Mengapa Kamu Menulis?

Banyak yang bertanya kepada saya seperti ini. “Bagaimana sih caranya bisa menulis dengan produktif seperti Mas Fachmy?”

Biasanya saya akan menjawab, “Ketampanan wajah mempengaruhi, sih…”

Tentu saja saya bercanda.

Tetapi pertanyaan itu saya perhatikan dengan serius. Yah, ternyata tak semua orang bisa menulis. Akan tetapi, kalau saya perhatikan lebih seksama, bukan tak bisa menulis sebenarnya, hanya lemah keinginan dan miskin strategi. Tak ada persiapan yang mumpuni untuk menjadi penulis.

Ada hubungan erat antara menulis dan membaca. Sudah menjadi kesepakatan jamak, siapa yang tak rakus membaca, ia tak akan bagus dalam menulis. Bahkan, ibaratnya ketika kita membaca satu buku, kita sedang membaca rangkuman ilmu atas bacaan-bacaan yang sudah dikunyah oleh penulis. Hal itu merupakan sebuah efektifivitas waktu bagi kita dalam mencari ilmu.

Itulah mengapa banyak orang yang begitu rakus membaca, karena semakin membaca akan semakin ketagihan untuk lebih tahu akan suatu subjek yang sedang dia pelajari.

Nah, itu salah satu kebaikan yang dialirkan lewat sebuah buku. Kalau kamu sebagai penulisnya, apa yang membuatmu tertarik untuk menulis buku? Apa yang membuatmu memutuskan untuk menulis buku?

Jawabanmu mungkin beragam seperti ini.

  1. Meningkatkan prestise diri dan mengemas personal branding dalam karier.
  2. Menambah penghasilan, karena mendapatkan royalti ataupun bayaran dari klien memang cukup besar dari menulis.
  3. Mewujudkan impian menjadi penulis, karena rasanya sangat keren ketika berhasil menulis buku.
  4. Merasa sangat senang bila ide, gagasan, dan penelaahan berhasil tersebar ke ribuan orang lewat sebuah buku.
  5. Pengakuan atas intelektualitas dan kreativitas dari masyarakat.
  6. Mewariskan pengetahuan kepada generasi penerus.
  7. Terkenal. Yah, alasan seperti ini pun ada, dan sah-sah saja, kok.
  8. Membangun reputasi dan kredibilitas sebagai pakar.
  9. Menantang diri sendiri.
  10. Media pelepasan isi pikiran dan curhat.

Nah, apa pun alasanmu untuk menulis buku, satu hal yang pasti, bahwa gagasanmu jangan sampai menguap begitu saja. Bila gagasan untuk menulis buku tidak segera kita tidak lanjuti, ia akan menghilang, diterpa dengan gagasan-gagasan baru, yang akan terus tumbuh seiring dengan wawasan dan pengalaman kita yang terus bertambah setiap harinya. Oleh karena itu, bila suatu gagasan sudah sedemikian baik, segera atur waktu untuk mengeksekusinya menjadi sebuah karya.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.

Leave a Reply