Kenikmatan Menghadirkan Karya Unggul

Seperti koki terbaik. Ia meramu bumbu demi bumbu dengan hati-hati. Ia meracik bahan demi bahan dengan sangat telaten. Ia ingin menghadirkan yang terbaik bagi para penikmat masakannya.

Ia melakukan itu semua bukan untuk menjaga namanya agar tetap harum. Tapi, karena ia menikmati proses pembuatannya, dan ia menghargai para penikmat masakannya. Maka, ia harus menghadirkan yang terbaik untuk mereka.

Sebegitu pula dengan menulis. Sebenarnya, cacat pada satu kata yang kemudian salah ketik dan hurufnya menjadi berbalik atau berkurang, bukanlah suatu cela besar. Akan tetapi, bagi para penulis yang menikmati prosesnya dan menghargai pembacanya, ia akan menghadirkan susunan kata terbaik yang ia punya. Walau terkadang proses itu membutuhkan waktu yang panjang dan ketelitian yang rumit. Tapi sekali lagi, ia menikmati dan menghargai.

Lorraine Monroe, menulis dalam bukunya Nothing’s Impossible, Good works will be recognized-ultimately. But if you work for the recognition alone, you may be in for a long wait. Setiap pekerjaan yang baik, pada akhirnya akan mendapatkan pengakuan. Tetapi sebaliknya, jika kita bekerja untuk mendapatkan pengakuan, barangkali kita akan berada pada saat yang sangat panjang.

Begitulah, kerja-kerja yang bagi orang lain mungkin terlihat membosankan dan membuang-buang waktu itu, bagi para pelakunya justru kenikmatan untuk menghadirkan karya unggul yang anggun.

“Apa pun yang datangnya dengan cara yang mudah,” kata Sa’di, penyair legendaris itu, “tidak akan berumur lama. Di China membutuhkan waktu empat puluh tahun untuk mencetak sebuah mangkuk. Sementara di Baghdad, mereka membakar seratus buah setiap hari dan engkau tahu perbedaannya terletak pada harga dan kualitasnya.”

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment