Mengapa Harus Jualan Lewat Instagram?

Mengapa Harus Jualan Lewat Instagram? -Berbeda dengan media sosial lainnya, Instagram lebih menekankan cara bersosial ke arah visual. Mungkin jika Anda sebelumnya terbiasa menggunakan Facebook atau Twitter, sebaiknya jangan samakan Instagram dengan kedua media sosial tersebut, karena Instagram memang benar-benar dikemas hanya mengandalkan visual.

Artinya, kebiasaan Anda untuk berjualan di Facebook maupun di Twitter, tidak dapat diterapkan secara persis di Instagram. Jika Anda sebelumnya berjualan di Facebook yang dapat menulis post dengan teks yang sangat panjang agar meningkatkan interaksi, berbeda dengan Instagram. Butuh kreativitas tersendiri agar postingan Anda memiliki kekhasan dan keunikan yang berbasis visual.

Bisa jadi jika Anda memposting foto produk Anda di Instagram dengan caption yang sangat panjang, justru tidak dibaca sama sekali oleh followers Anda. Akan sangat sia-sia, bukan?

Wajar saja karena memang Instagram pada dasarnya adalah media sosial berbasis visual di mana perilaku para pengguna Instagram lebih menyukai hal–hal yang memiliki tingkat kreativitas visual, baik berupa foto ataupun video yang unik, sangat bagus dan caption yang simpel tapi mengena.

Nah, untuk lebih lengkapnya memahami tentang Instagram marketing, silakan baca keterangannya lebih lengkap di bawah ini, ya!

1 – Perkembangan Instagram yang Signifikan

Jika ada media sosial yang wajib menjadi kanal pemasaran selain Facebook, maka tak lain dan tak bukan adalah Instagram. Perkembangan pengguna yang pesat dan fitur-fitur yang makin memanjakan penggunanya, menjadikan Instagram sangat potensial menjadi kanal pemasaran.

2 – Visual adalah Gaya Pemasaran Terefektif

Dengan pola Instagram yang hanya fokus pada visual, menjadikannya lebih mudah untuk dijatuh-cintai oleh siapapun. Makanya, Instagram lebih menarik daripada Twitter yang sekarang sedang sekarat. Dan … yah, 90% informasi yang diproses oleh otak manusia adalah informasi dalam bentuk visual atau gambar.

3 – Anak Muda Gaul Teknologi

Mayoritas penghuni Instagram pemilik umur 18–29 tahun. Artinya, mereka adalah generasi setelah generasi Millenial yang kreatif, dan gaul dengan teknologi. Dan mereka, tentu saja adalah generasi yang sukanya belanja online! Jadi, kalau target pasar Anda adalah umur segitu dan tak menjadikan Instagram sebagai channel, maka Anda sudah melakukan sebuah kesalahan besar.

4 – Tingkat Engagement yang Tinggi

Sebuah riset mamaparkan bahwa pengguna Instagram lebih memiliki hubungan atau interaksi yang lebih tinggi daripada pengguna Facebook. Kok bis? Jelas, karena konten yang ditonjolkan adalah berupa visual dengan tampilan yang simpel. Hal tersebut membuat pengguna Instagram lebih mudah berinteraksi. Tidak heran jika banyak produk atau konten foto yang cepat viral melalui Instagram, karena ibaratnya yang memang lumbung foto ada di Instagram.

5 – Berkumpulnya Para Customer yang Loyal dan Kreatif

Pecayalah, saat Anda memiliki produk yang unik, lucu, atau istilahnya adalah instagramable, maka para pengguna Instagram akan berebutan untuk berfoto dengan produk Anda dan memajangnya di galeri mereka. Itulah mengapa, banyak kafe sekarang yang menset interior mereka agar instagramable. Lebih mudah viral, dan menjadi rekomendasi ampuh. Selain itu, menjadi promosi gratis dan getok tular yang keren.[]

Fachmy Casofa
Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.

Leave a Reply