Sadar Penuh Hadir Utuh

Manage Your Energy, Manage Your Life

Bagaimana bisa kita berhasil merampungkan sebuah pekerjaan hanya dua jam, sedangkan pada lain waktu membutuhkan empat jam, padahal bobot kesulitan pekerjaan sama.

Mengapa?

Karena kita fokus dan mengerahkan 100% kemampuan pada dua jam tersebut. Energi kita curahkan. Sedangkan yang empat jam, karena kita hanya mencurahkan energi sebesar 50% saja.

Waktu lama tidak bisa dijadikan tolak ukur produktivitas. Lalu, bagaimana caranya memberdayakan energi agar pekerjaan bisa maksimal?

Sadar penuh dan hadir utuh pada pekerjaan tersebut. Fokus dan satukan antara pikiran, raga, dan hati. Kedua, jangan menunda-nunda. Di sinilah pentingnya skala prioritas. Selesaikan dulu pekerjaan paling sulit, sehingga yang mudah akan terasa enteng. Hajar dulu pekerjaan paling menyebalkan, hingga sisanya terasa ringan. Mau tidak mau, pekerjaan tersebut harus diselesaikan, bukan? Makanya, tangani yang tersulit dulu.

Semakin baik kita mengelola energi, semakin banyak hal bermutu yang bisa kita selesaikan dalam hidup.

Jangan tunggu hingga kamu siap untuk take action. Tetapi, take action-lah, supaya kamu siap. Jangan mengandalkan mood, karena sesuatu yang sifatnya ‘tak jelas’ seperti mood memang tak bisa diandalkan kapan datangnya. Dia bukan pacarmu yang bisa di-mention dulu kapan mau datang. Bisa janjian dulu kapan akan ketemuan. Mood bahkan fana. Sangat fana. Jangan terlalu mengandalkan sesuatu yang tak kelihatan seperti itu.

Menunda-nunda pekerjaan takkan menghadirkan apapun, selain dua hal negatif. Pertama, pekerjaan yang tak pernah diselesaikan. Kedua, penyesalan.

Berada dalam situasi sulit? Manusiawi. Semua orang pernah merasakannya. Yang membedakannya adalah penyikapannya.

Bayangkan kamu dimasukkan ke dalam sebuah ruangan kosong nan gelap selama tiga jam. Apa yang akan kamu lakukan?

Marah-marah, gedor-gedor pintu, pukul-pukul tembok?

Atau, justru berdiam diri, melakukan aktivitas reflektif?

Atau, memilih tidur saja.

Kamu adalah tuan atas kehidupanmu sendiri. Kamu bebas memilih apa yang akan kamu lakukan. Berpikirlah positif. Situasi sesulit apapun pasti menyimpan celah untuk bisa kamu atasi. Itulah mengapa disebut dengan mengatasi masalah, karena kamu harus berada di atasnya, untuk kemudian kamu hancur leburkan masalah tersebut dengan sepatumu.

Bila berjumpa masalah sulit, pikiran positif yang bisa kamu kembangkan ada tiga. Pertama, DO. Hal apa yang masih bisa kamu lakukan dari situasi tesebut. Kedua, GET. Hal apa yang bisa kamu dapatkan dari situasi tersebut. Terakhir, BE. Hal terbaik apa yang masih bisa kamu kreasikan dari situasi tersebut.

Daripada mengutuki kegelapan, mengapa tidak melakukan saja tendangan maut ke kaca jendela. Di luar sana ada cahaya, kok. Iya, kan?

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment