Keutamaan Aisyah, Istri Rasulullah SAW

Malaikat menyampaikan salam untuknya bukan hanya sekali. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah sendiri, di mana Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah mengucapkan salam untukmu.”, maka aku menjawab, “Alaihis as-salam.”

Sepuluh ayat dalam surat An-Nuur turun untuk membela Aisyah. Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan pembebasan dirinya dari tuduhan dusta, berkenaan dengan peristiwa Haditsul Ifki.

Pada saat Rasulullah sakit, beliau minta untuk tinggal di kamarnya Aisyah, sehingga dia dapat mengurusnya sampai Allah memanggil sang Nabi. Oleh karena itu, sang Nabi meninggal dalam pangkuan dan dekapannya.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan darinya Aisyah, bahwa dia berkata, “Allah mewafatkan Rasulullah di mana kepala beliau berada di antara paru-paruku dan bagian atas dadaku, sehingga air liur beliau bercampur dengan air liurku.”

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Abdurrahman saudara laki-laki Aisyah masuk ke rumah mereka, di mana ketika itu dia membawa siwak (alat penggosok gigi), lalu Rasulullah melihatnya. Aisyah memahaminya bahwa beliau ingin bersiwak, dan dia mengambil siwak dari Abdurrahman dan melembutkannya, lalu Rasulullah bersiwak dengannya. Setelah Rasulullah meninggal, maka siwak itu dipakai Aisyah. Inilah pengertian yang dimaksud dengan “air liur beliau bercampur dengan air liurku.”

Berdasarkan sabda Rasulullah, “Keutamaan Aisyah atas wanita yang lainnya bagaikan keutamaan tsarid (roti yang dibubuhkan dan dimasukkan ke dalam kuah) atas makanan-makan yang lainnya.”

Berkenaan dengan keluasan dan keunggulan ilmunya, tidak ada seorang ulama pun yang mengingkarinya. Banyak kesaksian dan pengakuan yang dikemukakan para ulama berkenaan dengan kredibilitas keilmuwan Aisyah. Hal ini menunjukkan betapa luas dan mumpuninya ilmu yang dimilikinya. Berikut beberapa kesaksian.

Kesaksian putra saudara perempuannya (keponakannya) Urwah bin Zubeir tentang kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Aisyah, sebagaimana yang diriwayatkan putranya Hisyam, ”Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar dalam ilmu fiqh (agama), kedokteran dan syair selain Aisyah. Kesaksian Az-Zuhri yang juga berkenaan dengan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki Aisyah, seraya berkata, “Seandainya diperbandingkan antara ilmu Aisyah dengan ilmu seluruh istri Nabi dan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah jauh lebih unggul.”

Kesaksian Masruq berkenaan dengan ilmu yang dimiliki Aisyah yang berkenaan dengan masalah faraidh, sebagaimana yang terungkap dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Darda darinya seraya berkata, “Aku melihat para syeikh dari kalangan sahabat Rasulullah bertanya kepada Aisyah tentang faraidh (ilmu waris)”. Kesaksian Atha’ bin Rabah, di mana ketika Allah berfirman, maka Aisyah merupakan orang yang paling paham, paling mengetahui dan paling bagus pendapatnya dibandingkan dengan yang lainnya secara umum.

Kesaksian Zubeir bin Awwam, di mana dia berkata sebagaimana hal ini telah diriwayatkan putranya Urwah, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar tentang Al-Qur’an, hal-hal yang difardhukan, halal dan haram, syair, cerita Arab dan nasab (silsilah keturunaan) selain Aisyah.”

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment