Menguatkan Fondasi Diri

Syukur ialah meruahkan pujian kepada-Nya. Karena segala anugerah, tentu datang dari-Nya. Syukur terejawantah tak hanya dalam kata, namun jua sikap dan lelaku keseharian.

Syukur bukanlah berpuas diri, tetapi mendayaguna segala anugerah-Nya untuk meloncat prestasi hingga lebih tinggi lagi.

Karena sesuai janji-Nya, dengan bersyukur, Dia kan mempermudah jalan bagi kita meraih keberlimpahan, dengan nikmat yang bertambah-tambah dan juga berkah.

“Benih-benih kejahatan sedang berkembang secara pesat, tetapi bibit-bibit kebaikan pun mulai berbuah lebat,” kata Sayyid Quthb dalam Afrahur Ruh-nya, “Walaupun batang pohon kejahatan itu sangat cepat pertumbuhan dan perkembangannya, namun akarnya tidak kuat tertancap ke dalam tanah. Sementara pertumbuhan dan perkembangan pohon kebaikan sangat lamban dan perlahan-lahan. Tetapi, akarnya menunjang masuk ke bumi. Daun-daunnya rindang, batangnya menjulang tinggi ke angkasa, melindungi manusia dari panas dan hujan. Kalau yang pertama akan cepat tumbangnya, maka yang kedua akan kekal bertahan.”

Nikmatilah proses.

Jalan menuju kejayaan memang tidak mudah dan tidak instan. Akan tetapi, jalan kejayaan memang selalu begitu, karena itulah yang akan membuat diri menjadi kuat dan berakar.

Hingga kemudian, saat diri sudah berada di puncak, godaan tornado hanya akan menggoyangkan saja, namun tidak sampai tumbang, karena akar kita kuat. Fondasi kita kukuh.

Menguatkan fondasi diri, berarti mensyukuri apa yang telah diberi-Nya, untuk kemudian kita dayagunakan untuk melesat meraih prestasi lebih tinggi lagi. Karena jangan sampai, hanya karena kita belum berpunyai apa yang dihajati, kemudian melupa apa yang telah kita miliki.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

2 thoughts on “Menguatkan Fondasi Diri

Leave a Comment