Dan aku akan mengizinkan diriku untuk bersabar sedikit lagi, untuk membuktikan kepada mereka bahwa mereka semua salah!

Namun, bertubinya ocehan-ocehan positif itu adalah bahan bakarku untuk lebih bersemangat lagi. Itu adalah satu hal yang aku syukuri. Tanpa pernyataaan negatif yang bejibun seperti itu, mungkin aku takkan sesemangat ini untuk memberikan pembuktian.

Tantangan selalu memberikanku energi. Pemikiran untuk menciptakan sesuatu yang berguna selalu membuatku maju. Apalagi, bila orang-orang di sekitar memberi tahu bahwa aku tidak bisa melakukannya. Aku akan makin bersemangat untuk membuktikannya. Memang tidak membutuhkan banyak usaha untuk menjadi rerata manusia. Tapi membutuhkan segalanya untuk melawan arus. It takes nothing to join the crowd, but it takes everything to stand alone with your vision. Aku bersyukur diberikan Tuhan karakter yang ngotot dan memiliki kemauan keras untuk memberi bukti. Aku melawan arus.

Berhenti bergerak adalah satu-satunya tragedi kemanusian paling mengerikan. Air yang berhenti mengalir hanya akan menjadi kubangan, begitu juga diri kita. Saat merasa sudah hebat, merasa puas, semua akan selesai. Begitu juga diri kita. Saat kita sudah selesai dengan tujuan, kita akan kehilangan motivasi. Saat kita berhenti termotivasi, kita tidak menghasilkan karya apapun. Maka, bilalah satu tujuan telah tercapai, capailah lagi tujuan lain. Kesuksesan tidak memiliki kunci. Dia hanya jalan penuh liku yang harus ditempuh. Tinggal kita mau untuk menempuh atau tidak. Di ujung sana, sudah ada pintu kesuksesan menunggu. Keberanian untuk terus bergerak inilah yang membuat kita bisa menuju pintu itu.

Dunia selalu berubah. Kemajuan zaman selalu berjalan. Apalagi dunia teknologi. Sekali kita sudah merasa puas, akan ada talenta muda yang lebih baru, lebih segar, dan lebih ambisius yang akan mencoba membuat produk lebih baik lagi dari apa yang sudah pernah kita buat. Lalu kita kalah. Karena apa? Karena kita sudah merasa aman. Tak melakukan perubahan apapun. Dan itu bukan karakterku.

Teruslah bermimpi. Teruslah rawat visimu itu. Walaupun hari ini kita buka siapa-siapa. Teruslah jaga semangatmu. Walaupun orang-orang menghujanimu dengan energi negatif. Menderasimu dengan ocehan-ocehan yang membabat harapanmu. Mereka hanya tidak tahu. Mereka tidak paham dengan mimpi besarmu. Diremehkan, dicemooh, disalahpahami, dan diragukan adalah alur yang hadir wajib dalam setiap perjalanan orang-orang besar. Maka, bila hari ini orang-orang tak meragukan impianmu, bisa jadi karena visimu tak terlalu bagus. Atau, engkau tak cukup ngotot untuk mewujudkannya.

Teruslah melangkah, walau habis cerah, walau terang sudah merambat pulang. As long as you are still alive, your story is not over. Keep up the fight and go great!

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment