. . .

Menghambat Goda dengan Taat

taat

Bertaat-taat pada-Nya adalah kenikmatan. Kenikmatan yang menjaga. Menjaga yang mengamankan.

Bertaat-taat pada-Nya adalah kenikmatan. Kenikmatan karena kita bisa terus menjagai diri dari segala goda maksiat. Karena godanya tak hanya kala berada di ramai, namun jua di kala sepi. Karena godanya tak hanya kala berkhalayak, namun jua di kala sendiri. Karena godanya tak hanya kala diri ternampak, namun juga kala tersembunyi.

Sungguh goda, hanya bisa terhambat bila diri bertaat-taat. Maka bertaat-taatlah, karena ia adalah bekal terbaik berjumpa-Nya.

 

Baca juga: Mudamu untuk Kejayaan Agamamu

 

Bertaat-taat pada-Nya adalah kenikmatan yang menjaga. Penjagaan pada diri di akhirat nanti, karena yang menjadi saksi bukan mulut ini yang mudah memanipulasi, tapi tangan dan kaki yang jujurnya semoga memujur nasib diri. Bila tidak, tentu jengkal-jengkal kenistaan siap menghadang untuk ditapaki. Sungguh neraka, bukan tempat yang enak untuk ditempati di hari-hari abadi.

Bertaat-taat pada-Nya adalah penjagaan yang mengamankan. Kala di dunia, segala amal menjadi jernih dan segala niat menjadi suci. Kala susah berkawan sabar, kala sentausa berkawan syukur.

Itulah buah taat yang mengamankan nurani, rasa, juga langkah-langkah untuk menapaki hari-hari. Maka kita dapati, setiap para pentaat selalu bisa menabur kebermanfaatan ke semua tempat yang tersinggahinya.

Karena dalam dirinya, terkandung nikmat, penjagaan, dan pengamanan yang menenteramkan dari-Nya.

“Jadikanlah muraqabahmu untuk Dzat yang tidak pernah lepas melihatmu. Jadikanlah syukurmu kepada Dzat yang nikmat-Nya tidak pernah terputus darimu. Dan jadikanlah ketundukanmu kepada Dzat yang kamu tidak bisa keluar dari kerajaan dan kekuasaan-Nya,” wejang dari Muhammad bin Ali At-Tirmidzi.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.