Memenangkan Pertarungan Lewat Judul

Investasi besar yang harus kita lakukan dalam menulis buku adalah membuat judul yang menarik. Walaupun, ketika dalam praktiknya nanti editor akan memberikan judul baru, akan tetapi tak ada salahnya kita memberikan judul yang killer. Bahkan, dalam tahap pertarungan naskah pun kita harus sudah memberikan judul yang menjual.

Bayangkan, setiap hari sebuah penerbit menerima banyak naskah. Tentu tim editorial akan lebih tertarik untuk melakukan review terhadap naskah yang memiliki judul lebih “nendang” daripada yang biasa-biasa saja. Iya, kan?

Tak ada aturan resmi bagaimana membuat judul buku yang menarik. Pastinya, judul yang menarik adalah judul yang mudah diingat, mewakili isi buku, dan memiliki daya jual—karena bagaimanapun penerbitan adalah industri—selain memiliki konten yang menarik tentu buku tersebut harus mampu terjual. Namun begitu, ada beberapa pedoman yang layak diperhatikan untuk membuat judul yang menarik.

Pertama, menggunakan rima. Dengan judul yang memiliki rima, tentu akan membuat judul tersebut lebih menarik dan membuat penasaran. Contoh: The True Power of Water.

Kedua, menggunakan angka. Menggunakan angka sebagai judul akan memudahkan calon pembeli buku untuk mengetahui seberapa banyak benefit yang ditawarkan dalam buku. Memangnya orang membeli buku kamu untuk mencari apa? Tentu benefitnya kan? Semakin banyak benefit yang kamu tawarkan, akan semakin membuat pembaca kesengsem dengan bukumu. Contoh: 7 Keajaiban Menikah; 100 Ide Paling Berpengaruh dalam Bisnis.

Ketiga, menggunakan Hot Words. Yang masuk dalam kategori hot words adalah: Luar Biasa!, Misteri, Rahasia, Keajaiban. Keempat kata tersebut akan menyedot perhatian lebih banyak daripada kata lainnya, karena mengandung unsur yang membuat kita takjub, ingin membaca lebih lanjut, dan penasaran dengan konten buku.

Keempat, kontroversi. Penggunaan judul yang berbau kontroversi tentu hanyalah strategi pemasaran belaka. Isinya tetap harus bertanggungjawab dan menyajikan kebenaran. Misalkan: Makin Sehat dengan Merokok.

Kelima, pertanyaan. Dengan menggunakan model pertanyaan, tentu calon pembaca juga akan merasa, “Oh, iya ya ….” Atau, “Apa benar ya ….?” Bahkan bisa jadi, “Wah, bagaimana ya .…?” Dengan begitu, akan memudahkan calon pembeli untuk berkata dalam hati bahwa buku tersebut wajib beli. Misalkan: Menjadi Jutawan dalam Tiga Bulan? Bisa!

Keenam, KISS. Yaitu singkatan dari keepit simple, stupid! Judul tentu harus padat, ringkas, dan jelas. Sebaiknya satu hingga enam kata saja. Selain agar mudah diingat, judul yang panjang akan menyusahkan dalam hal desain kover. Buku-buku yang sukses di pasaran sering kali memiliki judul yang simpel. Misalnya: The Outliers, Enchantment, Rich Dad Poor Dad, The Secret, Quantum Ikhlas, dan Oh My Goodness!

Ketujuh, pique curiousity. Memberikan efek kepenasaran yang tinggi pada pembaca bahkan cenderung berlawanan dengan pandangan umum yang sudah beredar, tentu akan menimbulkan ketertarikan yang tinggi untuk membeli buku. Misal: Untuk Sukses Kerja Cukup Empat Jam Seminggu.

Kedelapan, promise a benefit. Orang Barat biasa menyebutnya dengan What’s In It for Me? Yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan Ambak atau Apa Manfaatnya Bagiku. Semakin jelas judul menawarkan sebuah benefit tertentu, semakin mudah untuk menarik perhatian dan pembelian. Misal: Bebas Stroke dengan Bekam.

Bagaimana, sudah dipikirkan akan diberi judul apa bukumu? Kunci membuat judul adalah pemilihan kata. Pastikan kita memilih kata yang bertenaga dan sesuai dengan kontennya.

Selama lebih dari delapan tahun saya menjadi editor dan telah membidani lahirnya puluhan buku best seller, hukum itu masih saja berlaku: membuat judul buku bukan perkara yang mudah. Sering kali saya terpercik judulnya terlebih dahulu, baru saya buat konsep bukunya secara keseluruhan, kemudian baru saya cari penulis yang cocok untuk mengeksekusinya. Yah, saya memang terlalu sering bersedekah ide buku, untuk kemudian dieksekusi penulisannya oleh penulis lain, padahal sebenarnya saya juga bisa menulisnya sendiri. Akan tetapi, ada kenikmatan sendiri ketika membantu para penulis—terlebih lagi para penulis yang baru membuat buku pertamanya—untuk kemudian menjadi rekan diskusi dan membantunya membuat buku yang keren.

Beberapa buku best seller yang lahir dari rahim ide saya, yang judulnya terlahir lebih dahulu daripada isinya beberapa di antaranya adalah: 101 Young CEO, Emperpreneur: From Emperan to Empire, Sejenak Hening, 101 Strategi Sukses Berbisnis Kuliner, Spritual Creativepreneur, dan masih banyak lagi. Bisa dicek di Gramedia. Ada nama saya sebagai editor, dan silakan dicek juga berapa kali buku-buku itu sudah cetak ulang.

Akan tetapi, sering pula naskah-naskah yang sudah jadi, saya rombak habis-habisan judul bukunya. Maka, sebisa mungkin, buatlah judul yang menarik, unik, dan membuat pembaca geregetan untuk segera membelinya adalah tantangan tersendiri. Teknik membuat judul yang menyedot perhatian pembaca terus berkembang. Kedelapan hal yang saya sampaikan ini hanyalah dasarnya saja. Akan tetapi, ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk membuatmu memiliki judul yang menarik.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.